Masyarakat Adat Dayak: Kemana Lagi Kami Mencari Keadilan

Adhitya Himawan, Nikolaus Tolen

Minggu, 07 Februari 2016 | 13:13 WIB
Masyarakat Adat Dayak: Kemana Lagi Kami Mencari Keadilan
Perwakilan Suku Dayak, Kutai Barat, Kalimantan Timur, menemui Staf Khusus Presiden Joko WIdodo, Lenis Kogoya [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Masyarakat adat Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur sudah pasrah dan tidak tahu lagi bagaimana cara menyelamatkan tanah mereka dari serbuan perusahaan-perusahaan yang dengan sengaja menggusurnya untuk ditanam kelapa sawit. Padahal, mereka meraasa  apa yang perusahaan lakukan tidak memberikan manfaat sedikit pun kepada masyarakat.

"Sampai  sekrang ini, sudah tidak bisa, kita sudah melakukan banyak hal, kita sering lakukan pengaduan ke DPR, tapi tidak ada hasilnya. Kemana lagi kami mencari keadilan sudah, sudah tidak ada harapan lagi untuk mencari keadilan," kata Ketua Adat Kampung Muara Bombol Kecamatan Damai, Kutai Barat, Ruslan Gamas saat berbincang dengan Suara.com pada acara audiensi dengan staf khusus Presiden Jokowi, Lenis Kogoya, Rabu(3/2/2016) lalu.

Ruslan mengaku sudah melakukan segala upaya untuk menyelesaikan kasus terkait hak ulayat mereka. Ia mengatakan bahwa pihaknya saat ini hanya bisa berharap pada Pemerintah Pusat saja. Pasalnya, kalau penyelesaian kasus yang sama diserahkan ke Pemerintah Kabupaten, maka sudah dapat dipastikan tidak memiliki hasil.

"Kalau memang hanya melimpahkan ke Pemkab, maka sama saja, karena apa Pemkab ini sudah kenyang, jadi buat apa mereka, mereka tahu kelemahan-kelemahan masyarakat adat di sini, karena masyarakat adat disini ,orang orang yang pintar itu dia tutup mata, jadi kita mengharap kecamatan, mengharapkan polsek, DPR, karena mereka adalah wakilnya rakyat untuk memperjuangkan nasib-nasib rakyat ini, tapi yang ada apa? Ternyata tidak ada tindak lanjutnya," kata Ruslan.

Kesangsiannya tersebut didukung oleh sebuah kejadian, dimana pada saat itu dirinya hadir. Dia melihat, pemerintah Kabupaten menyerahkan sebuah amplop kepada para petugas audit dari Samarinda untuk mengaudit kinerja Kabupaten Kutai Barat. 

"Makanya saya disini, kalau saya melihat lembaga pemerintah yang ada di Kutai Barat ini tidak ammpu menyelsaikan kasus-kasus yang ada, karena kenapa, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, waktu pertemuan di makam Asri, diundang dari Samarinda sana untuk mengaudit kegiatan-kegiatan yang ada sesuai aturan, saya melihat dengan kepala sendiri, amplop dikasih manajer, apa ceritanya(hasilnya)," kata Ruslan.

Karenanya, satu-satunya harapan mereka saat ini adalah agar pemerintah pusat memberikan perhatian penuh kepada masalah mereka. Mereka tidak ingin tanah adat mereka terus digusur oleh perusahaan yang tidak memberikan keuntungan sedikit pun bagi mereka.

"Dua tanah kuburan sudah digusur, tidak ada ceritanya, jadi kalau Pemkab Kutai Barat, tidak ada harapan untuk berpihak pada masyarakat adat, makanya satu-satunya harapan kami adalah pemerintah Pusat," kata Ruslan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usai Terseret Kasus Penyadapan, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

Usai Terseret Kasus Penyadapan, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 06:00 WIB

Bagaimana Kerusakan Hutan Ancam Warisan Pangan Masyarakat Dayak Seberuang?

Bagaimana Kerusakan Hutan Ancam Warisan Pangan Masyarakat Dayak Seberuang?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

Mengapa Kerusakan Hutan Ancam Keberlangsungan Ritual Adat Masyarakat Sihaporas?

Mengapa Kerusakan Hutan Ancam Keberlangsungan Ritual Adat Masyarakat Sihaporas?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 14:44 WIB

Prabowo Pecat Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan, Keppres Sedang Diproses

Prabowo Pecat Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan, Keppres Sedang Diproses

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:25 WIB

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:57 WIB

Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri

Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:15 WIB

Kemarau Panjang di Kandangwesi, Bagaimana Masyarakat Adat Pulihkan Hutan Demi Jaga Sumber Air?

Kemarau Panjang di Kandangwesi, Bagaimana Masyarakat Adat Pulihkan Hutan Demi Jaga Sumber Air?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:18 WIB

Belajar Menjaga Harmoni dengan Laut Lewat Tradisi Tetulak Tamperan

Belajar Menjaga Harmoni dengan Laut Lewat Tradisi Tetulak Tamperan

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Terkini

Niat Hati Healing, Malah Jatuh Miskin: Kenali Jebakan Doom Shopping di Kala Stres!

Niat Hati Healing, Malah Jatuh Miskin: Kenali Jebakan Doom Shopping di Kala Stres!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:19 WIB

Jenderal yang Menanggalkan Gelar Andi, Kini Bergelar Pahlawan Nasional

Jenderal yang Menanggalkan Gelar Andi, Kini Bergelar Pahlawan Nasional

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 10:16 WIB

Bungkam Persiraja 5-0, Pelatih PSMS Medan Apresiasi Kerja Keras Pemain

Bungkam Persiraja 5-0, Pelatih PSMS Medan Apresiasi Kerja Keras Pemain

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 10:15 WIB

Revisi UU Keuangan Haji, Momentum BPKH Perkuat Kelembagaan Dana Umat

Revisi UU Keuangan Haji, Momentum BPKH Perkuat Kelembagaan Dana Umat

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 10:12 WIB

Ketika Menjadi Berbeda Justru Membuatmu Istimewa

Ketika Menjadi Berbeda Justru Membuatmu Istimewa

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:10 WIB

10 Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar oleh Orang dengan Weton Tulang Wangi

10 Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar oleh Orang dengan Weton Tulang Wangi

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 10:10 WIB

Hey Anak Manja! Selamat Dayang di Kamp Chi Ku

Hey Anak Manja! Selamat Dayang di Kamp Chi Ku

News | Minggu, 08 November 2026 | 10:05 WIB

Rela Ngutang demi Hajatan Mewah, tapi Anak Minta Kuliah Jawabnya "Gak Ada Biaya", Kok Bisa?

Rela Ngutang demi Hajatan Mewah, tapi Anak Minta Kuliah Jawabnya "Gak Ada Biaya", Kok Bisa?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:00 WIB

Karhutla Ganggu Air Bersih 1.314 KK di Kayong Utara, Bupati Romi Dorong Perbaikan Pipa Sungai Buloh

Karhutla Ganggu Air Bersih 1.314 KK di Kayong Utara, Bupati Romi Dorong Perbaikan Pipa Sungai Buloh

News | Minggu, 08 November 2026 | 09:55 WIB

Shin Tae-yong Ungkap Badai Flu Terjang Skuad Persija Jakarta

Shin Tae-yong Ungkap Badai Flu Terjang Skuad Persija Jakarta

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 09:50 WIB

×