Komnas Perempuan: Larangan KPI Langgar Hak Kebebasan Berekspresi

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 02 Maret 2016 | 15:18 WIB
Komnas Perempuan: Larangan KPI Langgar Hak Kebebasan Berekspresi
Diskusi 'Menyoal Sensor' di LBH Jakarta. (suara.com/Ummi Hidayah Saleh)

Suara.com - Komisioner Komisi Nasional Perempuan (Komnas) Yunianti Chuzaifah khawatir menilai larangan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap program yang menayangkan tokoh lelaki yang berpenampilan seperti perempuan melanggaran hak kebebasan berekspresi. Itu adalah diskriminasi yang mengatasnamakan agama dan moralitas.

"Kita merasa salah merestui dengan yang mengatasnamakan agama. Kebijakan ini mengambil ranah demokrasi bahkan sensorship,"ujar Yunianti dalam diskusi dengan tema 'Menyoal Sensor' di Gedung LBH, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Menurut dia, surat edaran KPI itu sulit diterapkan. Bahkan berstandar ganda.

"Ini akan membatasi hak asasi kebebasan berekspresi. Kemerdekaan berkekspresi multak kecuali ada batas seperti pornografi, kekerasan anak, terorisme atau tindakan kekerasan, rasisme, selagi tidak mengarah kesana seharusnya ada ruang ekspresi," ucapnya.

"Nantinya ustad yang pakai jubah, orang yang main drama seperti perempuan nggak boleh, lalu wayang laki-laki jadi perempuan tidak boleh. Sstad yang TV yang gayanya seperti ngondek juga nggak boleh dong. Aturannya sangat sumir dan tidak jelas dan bisa dijalankan nggak? Kan sulit," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Larangan Lelaki Feminin di TV Dinilai Sebuah Penghinaan

Larangan Lelaki Feminin di TV Dinilai Sebuah Penghinaan

News | Rabu, 02 Maret 2016 | 13:32 WIB

Larang Siaran Lelaki "Melambai" di TV, KPI Ciptakan Pengangguran

Larang Siaran Lelaki "Melambai" di TV, KPI Ciptakan Pengangguran

News | Selasa, 01 Maret 2016 | 20:23 WIB

Surat Edaran KPI Berpotensi Mematikan Keberagaman di Indonesia

Surat Edaran KPI Berpotensi Mematikan Keberagaman di Indonesia

News | Selasa, 01 Maret 2016 | 18:51 WIB

Larang Tayangan Lelaki "Melambai" di TV, Anggota KPI Disemprot

Larang Tayangan Lelaki "Melambai" di TV, Anggota KPI Disemprot

News | Selasa, 01 Maret 2016 | 16:12 WIB

GIB Dukung KPI Tolak Tayangan Kebanci-Bancian

GIB Dukung KPI Tolak Tayangan Kebanci-Bancian

News | Selasa, 01 Maret 2016 | 15:40 WIB

KPI Diprotes Gara-gara Serukan Stop Tayangan Lelaki "Melambai"

KPI Diprotes Gara-gara Serukan Stop Tayangan Lelaki "Melambai"

News | Selasa, 01 Maret 2016 | 13:16 WIB

Hari Solidaritas LGBT Nasional akan Diperingati Tertutup

Hari Solidaritas LGBT Nasional akan Diperingati Tertutup

News | Minggu, 28 Februari 2016 | 14:14 WIB

1 Maret Diperingati Hari Solidaritas LGBTIQ Nasional

1 Maret Diperingati Hari Solidaritas LGBTIQ Nasional

News | Minggu, 28 Februari 2016 | 10:58 WIB

Pangdam : Kehadiran Komunitas LGBT Dilarang Pemerintah

Pangdam : Kehadiran Komunitas LGBT Dilarang Pemerintah

News | Sabtu, 27 Februari 2016 | 03:15 WIB

Ini Tantangan Industri Televisi versi Tantowi Yahya

Ini Tantangan Industri Televisi versi Tantowi Yahya

News | Jum'at, 26 Februari 2016 | 17:05 WIB

Terkini

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?

DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?

Video | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×