Suara.com - Senyawa hidrogen sianida yang diyakini jenis racun yang dimasukkan ke dalam es kopi Vietnam yang kemudian merenggut nyawa Wayan Mirna Salihin (27) memiliki karakter sangat kuat.
"Sianida ini cukup cepat berdifusi dengan jaringan di sel tubuh, dalam waktu 15 detik pun bisa masuk di sel sel tubuh," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak di Mapolda Metro Jaya, Selasa, (2/2/2016).
Saat zat tersebut masuk ke dalam sel tubuh, dengan cepat mempengaruhi saluran pernapasan korban.
Kemudian dalam hitungan menit, senyawa tersebut dapat merusak saluran pernafasan.
"Dalam waktu tiga menit bisa mempengaruhi frekuensi dari pernafasan, cepat dan dangkal. Karena apa? Karena reaksi dari sianida itu tubuh memerlukan O2 yang banyak, sehingga cepat mengganggu pernafasan," kata dia.
Lebih jauh, Musyafak menjelaskan reaksi korban setelah terkena hidrogen sianida.
"Bisa kejang, dampaknya itu bisa kejang, bisa sampai koma, karena sianida ini kan memblok O2 yang dikasih sel sel tubuh sehingga sel sel tubuh kekurangan oksigen dan itu berbahaya untuk sel otak," katanya.
Senyawa tersebut, kata Musyafak, juga akan merusak jaringan-jaringan otot di bagian jantung korban.
"Dalam waktu 8-10 menit bisa terjadi gangguan aktivitas otot otot jantung yang dapat menyebabkan bisa kematian," kata dia.
Namun, Musyafak tidak berani mendahului penyidik dengan memastikan reaksi seperti itulah yang juga dialami Mirna setelah menyeruput es kopi Vietnam di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/1/2016).
"Nanti. Meskipun saya sudah melihat (rekaman kamera keamanan), tim penyidik yang akan menjelaskan," kata dia.