Brigadir Petrus Mutilasi Dua Anak, Ini Pelajaran Buat Polri

Siswanto

Minggu, 28 Februari 2016 | 07:00 WIB
Brigadir Petrus Mutilasi Dua Anak, Ini Pelajaran Buat Polri
Ilustrasi anggota polisi (suara.com/Agung Sandy Lesmana)

Suara.com - Kasus anggota Satuan Intelkam Polres Melawi, Kalimantan Barat, Brigadir Petrus Bakus, membunuh dan memutilasi dua anak kandungnya yang masih di bawah umur, Fabian (4) dan Amora (3), di Asrama Polres Melawi, Gang Darul Falah, makin menunjukkan persoalan serius di lapisan bawah kepolisian. Yakni persoalan kejiwaan. Sayangnya, kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane, elite-elite Polri masih kurang serius menanganinya.

"IPW sangat prihatin dengan kasus mutilasi yang melibatkan polisi ini. Memang kita tidak bisa menggenalisir kasus ini. Tapi kasus ini bisa dilihat sebagai teori gunung es bahwa yang terpendam di dalam dinamika kehidupan lapisan bawah kepolisian ada persoalan kejiwaan yang perlu segera dicermati dan diatasi para elite di Mabes Polri," kata Neta dalam pernyataan tertulis kepada Suara.com, Minggu (28/2/2016).

Sebab, katanya, kasus mutilasi ini hanya bagian kecil dari sejumlah kasus sadis yang dilakukan para polisi lapisan bawah sejak beberapa tahun terakhir.

Berbagai kasus sadis yang dilakukan polisi lapisan bawah Polri mulai dari kasus salah tangkap, menyiksa tersangka, membunuh sesama polisi, membunuh pacar, membunuh istri, menembak atasan, polisi bunuh diri, dan terakhir memutilasi anak sendiri.

Tingginya tingkat kesadisan yang dilakukan para polisi itu dari tahun ke tahun dinilai menunjukkan betapa lemahnya proses rekrutmen di Polri. Seakan psikotes dalam rekrutmen itu tidak mampu menyaring figur-figur yang bermasalah. Sehingga dari tahun ke tahun polri selalu dihadapkan pada ulah polisi-polisi berwatak sadis yang jauh dari misi Polri yang ingin melayani, mengayomi, dan melindungi.

Kasus-kasus ini, katanya, tentu tak bisa didiamkan. Polri harus memperketat sistem rekrutnya dan meningkatkan pengawasan yang ketat kepada jajaran bawahnya agar perilaku sadis tidak berkembang pesat di jajaran kepolisian.

"Prioritas Polri adalah membenahi sistem rekrutnya. Isu bayar-membayar masuk polisi harus benar-benar diatasi agar orang-orang bermasalah tidak lolos menjadi polisi," kata Neta.

Dikatakan, psikotes masuk polisi harus profesional sehingga orang-orang yang bermasalah dengan kejiwaan tidak lolos menjadi polisi. Masa waktu pendidikan yang selama ini lima bulan harus diperpanjang menjadi satu tahun agar Polri benar-benar mendapatkan calon-calon polisi terbaik.

Terakhir, polisi-polisi yang bermasalah harus segera dikonseling dan mengikuti terapi psikologis agar tidak menjadi predator di masyarakat.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti angkat bicara mengenai kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap dua bocah itu.

"Menurut penjelasan istrinya (Windri) kemungkinan kerasukan‎," kata Haiti di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/2/2016).

Berdasarkan keterangan yang diberikan kepada penyidik, Petrus melakukan tindakan tersebut karena dorongan makhluk ghaib.

"Anaknya dibunuh katanya untuk persembahan," kata Kapolri.

Setelah menghabisi Fabian dan Amora, Petrus berniat membunuh istrinya juga. Untungnya, Windri punya akal untuk menyelamatkan diri.

"Rencananya istrinya juga akan dihabisi. Tetapi istrinya menyampaikan bahwa sebelum saya kamu bunuh, saya minta diambilkan minum air putih, lalu diambilkan dan dia lari ke luar sehingga dibantu oleh masyarakat," kata Kapolri.

Badrodin menambahkan berdasarkan pengakuan Windri kepada penyidik, beberapa hari terakhir, ting‎kah laku Petrus sudah terlihat janggal. Petrus sering mengigau seperti sedang ketakutan.

"Memang istrinya juga membenarkan bahwa yang bersangkutan itu beberapa hari ini kelihatan aneh, kemudian sering mengigau, semacam dikejar-kejar," tutur dia.

Badrodin telah mendapatkan laporan mengenai riwayat Petrus dari Kapolda Kalimantan Barat Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto. Sejak kecil, katanya, Petrus sudah sering kesurupan.

"Laporan Kapolda memang yang bersangkutan ini sejak umur 4 tahun sering mengalami semacam kemasukan atau kesurupan.‎ Itu tidak terdeteksi saat masuk polisi. Kini kasus ini sedang diproses dan ditangani," katanya.

BACA JUGA: 

Polda Metro Dapat Bukti Baru Saat Jessica Berada di Australia

Rio Haryanto Dua Kali "Spin", Manajer Manor: Saya Tidak Heran

Nikita Mirzani Enam Bulan Pacaran dengan Sammy

Gara-gara Ini, Eross Sempat Hentikan Konser Sheila On 7

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Brigadir Petrus Mutilasi Anak, Kapolri: Katanya Buat Persembahan

Brigadir Petrus Mutilasi Anak, Kapolri: Katanya Buat Persembahan

News | Jum'at, 26 Februari 2016 | 17:19 WIB

Brigadir Petrus Mutilasi Dua Anak Kandung, DPR: Harus Disidik!

Brigadir Petrus Mutilasi Dua Anak Kandung, DPR: Harus Disidik!

News | Jum'at, 26 Februari 2016 | 14:46 WIB

Geger di Kalbar, Akal Istri Agar Tak Dibunuh Brigadir Petrus

Geger di Kalbar, Akal Istri Agar Tak Dibunuh Brigadir Petrus

News | Jum'at, 26 Februari 2016 | 13:45 WIB

Brigadir Petrus Pembantai Anak Kandung Ngaku Sering Dapat Bisikan

Brigadir Petrus Pembantai Anak Kandung Ngaku Sering Dapat Bisikan

News | Jum'at, 26 Februari 2016 | 13:22 WIB

Terkini

Viral di Medsos, Wanita Asal Ciamis Diamankan Polisi Usai Diduga Unggah Konten Ajakan Demo

Viral di Medsos, Wanita Asal Ciamis Diamankan Polisi Usai Diduga Unggah Konten Ajakan Demo

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Bulog Perluas Penyaluran Beras Premium ke Ritel Modern, Jaga Ketersediaan Pasokan

Bulog Perluas Penyaluran Beras Premium ke Ritel Modern, Jaga Ketersediaan Pasokan

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Aturan Baru Pinjol, Data Nasabah Tidak Boleh Dijual dan Dibeli

Aturan Baru Pinjol, Data Nasabah Tidak Boleh Dijual dan Dibeli

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura

Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis

Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:37 WIB

Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner

Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:34 WIB

The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin

The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing

Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar

Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar

Lampung | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Gempa M 5,2 di Laut Pangandaran Dipicu Sesar Aktif, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,2 di Laut Pangandaran Dipicu Sesar Aktif, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:23 WIB

×