Sejumlah Pemprov Diminta Segera Jemput Warga Eks Anggota Gafatar

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Selasa, 09 Februari 2016 | 05:13 WIB
Sejumlah Pemprov Diminta Segera Jemput Warga Eks Anggota Gafatar
Sebanyak 712 pengungsi mantan anggota Gafatar tiba di dermaga Kolinlamil TNI AL‎, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2016). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta agar masing-masing pemerintah provinsi menjemput warga eks Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar yang semuanya sudah berada di Jakarta.

"Informasinya memang warga eks Gafatar yang sudah semuanya berada di RPTC Bambu Apus, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dan Asrama Haji, Bekasi akan dipulangkan Selasa, 9 Februari.Semoga saja benar," ujar Mensos Khofifah Indar Parawansa di Medan, Senin.

 
Khofifah berada di Medan melakukan berbagai kegiatan termasuk melakukan peninjauan ke gudang Perum Bulog Divre Sumut di Jalan Mustafa.

Dia menegaskan, warga bekas pengikut Gafatar yang awalnya berada di Donohudan, Boyolali dan di Transipo, Surabaya sudah tidak ada lagi.

Para warga eks Gafatar yang sudah berada di RPTC Bambu Apus, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dan Asrama Haji, Bekasi ada sekitar 800-an orang lagi.

"Jumlah itu termasuk asal Sumut. Pemprov Sumut diminta segera memulangkan warganya seperti yang direncanakan usai libur Imlek atau Selasa ," katanya.

Diakui, menurut laporan, ujar Khofifah, tim Pemprov Sumut sudah berada di Jakarta dan siap memulangkan warga eks Gafatar.

"Pemulangan warga tanggung jawab masing-masing Pemprov. Pemerintah hanya menyediakan antara lain menyiapkan logistik dan pengobatan termasuk penanganan trauma selama di penampungan," katanya.

Setelah dijemput Pemprov, Mensos meminta pemkab/pemkot juga bersiap menangani eks Gafatar itu agar tidak ada perasaan warga tersebut merasa ditolak di daerahnya masing-masing.

Sekda Pemprov Sumut, H Hasban Ritonga sebelumnya mengaku sudah mengirim tim khususnya dari Kesbangpolinmas untuk menangani termasuk memulangkan eks Gafatar.

Pemprov Sumut sedang mempersiapkan anggaran yang dananya diambil dari pos pendanaan yang pas agar tidak bermasalah.

Menurut laporan, kata Sekda, jumlah eks Gafatar di tempat pengungsian itu tidak sampai 301 seperti yang disebut-sebut berbagai media.

Gafatar di Sumut terdaftar di Kesbangpolinmas sebagai organisasi masyarakat sejak 5 Desember 2011.

Dalam Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Nomor Inventarisasi: 25.A/BKB.POL-PM/XII/2011 di Kesbangpolinmas Sumut, kepengurusan Gafatar periode 2012-2014 diketuai Dadang Darmawan yang diketahui sebagai Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Sumatera Utara (USU). Sedangkan Sekretaris dan Bendahara tertera nama Sutrisno dan Subagio. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mendagri Minta Pemuka Agama Bina Eks Pengikut Gafatar

Mendagri Minta Pemuka Agama Bina Eks Pengikut Gafatar

News | Kamis, 04 Februari 2016 | 22:36 WIB

Pusat Kirim Radiogram ke Pemda Agar Tangani Eks Gafatar

Pusat Kirim Radiogram ke Pemda Agar Tangani Eks Gafatar

News | Kamis, 04 Februari 2016 | 20:00 WIB

Tangani Dugaan Penistaan Gafatar, Bareskrim Kirim Tim ke Kalbar

Tangani Dugaan Penistaan Gafatar, Bareskrim Kirim Tim ke Kalbar

News | Selasa, 02 Februari 2016 | 17:15 WIB

Terkini

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:21 WIB