Ahok akan Didemo Massa di KPK Rabu Nanti

Siswanto, Bagus Santosa

Senin, 14 Maret 2016 | 00:03 WIB
Ahok akan Didemo Massa di KPK Rabu Nanti
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) [suara.com/Bowo Raharjo]
Kelompok massa yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Islam Indonesia Jakarta akan demonstrasi untuk mendesak lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengusut  kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
 
"Kami sebagai ormas di Jakarta. Ini ada temuan BPK yang dilaporkan ke KPK dan sampai sekarang belum ditindaklanjuti KPK. Karena itu, kami akan lakukan aksi pada Rabu (16/3/2016) KPK," kata ‎Ketua GPII Jakarta, Miftahudin, di markas GPIIMenteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/3/2016).
 
Sampai sekarang, penyidik KPK telah memeriksa 33 orang terkait penyelidikan kasus pengadaan tahan RS Sumber Waras. Namun, KPK belum menemukan indikasi korupsi dalam kasus tersebut. Kendati demikian, penyidik terus mendalami laporan adanya kerugian negara akibat pembelian lahan.
 
Miftahudin mengatakan demonstrasi dengan tema 'Tangkap Ahok' nanti akan didukung oleh 22 elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan. Dia mengklaim massa yang akan turun ke jalan mencapai 500 orang.
 
"Tuntutan kami supaya KPK memeriksa temuan BPK tentang dugaan korupsi dan penyelewengan Sumber Waras," ujarnya.
 
Miftahudin mengatakan aksi ini tidak bernuansa politis, meski dilaksanakan di tengah rencana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju lagi ke bursa Pilkada DKI Jakarta tahun 2017.
 
"Pilkada kan 15 Februari 2017, masih ada sekitar satu tahun lagi. Kasus Sumber Waras ini sudah lama. Kami menuntut KPK untuk memeriksa ini. Ini hanya aksi lanjutan. Nggak ada urusan dengan pilkada," ‎kata Miftahuddin.
 
Pemerintah membeli lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras senilai Rp800 miliar. Dananya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan tahun 2014.

Suara.com - Menurut Badan Pemeriksa Keuangan proses pengadaan lahan tak sesuai dengan prosedur. BPK menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membeli tersebut dengan harga yang lebih mahal.

BPK menilai pembelian tahan tersebut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp191 miliar.

BPK juga menemukan enam indikasi penyimpangan dalam proses pengadaan tanah yaitu penyimpangan dalam tahap perencanaan, tim, pengadaan pembelian lahan, penganggaran, penyerahan hasil, dan penentuan harga.

Gerakan Pemuda Islam Indonesia Jakarta selama ini selalu mengkritisi Gubernur Jakarta. Misalnya, ketika Ahok menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 228 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pendapat di Muka Umum. Gerakan ini menilai aturan tersebut mengancam hak konstitusional warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Dianggap Nekat Maju di Jalur Independen

Ahok Dianggap Nekat Maju di Jalur Independen

News | Minggu, 13 Maret 2016 | 20:23 WIB

Unggul di Survei, Ahok Belum Tentu Menang Pilgub DKI

Unggul di Survei, Ahok Belum Tentu Menang Pilgub DKI

News | Minggu, 13 Maret 2016 | 17:58 WIB

Kata Warga Jakarta soal Isu Deparpolisasi

Kata Warga Jakarta soal Isu Deparpolisasi

News | Minggu, 13 Maret 2016 | 13:42 WIB

Terkini

SKB Buka Jalan bagi Anak Putus Sekolah untuk Kembali Meraih Harapan

SKB Buka Jalan bagi Anak Putus Sekolah untuk Kembali Meraih Harapan

News | Senin, 21 September 2026 | 11:48 WIB

Keji, Pria Pengangguran Rudapaksa Anak Bawah Umur di Kampar

Keji, Pria Pengangguran Rudapaksa Anak Bawah Umur di Kampar

Riau | Senin, 21 September 2026 | 11:47 WIB

Lengkap! Ini Proses Terbentuknya Gunung Anak Krakatau dari Kaldera Purba

Lengkap! Ini Proses Terbentuknya Gunung Anak Krakatau dari Kaldera Purba

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 11:46 WIB

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan Gratis bagi 44 Ribu Lebih Anak Keluarga Miskin

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan Gratis bagi 44 Ribu Lebih Anak Keluarga Miskin

News | Senin, 21 September 2026 | 11:44 WIB

Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully

Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 11:44 WIB

Usai Kasus Jule, Sahroni Kembali Desak Vape Dilarang Total di Indonesia

Usai Kasus Jule, Sahroni Kembali Desak Vape Dilarang Total di Indonesia

News | Senin, 21 September 2026 | 11:39 WIB

Menkeu Lantik 5 Pejabat Pajak Baru, Minta DJP Bangun Sistem Kredibel & Adil

Menkeu Lantik 5 Pejabat Pajak Baru, Minta DJP Bangun Sistem Kredibel & Adil

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 11:39 WIB

Bangladesh Krisis Striker, Thomas Dooley Keliling Dunia Cari Mesin Gol Jelang vs Timnas Indonesia

Bangladesh Krisis Striker, Thomas Dooley Keliling Dunia Cari Mesin Gol Jelang vs Timnas Indonesia

Bola | Senin, 21 September 2026 | 11:35 WIB

Gimana Cara Mengintip Story TikTok Tanpa Ketahuan? Pakai Trik Alternatif Ini Saja!

Gimana Cara Mengintip Story TikTok Tanpa Ketahuan? Pakai Trik Alternatif Ini Saja!

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 11:34 WIB

Geger Tapir Masuk Kebun Sawit di Mesuji, Mantan Bupati Khamamik Turun Gunung Evakuasi

Geger Tapir Masuk Kebun Sawit di Mesuji, Mantan Bupati Khamamik Turun Gunung Evakuasi

Lampung | Senin, 21 September 2026 | 11:33 WIB

×