Mahathir Mohamad Terima Gelar Doktor Kehormatan dari UMY

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Kamis, 17 Maret 2016 | 17:43 WIB
Mahathir Mohamad Terima Gelar Doktor Kehormatan dari UMY
Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, saat di Kuala Lumpur, October 2015 lalu. 17/3/2016 [Reuters/Olivia Harris/files]

Suara.com - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa (kehormatan) dalam bidang Studi Perdamaian dan Islam dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Dalam acara penganugerahan gelar doktor kehormatan di Sportorium kampus terpadu UMY, Kamis (17/3/2016), itu penyematan kalung kehormatan dan penyerahan ijazah Doktor Honoris Causa kepada Mahathir dilakukan oleh Rektor UMY, Bambang Cipto.

"Terima kasih. Saya harap ini bukan sekadar pemberian gelar doktor kehormatan kepada saya, melainkan juga menjadi bukti bahwa kita semua menerima konsep perdamaian dan menjadikan perang sebagai salah satu tindakan kriminal," kata Mahathir, saat memberikan sambutannya.

Mahathir mengatakan bahwa hingga saat ini, masih relatif banyak negara yang primitif, yang menyelesaikan konflik masih dengan perang. Bahkan menurutnya, belakangan ini cara-cara peperangan dengan menggunakan bom dan roket justru banyak ditempuh oleh negara-negara Islam.

"Kita melihat ratusan ribu orang terbunuh dalam peperangan di Suriah, Yaman. Cara itu tidak menyelesaikan masalah, tetapi justru menimbulkan kerusakan dan pembantaian setiap hari," kata Mahathir.

Menurut tokoh Malaysia itu lagi, para penguasa negara-negara Islam tersebut seharusnya menyadari bahwa perang merupakan praktik yang jauh dari ajaran Islam. Ditegaskannya, sesuai dengan ajaran dalam kitab suci Alquran, dalam segala aspek kehidupan, perdamaian merupakan yang utama.

"Islam adalah agama damai. Kabilah atau komunitas negara-negara Arab memang kerap berperang. Akan tetapi, setelah datang ajaran Islam, (mereka) stop perang dan menerima perdamaian. Para penguasa (kini) itu berdosa karena tidak mengamalkan sesuai dengan ajaran Islam," katanya.

Sementara, Rektor UMY, Bambang Cipto, menilai gelar Doktor Honoris Causa bidang perdamaian dan Islam tersebut pantas dianugerahkan kepada Mahathir, mengingat peran dan usahanya dalam menyuarakan perdamaian dunia. Menurut Bambang, beberapa pertimbangan tim penilai akademik menganugerahkan gelar kepada Mahathir, terutama terkait dengan komitmen Mahathir yang dinilai kuat dalam memasyarakatkan kecintaan terhadap perdamaian melalui pembentukan "Criminalise War Club" di kalangan elite Malaysia, yang disertai internalisasi nilai-nilai perdamaian melalui lomba esai dan menggambar bagi anak-anak di seluruh dunia.

Selain itu, menurut Bambang lagi, tim juga memperhatikan ketegasan dan keberanian Mahathir dalam penyelenggaraan Peradilan Kriminalisasi Perang pada tanggal 19-22 November 2011 terhadap George W Bush sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) dan Tony Blair sebagai PM Inggris dalam kasus serangan terhadap Baghdad pada tahun 2003.

Aktivitas perdamaian yang dilakukan oleh Mahathir yang dinilai tidak kalah penting, menurut Bambang pula, adalah terselenggaranya Mahathir Global Peace School (MGPS), yang merupakan juga bentuk kerja sama antara UMY dan Yayasan Perdana Global Peace Foundation (PGPF) sejak 2005, yang hingga saat ini telah dilaksanakan sebanyak empat kali.

"Kami mengetahui satu hal, bahwa Tun Mahathir memang sangat concern dan benar-benar teguh dalam memegang konsep dan pemikirannya untuk mewujudkan perdamaian di dunia," tegas Bambang. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Enam Nelayan Indonesia Ditangkap Polisi Maritim Malaysia

Enam Nelayan Indonesia Ditangkap Polisi Maritim Malaysia

News | Selasa, 15 Maret 2016 | 11:43 WIB

Kelompok 6 Negara Arab Labeli Hizbullah sebagai Teroris

Kelompok 6 Negara Arab Labeli Hizbullah sebagai Teroris

News | Rabu, 02 Maret 2016 | 17:47 WIB

Mahathir Sebut UMNO Pendukung Korupsi, Mundur dari Partai

Mahathir Sebut UMNO Pendukung Korupsi, Mundur dari Partai

News | Selasa, 01 Maret 2016 | 05:21 WIB

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerjasama Militer

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerjasama Militer

News | Senin, 01 Februari 2016 | 05:52 WIB

Terkini

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB