Array

Menag Tak Ingin Disebut Kebobolan di Teror Bom Sarinah

Minggu, 17 Januari 2016 | 17:35 WIB
Menag Tak Ingin Disebut Kebobolan di Teror Bom Sarinah
Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Agama di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - ‎Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menolak disebut kebobolan atas peristiwa teror penembakan dan pengeboman yang terjadi di Kawasan Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Kementerian Agama sudah melakukan tugas preventif untuk deradikalisasi. Ini untuk mencegah tumbuhanya benih terorisme. Namun, dia mengatakan tidak ingin disalahkan ketika peristiwa ini terjadi.

"Nggak (kebobolan dong). Problem deradikalisasi terus berjalan, tentunya tantangan bertambah, ini masalah yuang kompleks. Jadi kita tidak merasa gagal. Tapi kita merasa bahwa tantangan ke depan lebih kompleks," kata ‎Lukman usai acara 'Apel Kebhinekaan Lintas Iman Bela Negara, Menolak Radikalisme, Terorisme dan Narkoba' di Lapangan Banteng, Minggu (17/1/2016).

Dia bahkan membela Badan Intelejen Negara (BIN) yang juga dianggap kebobolan karena peristiwa tersebut.

"Analoginya, seperti penjaga rumah kita. Dia jaga rumah berhari-hari, ketika di antara hari-hari itu kebobolan maling, bukan berarti penjaga rumah tidak bekerja. Kebetulan saat itu maling masuk. Jadi jangan menilai karena satu-dua kasus, lalu dibilang pekerjaan penjaga rumah kita tidak bekerja. Sama juga dengan intelejen kita. Mereka sudah bekerja sehari-hari," kata Lukman.

"Tentu kita sadar ada hal-hal yang perlu dibenahi, kekurangan itu yang harus ditutupi," tambah dia.

Dalam acara in dia juga menjaga kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah adanya tindakan radikalisme. Menurut Lukman, keluarga menjadi ujung tombak dari upaya pencegahan gerakan radikal.

"Dari Kementerian Agama aspeknya adalah preventif, bagaimana masyarakat diberikan pemahaman keagamaan yang sesungguhnya. Kementerian Agama juga mengajak, majelis agama, tokoh agama dan keluarga yang menjadi satuan terkecil untuk paham sepenuhnya, apa, dari mana dan dari siapa paham agama di keluarga kita. Jangan sampai di era globalisasi ini keluarga kita disusupi paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa," kata Politisi PPP ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI