Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi Masih Berpotensi Terjadi

Ardi Mandiri

Senin, 22 Februari 2016 | 04:43 WIB
Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi Masih Berpotensi Terjadi
Gunung Merapi [Antara/Suranto PMI Pakem]

Suara.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta menyatakan potensi banjir lahar dingin di sejumlah sungai berhulu Gunung Merapi masih berpotensi terjadi sehingga masyarakat yang biasa beraktivitas diminta waspada.

Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Kusdaryanto di Yogyakarta, Minggu, mengatakan lahar hujan berpotensi terjadi di kawasan sungai yang berhulu di Merapi.

"Namun potensi tersebut tergantung pada curah dan durasi hujan yang turun di puncak Gunung Merapi," katanya.

Menurut dia, hingga saat ini Sungai Gendol tetap menjadi aliran yang paling diwaspadai sebagai jalur utama banjir lahar dingin.

"Material vulkanis yang masih tersimpan di hulu Sungai Gendol ini masih cukup besar sehingga ancaman banjir lahar dingin di aliran Sungai Gendol juga cukup tinggi," katanya.

Ia mengatakan, dari data 2014 hulu Sungai Gendol di Desa Kepuharjo, Cangkringan ini masih terdapat material sebanyak 14 juta meter kubik yang sewaktu-waktu bisa meluncur menjadi banjir lahar dingin.

"Kedua Sungai Pabelan di Magelang, Jawa Tengah di sisi barat Gunung Merapi yang merupakan pertemuan tiga sungai, Sungai Senowo, Apu dan Trising," katanya.

Kusdaryanto mengatakan, secara umum, data 2014, sebanyak 40 juta meter kubik material masih berada di beberapa sungai berhulu di Gunung Merapi.

"Namun diprediksi material itu telah berkurang menjadi sekitar 34 juta meter kubik," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang beraktifitas di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Merapi agar meningkatkan kewaspadaan akan datangnya banjir lahar dingin.

"Kewaspadaan mastarakat yang beraktivitas di sungai berhulu Gunung Merapi harus lebih ditingkatkan lagi, karena potensi banjir lahar dingin masih tinggi," katanya.

Kepala Desa Kepuharjo Cangkringan Heri Suprapto menegaskan, sejak awal pihaknya sudah mengingatkan para penambang manual maupun truk pengangkut pasir yang berada di dalam Sungai Gendol untuk selalau waspada.

"Pada saat terjadi satu unit kendaraan bak terbuka terendam pasir dan satu truk terjebak di tengah aliran lahar hujan Sungai Gendol, Kaliadem, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Rabu (17/2), kami juga sudah mengingatkan agar mereka segera meninggalkan lokasi saat terjadi mendung di puncak Merapi," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya akan memantau terus, terutama ketika mendung di kawasan Gunung Merapi.

"Sudah ada petugas maupun yang mengingatkan melalui alat komunikasi HT bila cuaca kurang baik," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pohon Antiapi Ini Ditanam untuk Cegah Kebakaran di Hutan Merapi

Pohon Antiapi Ini Ditanam untuk Cegah Kebakaran di Hutan Merapi

News | Senin, 11 Januari 2016 | 22:35 WIB

Kebakaran Hutan di Lereng Merapi Telah Padam

Kebakaran Hutan di Lereng Merapi Telah Padam

News | Selasa, 03 November 2015 | 22:25 WIB

Terkini

Kenapa Wangi Parfum Cepat Hilang? Ini 7 Tips agar Aromanya Tahan Seharian

Kenapa Wangi Parfum Cepat Hilang? Ini 7 Tips agar Aromanya Tahan Seharian

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 15:24 WIB

Maarten Paes Bicara Persaingan dengan Emil Audero: Yang Penting Timnas Indonesia Juara

Maarten Paes Bicara Persaingan dengan Emil Audero: Yang Penting Timnas Indonesia Juara

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 15:23 WIB

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut Bak Apartemen

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut Bak Apartemen

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 15:23 WIB

Siswa SD Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng MBG, Anggota DPR Minta BGN Evaluasi Menu

Siswa SD Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng MBG, Anggota DPR Minta BGN Evaluasi Menu

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:22 WIB

Kabar Baik Industri Tekstil, Pemerintah Kaji Pembebasan PPN Pekerja Outsourcing

Kabar Baik Industri Tekstil, Pemerintah Kaji Pembebasan PPN Pekerja Outsourcing

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 15:19 WIB

5 Efek Pintu Depan Lurus Tembus ke Pintu Belakang Menurut Feng Shui

5 Efek Pintu Depan Lurus Tembus ke Pintu Belakang Menurut Feng Shui

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 15:19 WIB

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:18 WIB

Menkeu Suahasil Mau RI Belajar dari Korea Selatan demi Jadi Negara Maju

Menkeu Suahasil Mau RI Belajar dari Korea Selatan demi Jadi Negara Maju

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB

Mengabadikan Indonesia Lewat Lensa, BRI inFrame 2026 Angkat Cerita Ekonomi Kerakyatan

Mengabadikan Indonesia Lewat Lensa, BRI inFrame 2026 Angkat Cerita Ekonomi Kerakyatan

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB

Mengejar DP Rumah vs Beli Pengalaman: Mengapa Gen Z Memilih Realistis?

Mengejar DP Rumah vs Beli Pengalaman: Mengapa Gen Z Memilih Realistis?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB

×