Larang Tayangan Lelaki "Melambai" di TV, Anggota KPI Disemprot

Siswanto, Nikolaus Tolen

Selasa, 01 Maret 2016 | 16:12 WIB
Larang Tayangan Lelaki "Melambai" di TV, Anggota KPI Disemprot
Koalisi Keberagaman Penyiaran Indonesia mendatangi gedung Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Selasa (1/3/2016) siang. [suara.com/Nikolaus Tolen]
Surat edaran Komisi Penyiaran Indonesia nomor 203/K/KPI/02/16 yang berisi seruan kepada media televisi dan radio agar jangan menyiarkan tayangan yang mengampanyekan lesbian, gay, biseksual, dan transgender terus menuai protes.

Hari ini, Koalisi Keberagaman Penyiaran Indonesia mendatangi gedung KPI di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan aspirasi.

Salah satu anggota dari koalisi, Ririn, mengatakan tidak terima dengan seruan KPI. Dia memprotes anggota KPI Sujarwanto Rahmat Arifin ketika menerima kedatangan koalisi di lobi gedung.

"Maaf nama mas siapa ya? Oh, iya, Mas Rahmat. Mas Rahmat pakai gelang yang sama dengan ibu saya, saya bisa katakan anda adalah perempuan, saya juga tadi pagi bertemu dengan Mas Bekti, dia berambut panjang, saya bisa panggil dia mbak karena rambutnya yang panjang. Jangan hanya melihat tampilan fisik seseorang, tetapi yang perlu diingat adalah esensinya," kata Ririn.

Tidak hanya sampai di situ, ketika Rahmat merespon dengan mengatakan KPI akan tetap istikhoma dengan aturan yang ada. Artinya, surat edaran yang telah dikeluarkan KPI akan tetap berlaktu karena sudah sesuai dengan konstitusi dan atas dasar masukan publik.

"Apa itu istikhoma, itu Bahasa Indonesia bukan. Gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dong, Ini bukan Arab, ini Indonesia," kata Ririn.

Setelah diprotes, Rahmat menjelaskan maksudnya mengatakan istikhoma.

"Istikhoma itu maksudnya konsisten, kita akan terus konsisten dengan aturan yang ada, tapi karena ada masukan pada hari ini, maka itu akan kita bawa ke rapat pleno kita nanti," kata Rahmat.

Koalisi mendatangi gedung KPI untuk meminta lembaga ini mencabut surat edaran agar TV dan radio tak menayangkan siaran berbau promosi LGBT.

Koalisi menilai langkah KPI sama artinya mendiskriminasi kalangan LGBT dan tidak menghormati hak asasi manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

GIB Dukung KPI Tolak Tayangan Kebanci-Bancian

GIB Dukung KPI Tolak Tayangan Kebanci-Bancian

News | Selasa, 01 Maret 2016 | 15:40 WIB

KPI Diprotes Gara-gara Serukan Stop Tayangan Lelaki "Melambai"

KPI Diprotes Gara-gara Serukan Stop Tayangan Lelaki "Melambai"

News | Selasa, 01 Maret 2016 | 13:16 WIB

Hari Solidaritas LGBT Nasional akan Diperingati Tertutup

Hari Solidaritas LGBT Nasional akan Diperingati Tertutup

News | Minggu, 28 Februari 2016 | 14:14 WIB

1 Maret Diperingati Hari Solidaritas LGBTIQ Nasional

1 Maret Diperingati Hari Solidaritas LGBTIQ Nasional

News | Minggu, 28 Februari 2016 | 10:58 WIB

Pangdam : Kehadiran Komunitas LGBT Dilarang Pemerintah

Pangdam : Kehadiran Komunitas LGBT Dilarang Pemerintah

News | Sabtu, 27 Februari 2016 | 03:15 WIB

Terkini

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:09 WIB

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 06:44 WIB

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

×