PM Malaysia Bebas dari Dakwaan Korupsi

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 26 Januari 2016 | 13:55 WIB
PM Malaysia Bebas dari Dakwaan Korupsi
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. (Reuters)

Suara.com - Jaksa penuntut umum Malaysia menyatakan Perdana Menteri Najib Razak bebas dari dakwaan korupsi. Najib dituduh korupsi karena menerima uang senilai 681 juta dolar AS dari keluarga kerajaan Arab Saudi.

Jaksa menemukan fakta jika uang itu dikirim langsung ke rekening Najib. Tapi itu bukan tindak pidana atau korupsi.

Keterlibatan keluarga Kerajaan Arab Saudi merupakan sesuatu yang tak teduga dalam skandal transfer dana misterius dan kekacauan dilembaga yang dililit utang, 1Malaysia Development Berhad (1MDB),. Dewan penasihat lembaga itu dipimpin oleh Najib.

"Saya puas dengan keputusan bahwa bahwa dana tersebut bukan bentuk gratifikasi atau suap," kata Jaksa Penuntut Umum Mohamed Apandi Ali dalam konferensi pers, Selasa  (26/1/2016).

Dalam kesempatan itu juga disebutkan jika Najib telah mengembalikan 620 juta dolar AS kepada keluarga Kerajaan Arab Saudi karena uang tersebut belum dimanfaatkan.

"Tidak ada alasan yang disampaikan mengapa bantuan itu diberikan kepada PM Najib. Itu adalah urusan pribadinya dengan keluarga Kerajaan Arab Saudi," kata Apandi.

Menurut dia, tidak ada tindak kriminal yang dilakukan oleh Najib dalam kaitannya dengan tiga penyelidikan yang disampaikan oleh badan antikorupsi Malaysia dan tidak ada tindakan lebih lanjut yang diambil.

Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) sebelumnya mengatakan bahwa dana tersebut merupakan bantuan politik dari dermawan yang tak dikenal di Timur Tengah. Dalam keterangannya, jaksa penuntut umum mengatakan bahwa pihaknya mengembalikan berkas perkara kepada MACC terkait tiga penyelidikan terpisah dengan instruksi untuk menutup semua kasus tersebut.

Najib, yang selama beberapa bulan diminta mengundurkan diri oleh para pemimpin oposisi dan tokoh-tokoh penting, membantah melakukan pelanggran dan menyatakan bahwa dia tidak mengambil sejumlah uang untuk keuntungan pribadi.

Skandal tersebut menggoyahkan para investor di negara ekonomi terbesar ketiga di kawasan Asia Tenggara itu dan melunturkan kepercayaan publik dalam koalisi Partai Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO) pimpinan Najib yang memerintah sejak kemerdekaan pada 1957.

Meskipun demikian, Najib masih menikmati dukungan mayoritas jajaran pengurus UMNO. Bahkan pengritik internalnya yang paling keras, seperti mantan perdana menteri yang berpengaruh Mahathir Mohamad, menerima bahwa dia tidak bisa digulingkan. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Malaysia Siaga Hadapi Ancaman Serangan ISIS

Malaysia Siaga Hadapi Ancaman Serangan ISIS

News | Senin, 25 Januari 2016 | 16:44 WIB

Dubes Malaysia Senang Pendemo Jakarta di Kantornya Berkurang

Dubes Malaysia Senang Pendemo Jakarta di Kantornya Berkurang

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 05:01 WIB

Deportasi Mugiyanto, KontraS: Malaysia Paranoid

Deportasi Mugiyanto, KontraS: Malaysia Paranoid

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 18:13 WIB

Pakar Hukum Malaysia: Deportasi Mugiyanto Berlebihan

Pakar Hukum Malaysia: Deportasi Mugiyanto Berlebihan

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 16:22 WIB

Deportasi Mugiyanto Bertentangan dengan Komitmen HAM ASEAN

Deportasi Mugiyanto Bertentangan dengan Komitmen HAM ASEAN

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 15:57 WIB

Dideportasi, Mugiyanto Pakai Skype Bicara 'Gerakan' di Malaysia

Dideportasi, Mugiyanto Pakai Skype Bicara 'Gerakan' di Malaysia

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 15:28 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×