Kisah Tukang Becak Jakarta, Dilarang dan Diuber, Tapi Tetap Ada

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Senin, 01 Februari 2016 | 07:01 WIB
Kisah Tukang Becak Jakarta, Dilarang dan Diuber, Tapi Tetap Ada
Serikat Becak Jakarta (Sebaja) melakukan aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/1). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - "Saya bingung, kenapa becak dirazia, padahal kami kan nggak narik di luar (jalan protokol)," kata Arie Santoso (42) kepada Suara.com.

Arie adalah salah satu warga yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak di Jakarta. Saat ditemui Suara.com baru-baru ini, dia ikut demonstrasi bersama rekan-rekan sesama penarik becak di depan di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2016). 

Daerah operasi becak di Jakarta, katanya, biasanya di kompleks perumahan atau kampung-kampung padat penduduk. Becak ada karena memang masih ada orang yang menggunakannya. Arie sadar di jaman transportasi serba modern seperti sekarang, keberadaan becak sudah dianggap sebagai pengganggu.

Mereka demonstrasi untuk meminta pengertian Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar tak menghapus becak. Biarkan becak beroperasi, khususnya di komplek perumahan atau di perkampungan.

"Kalau begini terus bagaimana bisa ngasih makan dua anak dan istri saya," kata lelaki yang sudah 10 tahun mencari nafkah lewat mengayuh becak.

Para tukang becak itu membentuk Serikat Becak Jakarta. Unjuk rasa yang mereka lakukan sebagai protes atas tindakan petugas Satuan Polisi Pamong Praja yang merazia para tukang becak secara besar-besaran. Petugas bertindak atas dasar Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Di tengah aksi, wartawan Suara.com berbincang-bincang dengan penarik becak yang tinggal di Jalan Teluk Gong, Jalan Moa, Jakarta Utara itu, untuk menangkap kegelisahannya dan harapan-harapannya.  Ia bercerita kenapa masih bertahan dengan becaknya. Apa yang disampaikan Arie mencerminkan apa yang dirasakan rekan-rekannya. Berikut petikan wawancarainya.

Kenapa Anda masih bertahan menjadi tukang becak, walaupun selalu ada petugas yang melakukan razia?

Ya, saya kan butuh biaya anak sekolah, kalau misalnya saya nggak narik becak saya sekolahkan anak gimana? Maling kan nggak boleh, garukannya (razia petugas) masuk gang-gang, kalau di jalan raya saya terima berarti saya melanggar.

Anda kenapa masih bisa bertahan menjadi tukang becak, padahal ada larangan dari Pemerintah Jakarta?

Misalnya saya dapat duit Rp50 ribu alhamdulillah, kalau misalnya dapat Rp50 ribu terus dibayar kontrakan Rp300 ribu sebulan kan masih ada sisa.

Sehari penghasilannya Anda berapa?

Ya Rp50 ribu dapat. Nah sekarang setelah ada larangan boro-boro narik, kami mau makan saja nariknya kucing-kucingan. Penurunannya sangat jauh, sebulan terakhir ini nariknya ngumpet-ngumpet. Biasanya garukan petugas Satpol PP nggak nentu, biasanya dari jam 10 pagi. Terus malam lagi ada.

Ada berapa tukang becak sih saat ini?

Saya warga Teluk Gong, ada juga tukang becak lagi ngangkut sayuran itu kena dirazia petugas juga itu. Kan banyak orang sakit yang masih membutuhkan becak, kalau dia naik mobil gangnya nggak muat. Yang masih menarik becak setahu saya ada di daerah Semper, Koja, Teluk Gong, Pademangan, dan masih banyak.

Menurut Anda mulai kapan pemerintah melarang becak beroperasi di Ibu Kota?

Saya nggak tahu alasannya, dirazianya itu sudah lama, petugas Satpol PP yang razia, kalau menurut saya ini nggak manusiawilah main razia saja. Razia gencar-gencarnya akhir tahun dan awal bulan ini.

Kalau mau dihapusin-hapusin, ngomong saja terus terang jangan ngambil aja becak orang nggak ngomong dan tanpa menunjukkan surat.

Apakah ada rencana untuk modifikasi becak agar mendapat perhatian pemerintah?

Kan kami nggak punya modal, kalau dimodif kan tetap saja digaruk, mau becak motor juga ada yang digaruk. Alasannya motor gelap, motor bodong lah.

Suka dukanya apa dari menjadi penarik becak apa?

Kalau sukanya kami misalnya narik becak ada keluarga ada keperluan mendadak atau apa bisa pulang dulu. Kayak nganterin anak sekolah juga bisa pulang dulu. Tapi kan kalau kerja bulanan, kalau nggak pas sebulan sama bosnya nggak boleh izin. Tapi kalau bicara masalah penghasilan terus terang nihil jadi tukang becak.

Pemerintah sudah jelas melarang dan mungkin akan melarang selamanya, apa rencana Anda, apakah akan cari kerja lagi?

Ya paling pengangguran, kami kan nggak bisa usaha, nggak ada modal, kan kalau jadi kuli kuli apa? Saya kan penghasilannya selama ini hanya narik becak saja.

Apa harapan Anda kepada Gubernur Basuki Tjahaja Purnama?

Ya agar becak boleh beroperasi, agar kita narik bisa tenang. Kalau pendapatan kan tergantung, dan kalau memang dilarang diberikan lapangan pekerjaan.

Apa saran Anda buat pemerintah?

Agar pemerintah bisa memikirkan rakyat kecil.

Kalau tetap dilarang, apakah Anda akan tetap memilih Ahok di pilkada 2017?

Ya kalau becak ini benar-benar dihapuskan ya kita terpaksa nggak bakal milih Pak Ahok lagi. Saya juga yakin teman-teman tukang becak akan melakukan hal yang sama nggak akan pilih Ahok karena mata pencariannya dimatikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tukang Becak Geruduk Balai Kota

Tukang Becak Geruduk Balai Kota

Foto | Kamis, 28 Januari 2016 | 13:20 WIB

Diprotes, Ahok Tetap Larang Becak Beroperasi

Diprotes, Ahok Tetap Larang Becak Beroperasi

News | Kamis, 28 Januari 2016 | 13:11 WIB

Tukang Becak di Jakarta Merasa Tak Aman

Tukang Becak di Jakarta Merasa Tak Aman

News | Kamis, 28 Januari 2016 | 11:45 WIB

Tukang Becak Ini Pasang Tarif 4 Juta Untuk 1,6 Kilo Perjalanan

Tukang Becak Ini Pasang Tarif 4 Juta Untuk 1,6 Kilo Perjalanan

News | Selasa, 28 Juli 2015 | 01:37 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×