Bongkar Penjualan Ginjal di Jakarta, Polisi Periksa 10 Saksi

Siswanto, Welly Hidayat

Senin, 01 Februari 2016 | 17:46 WIB
Bongkar Penjualan Ginjal di Jakarta, Polisi Periksa 10 Saksi
Kasubdit III Tipidum Bareskrim Mabes Polri, Kombes Umar Surya Fana, menunjukkan gambar organ ginjal manusia yang diperdagangkan, di Jakarta, Rabu (27/1/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kasus perdagangan organ ginjal yang telah menyeret tiga tersangka, DD, Y alias AG, dan HS masih terus diusut. Polisi telah mengidentifikasi ada lima belas korban yang menjual ginjal lewat ketiga tersangka.

Kepala Sub Unit II Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse kriminal Mabes Polri Ajun Komisaris Polisi Chuck Putranto mengatakan penyidik sudah mengecek rumah sakit yang disinyalir menjadi tempat operasi transplantasi ginjal dari pendonor ke penerima donor.

"Rumah sakit (di Jakarta) bisa swasta, dan juga pemerintah, sementara (yang dicek) masih satu rumah sakit," kata Chuck, Senin (1/2/2016).

Proses penanganan kasus ini melibatkan Ikatan Dokter Indonesia. Penyidik, katanya, telah memeriksa 10 saksi.

"Sementara memang benar terjadi penjualan organ tubuh dalam hal ini ginjal. Kalau kita kenakan undang-undang perdagangan orang, itu eksploitasinya salah satunya adalah transplantasi organ. Jadi kita fokusnya ke situ. Sementara memang unsurnya terpenuhi," kata Chuck.

Penyidik telah mengidentifikasi 15 korban perdagangan ginjal dan masih terus mengembangkannya karena diyakini masih banyak korban.

"Untuk korban kami memang ada kendala karena sebelumnya para korban sudah diberitahu oleh para pelaku sebelumnya, bahwa mereka dalam hal ini mereka bisa dijadikan pelaku juga, atau turut dalam melakukan.Jadi takut mereka," kata Chuck.

"Lanjut Chuck saat ini tim penyidik Bareskrim sedang mencari tahu siapa saja korban dan membujuk korban untuk dijadikan saksi, dan tip Penyidik koordinasi pula dengan Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban.

"Ada beberapa tim ke sana (tempat korban) tim yang sedang meyakinkan dahulu para korban, nanti mereka mau baru kita periksa, kita juga koordinasi dengan LPSK," kata Chuck.

Dalam operasi, tersangka meyakinkan kepada calon pendonor bahwa bayarannya besar, sampai puluhan juta. Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa orang bisa hidup normal hanya dengan satu ginjal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jakarta Geger Perdagangan Ginjal, Kabareskrim: Jadi Perhatian PBB

Jakarta Geger Perdagangan Ginjal, Kabareskrim: Jadi Perhatian PBB

News | Senin, 01 Februari 2016 | 14:38 WIB

Bareskrim Geledah Rumah Tersangka Anggota Sindikat Penjual Ginjal

Bareskrim Geledah Rumah Tersangka Anggota Sindikat Penjual Ginjal

News | Jum'at, 29 Januari 2016 | 19:05 WIB

Tiga RS di Jakarta Terlibat Perdagangan Ginjal, Diduga Juga Liver

Tiga RS di Jakarta Terlibat Perdagangan Ginjal, Diduga Juga Liver

News | Kamis, 28 Januari 2016 | 21:18 WIB

Sindikat Perdagangan Ginjal, Pemesannya Ada yang Pengusaha

Sindikat Perdagangan Ginjal, Pemesannya Ada yang Pengusaha

News | Kamis, 28 Januari 2016 | 19:41 WIB

Berhasil Jual Ginjal Rp90 Juta, Lalu Jadi Calo Ginjal

Berhasil Jual Ginjal Rp90 Juta, Lalu Jadi Calo Ginjal

News | Kamis, 28 Januari 2016 | 18:42 WIB

Terkini

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:42 WIB

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:41 WIB

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:31 WIB

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 08:29 WIB

Review Blossoms of Power: Dua Hati yang Terikat dalam Konflik Kerajaan

Review Blossoms of Power: Dua Hati yang Terikat dalam Konflik Kerajaan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 08:20 WIB

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:12 WIB

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 08:09 WIB

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:06 WIB

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

×