Ditipu, Puluhan Perempuan Bangladesh Jadi Budak Seks di Suriah

Ruben Setiawan

Selasa, 01 Maret 2016 | 20:46 WIB
Ditipu, Puluhan Perempuan Bangladesh Jadi Budak Seks di Suriah
Ilustrasi budak seks. (Shutterstock)

Suara.com - Puluhan perempuan Bangladesh dilaporkan jadi korban perdagangan manusia dan dipaksa bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau pekerja seks di negara-negara Timur Tengah. Awalnya, mereka bersedia berangkat ke Timur Tengah lantaran diiming-imingi pekerjaan dengan upah tinggi.

Laporan tersebut dikeluarkan oleh Kepala Batalion Aksi Cepat (RAB), pasukan khusus dari kepolisian Bangladesh, Komandan Khadaker Golam Sarowar. Khadaker mengatakan, timnya menemukan 45 kasus perempuan yang menjadi korban eksploitasi, penganiayaan, penyiksaan, atau pemerkosaan di Suriah, tahun lalu.

"Semua berawal dari seorang perempuan bernama Shahinoor yang berhasil kabur dari orang-orang yang menyekapnya di Suriah. Ia berhasil menghubungi ibunya yang kemudian melaporkan kepada kami," kata Khadaker kepada Reuters, Senin (29/1/2016).

Shahinoor, kata Khadaker, awalnya akan dibawa ke Lebanon. Namun, bersama lima perempuan lainnya, ia dibawa ke Dubai (Uni Emirat Arab), lalu ke Suriah di mana ia dijual ke beberapa orang yang berbeda, terkadang bekerja sebagai pembantu, terkadang sebagai budak seks. Khadaker mengatakan, menurut pengakuan Shahinoor, masih ada beberapa perempuan lain yang bernasib sama sepertinya.

BACA JUGA: 

Istri Pejabat Kemenpora Jadi Korban Pengeroyokan Usai Acara ILC

Khadaker mengatakan, saat ditemukan perempuan berusia 34 tahun tersebut dalam kondisi sakit dan tidak mampu bergerak. Katanya, pejabat Bangladesh yang berada di Suriah menerbangkan ia ke Dhaka untuk menjalani perawatan sakit ginjal yang ia derita.

Organisasi Imigrasi Internasional (IOM) memperkirakan, ada lebih dari 8 juta warga negara Bangladesh yang bekerja di luar negeri. Sebagian besarnya bekerja di negara-negara di Teluk Arab, Singapura, serta negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan lainnya.

Banyak yang memang bekerja di luar negeri atas keinginan mereka sendiri. Namun, pada akhirnya sebagian kerap mengalami situasi buruk, di mana mereka bekerja tanpa dibayar. Pasalnya, gaji mereka dipakai untuk menutupi ongkos jasa perekrutan yang seharusnya mereka bayar sebelum mulai bekerja.

Pekerja perempuan mengalami nasib yang lebih buruk. Sebagian besar dari mereka menjalani pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di negara-negara kawasan Arab. Tak jarang, mereka mengalami pelecehan.

Suriah, kata Khadaker, menjadi salah satu negara tujuan baru bagi para pelaku perdagangan manusia. Mereka menggunakan biro-biro perekrutan tenaga kerja yang ada di Bangladesh untuk membawa para calon tenaga kerja ke Yordania dan Lebanon. Kedua negara tersebut memang negara tujuan yang dilegalkan oleh Bangladesh.

Namun, oleh mereka, para tenaga kerja ini kemudian diberangkatkan ke Suriah. Di negara yang tengah dilanda konflik tersebut, para tenaga kerja diperdagangkan layaknya budak dari satu majikan ke majikan lainnya.

Polisi sudah menangkap delapan orang di Bangladesh yang terlibat dalam kasus ini. Sebagian besar tersangka adalah pemilik usaha dan karyawan perusahaan perekrutan tenaga kerja. Polisi tidak tebang pilih, mereka tetap menangkap siapapun yang terlibat, kendati ada diantara para tersangka yang tidak sadar bahwa mereka terlibat dalam jaringan perdagangan manusia internasional. Polisi belum merilis maupun menangkap para tersangka yang beroperasi di Suriah, Lebanon, dan Yordania.

Khadaker mengatakan, sebagian besar korban adalah perempuan yang berasal dari desa-desa terpencil di Bangladesh. Agar bisa direkrut mereka diwajibkan membayar jasa perekrutan sebesar 30.000 Taka atau setara Rp5 juta untuk kontrak kerja setahun dengan gaji bulanan 200 Dolar atau setara Rp2,6 juta.

"Mereka adalah perempuan tak berpendidikan, tak berdosa, yang datang dari desa-desa. Mereka tidak tahu apapun tentang Suriah dan apa yang sedang terjadi di sana. Mereka pikir mereka akan pergi ke Lebanon atau Yordania untuk mendapat kehidupan yang lebih baik," pungkas Khadaker. (Reuters)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Ini Kata Ahok Setelah Kalijodo Berhasil Ditutup

Ini yang Dipikirkan Perempuan Saat Bercinta

Jangan Pernah Mengonsumsi Sayur Bersantan Bersama Gorengan

Gara-gara Emoji, Bocah 12 Tahun Terancam Dipenjara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kronologis Warga Bangladesh Dieksekusi Mati di Arab Saudi karena Berbuat Asusila di Masjid

Kronologis Warga Bangladesh Dieksekusi Mati di Arab Saudi karena Berbuat Asusila di Masjid

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:31 WIB

Dituduh Berbuat Asusila di Masjid Makkah, Dua Warga Bangladesh Dieksekusi Mati

Dituduh Berbuat Asusila di Masjid Makkah, Dua Warga Bangladesh Dieksekusi Mati

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Pemerintah Bangladesh Investigasi Kekalahan 9-2 dan Foto Viral Dua Pemain di Klub Malam Jakarta

Pemerintah Bangladesh Investigasi Kekalahan 9-2 dan Foto Viral Dua Pemain di Klub Malam Jakarta

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Viral Diduga Dua Pemain Bangladesh di Klub Malam Jakarta Usai Dibantai Timnas Indonesia

Viral Diduga Dua Pemain Bangladesh di Klub Malam Jakarta Usai Dibantai Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:16 WIB

Media Italia Soroti Perjuangan Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Absolut Drama

Media Italia Soroti Perjuangan Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Absolut Drama

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Cara Menyakitkan Timnas Indonesia Gagalkan Malaysia ke Final Dipuji Setinggi Langit Media Eropa

Cara Menyakitkan Timnas Indonesia Gagalkan Malaysia ke Final Dipuji Setinggi Langit Media Eropa

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup, Lolos Dramatis hingga Menit Terakhir

Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup, Lolos Dramatis hingga Menit Terakhir

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Ole Romeny Ungkap Momen Gila Timnas Indonesia Bantai Bangladesh 9 Gol

Ole Romeny Ungkap Momen Gila Timnas Indonesia Bantai Bangladesh 9 Gol

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Mitchell Baker Menggila dengan 5 Gol, Kini Bidik Trofi Pertama Timnas Indonesia

Mitchell Baker Menggila dengan 5 Gol, Kini Bidik Trofi Pertama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Yunus Nusi Sampai Turun ke Lapangan Perkara Injury Time 2 Jadi 7 Menit

Yunus Nusi Sampai Turun ke Lapangan Perkara Injury Time 2 Jadi 7 Menit

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:31 WIB

Terkini

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

×