Kapolda Metro Ungkap Susahnya Polisi Melakukan Penyamaran

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Rabu, 02 Maret 2016 | 15:20 WIB
Kapolda Metro Ungkap Susahnya Polisi Melakukan Penyamaran
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes M. Iqbal [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian akan mengevaluasi sistem operasi penanganan kasus narkoba di lapangan. Ini merupakan buntut kasus anggota Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Timur Brigadir Polisi Satu Umar Seno Aji ditembak anggota TNI berpangkat kapten berinisial EM di tengah upaya menangkap bandar narkoba berinisial EA di depan gedung Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (1/2/2016) sekitar pukul 21.10 WIB.

"Kami evaluasi, mungkin ada anggota-anggota lain yang menggunakan identitas kepolisian di tempat keramaian publik seperti itu, selain anggota polisi yang berpakaian preman, supaya masyarakat tahu bahwa oh ini polisi yang bergerak," kata Tito di Polda Metro Jaya, Rabu (2/3/2016).

Tito mengakui penyelesaian persoalan ini tidak mudah.

"Karena kadang kami juga anggota polisi berpakaian preman sehingga pada saat di jalan mereka membawa senpi, kadang masyarakat mengira apakah ini polisi penegak hukum atau pelaku kejahatan. Kami kadang susah membedakan, itu problemnya di situ," kata dia.

Tito menyontohkan insiden teror di kawasan Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, pada pertengahan Januari 2014. Saat itu, kata dia, petugas polisi sempat mengira salah satu pelaku yang mengenakan pakaian sipil adalah anggota polisi.

"Contohnya kami waktu teror bom Tamrin-lah, waktu itu yang namanya Sunakim (pelaku) dikira Pak Karo Ops PMJ pikir itu anggota polisi, tapi ternyata teroris," kata dia.

Agar kasus salah paham seperti yang terjadi di TMII semalam tak terulang di masa mendatang, Tito melakukan evaluasi.

"Nggak ada masalah, karena semua sudah ditangani. Ini kan yang jadi korban anggota Polri, di Polres Jaktim, Kapolres sudah melakukan penjelasan kepada anggota," kata Tito.

Tito menegaskan penembakan di TMII tidak berhubungan dengan operasi penangkapan bandar narkoba. Kapten EM menyangka anggota polisi berpakaian preman tersebut ingin membegalnya sehingga dia membela diri.

"Karena anggota reserse ini berpakaian preman dia membawa senjata sehingga kemudian dia disuruh berhenti dia pikir ini adalah mungkin begal sehingga dia langsung mengeluarkan tembakan juga," kata Tito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolda Beberkan Kenapa Anggotanya Ditembak saat Tangkap Bandar

Kapolda Beberkan Kenapa Anggotanya Ditembak saat Tangkap Bandar

News | Rabu, 02 Maret 2016 | 14:43 WIB

Kronologis Personel TNI Tembak Polisi di TMII

Kronologis Personel TNI Tembak Polisi di TMII

News | Rabu, 02 Maret 2016 | 12:57 WIB

Apes, Anggota Polres Jaktim Ditembak Tentara Saat Tangkap Bandar

Apes, Anggota Polres Jaktim Ditembak Tentara Saat Tangkap Bandar

News | Rabu, 02 Maret 2016 | 11:59 WIB

Terkini

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 21:53 WIB

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Video | Rabu, 09 September 2026 | 21:45 WIB

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:22 WIB

×