Washington DC Kembali Operasikan Kereta Bawah Tanah

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 18 Maret 2016 | 00:01 WIB
Washington DC Kembali Operasikan Kereta Bawah Tanah
Ilustrasi kereta bawah tanah. [Shutterstock]

Suara.com - Sistem kereta bawah tanah Washington D.C. akan kembali dibuka pada Kamis (17/3/2016) setelah ditutup selama sehari untuk pemeriksaan keamanan darurat yang memaksa para penumpang melawan padatnya kemacetan dengan menggunakan bus, sepeda, bahkan papan seluncur.

Metrorail Washington, sistem kereta bawah tanak tersibuk kedua di Amerika Serikat, akan dibuka kembali pada 5.00 (16.00 WIB) setelah para kru menyelesaikan pemeriksaan terhadap kabel listrik, Paul Wiedefeld, manajer umum dari Kewenangan Transit Wilayah Metropolitan Washington (WMATA) mengatakan pada Rabu (Kamis WIB 17/3/2016).

Dia mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa beberapa stasiun dari 91 stasiun di sistem sepanjang 190 kilometer itu kemungkinan akan tetap ditutup jika perbaikan belum selesai pada saat yang dijadwalkan.

"Keinginan kami adalah untuk menyelesaikannya pada sore ini," Wiedefeld mengatakan. Dia menambahkan bahwa sebanyak 26 kabel yang cacat telah ditemukan dan 18 di antaranya telah diperbaiki.

Penutupan Metrorail pada Selasa tengah malam (11.00 WIB) menyebabkan sekitar 700.000 orang yang mengendarai sistem tersebut tiap harinya menyampaikan keluhan bahwa mereka tidak memiliki banyak waktu untuk bersiap sebelum penutupan itu diumumkan pada Selasa siang. Penutupan itu bertujuan untuk memberikan waktu kepada para kru pengamanan untuk memeriksa 600 kabel bawah tanah yang beresiko dapat menimbulkan kebakaran.

Penutupan itu juga menuai kekhawatiran terkait keamanan sebuah sistem yang melayani ibu kota Amerika Serikat serta lingkungan Maryland dan Virginia yang telah lama diganggu oleh adanya terowongan yang berasap, kerusakan dan sejumlah kecelakaan mematikan. Itu merupakan pertama kalinya sistem itu ditutup untuk sesuatu selain gangguan cuaca sejak dibuka pada 1970an.

Penutupan tersebut bukanlah sebuah rejeki untuk para supir taksi, banyak di antaranya mengatakan kemacetan hebat merugikan bisnis mereka.

Rayna Smith, 30, mengatakan bahwa hanya terdapat ruang berdiri saja di dalam bus yang dia kendarai untuk menuju tempat kerjanya di Dewan Wilayah Columbia, tidak biasa karena biasanya dia mendapatkan tempat duduk dengan kendaraan yang biasa dia gunakan.

"Sangat penuh sesak, namun itu juga sangat tenang, tidak ada seorangpun yang berbicara, saya rasa semuanya menderita dalam tenang," Smith mengatakan.

Sejumlah kantor pemerintahan Amerika Serikat, Kongres dan sebagian besar sekolah masih terbuka, meskipun kantor manajemen personalia, yang memantau tenaga kerja federal, memberikan pilihan untuk cuti atau bekerja di rumah kepada para pegawainya.

Menteri Transportasi Amerika Serikat Anthony Foxx mengatakan penutupan kereta bawah tanah di ibukota Amerika Serikat (AS) tersebut diperlukan untuk sebuah sistem yang telah menewaskan 18 orang dalam kecelakaan kereta selama 34 thahun terakhir.

"WMATA memiliki sebuah daftar permasalahan keamanan yang panjang dan tersusun rapi serta perlu untuk bekerja keras demi memperbaikinya," Foxx mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Sementara penutupan ini tidaklah nyaman, mereka melakukan hal yang benar dengan menempatkan keselamatan para penumpang dan pekerja mereka sebagai prioritas utama," tambahnya.

Infrastruktur yang buruk Ted Cox, seorang pengacara imigrasi berusia 62 tahun dari new York, merupakan salah seorang dari sekian orang yang mengeluhkan infrastruktur yang bobrok dan kemacetan yang dikarenakan penutupan kereta bawah tanah yang tidak terjadwal ini.

"Negara macam apa ini, bahwa ibu kota negara tidak dapat menjalankan sebuah sistem kereta bawah tanah?" dia mengatakan. "Itu seperti setara dengan infrastruktur di bagian negara lain. Semoga saja ini mendapatkan perhatian dari para pejabat negara untuk mengatasi masalah infrastruktur secara umum," dia menambahkan.

Para supir taksi mengatakan kemacetan yang ada membatasi jumlah perjalanan yang dapat mereka lakukan.

Beberapa pengguna jasa kendaraan umum mengungkapkan keluhan mereka dalam akun Twitter terkait penundaan dan penuhnya bus, membuat tagar #MetroShutdown dan menjadi tagar paling populer di Amerika Serikat pada Rabu pagi.

Seorang pengguna bercanda dengan mengatakan bahwa kota harus membanjiri terowongan bawah tanah hingga setinggi peron dan menggunakan gondola seperti yang ada di Venesia daripada kereta api.

Pelayanan kendaraan Uber mengatakan mereka akan meningkatkan harga di wilayah Washington sebesar 3,9 kali tarif dasar selama penutupan. Perusahaan pesaing yang berasal dari San Fransisco, Lyft, mengatakan mereka memberikan diskon sebesar 20 dolar kepada para penumpang baru untuk penggunaan awal.

Sejumlah pengguna menggunakan langkah yang lebih kreatif untuk mengatasi biaya transportasi mereka. Brendan Norwood Pearson, seorang mahasiswa berusia 20 tahun dari Universitas Amerika, mengatakan bahwa dia sedang berada di kelas pada saat dia menyadari penutupan kereta bawah tanah dapat menyebabkan dirinya terlambat untuk bekerja di Museum Udara dan Angkasa Smithsonian.

Dia memutuskan sebagai pilihan terbaiknya, adalah sebuah papan luncur atau skateboard yang dia gunakan di jalanan.

"Bus memerlukan waktu yang lama untuk tiba disini, sebuah papan seluncur hanya memerlukan waktu 35 menit untuk mencapainya," Nordwood Pearson mengatakan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Kemlu China Peringatkan AS, Sebut Perang Iran Tak Seharusnya Terjadi

Kemlu China Peringatkan AS, Sebut Perang Iran Tak Seharusnya Terjadi

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:35 WIB

Marco Rubio: Harga Bensin Tinggi Tak Akan Paksa AS Beri Konsesi ke Iran

Marco Rubio: Harga Bensin Tinggi Tak Akan Paksa AS Beri Konsesi ke Iran

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:50 WIB

Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi

Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:27 WIB

99,9 Persen Tiket Ekonomi PSO Kereta Api Ludes Saat Long Weekend, Eksekutif Masih Banyak Kosong

99,9 Persen Tiket Ekonomi PSO Kereta Api Ludes Saat Long Weekend, Eksekutif Masih Banyak Kosong

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Klarifikasi Resmi Timnas Irak Terkait Isu Visa Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026

Klarifikasi Resmi Timnas Irak Terkait Isu Visa Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:35 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket

Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB

Suporter Bebas Uang Jaminan Visa AS Saat Piala Dunia 2026, Standar Ganda Imigrasi Trump Disorot

Suporter Bebas Uang Jaminan Visa AS Saat Piala Dunia 2026, Standar Ganda Imigrasi Trump Disorot

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Xi Jinping Ancam Donald Trump Perang Terbuka Jika AS Terus Ikut Campur Urusan Taiwan.

Xi Jinping Ancam Donald Trump Perang Terbuka Jika AS Terus Ikut Campur Urusan Taiwan.

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:48 WIB

Terkini

Imigrasi Dalami Dugaan Tindak Pidana Keimigrasian 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online Internasional

Imigrasi Dalami Dugaan Tindak Pidana Keimigrasian 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online Internasional

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:02 WIB

Pakar Militer Minta Kemenhan RI Tak Asal Beli Kapal Tanpa Rudal, Sindir Tren Alutsista Ompong

Pakar Militer Minta Kemenhan RI Tak Asal Beli Kapal Tanpa Rudal, Sindir Tren Alutsista Ompong

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:02 WIB

Fix Tutup! Disparekraf DKI Cabut Izin B-Fashion dan The Seven Terkait Narkoba

Fix Tutup! Disparekraf DKI Cabut Izin B-Fashion dan The Seven Terkait Narkoba

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:47 WIB

Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!

Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:37 WIB

Satpol PP DKI Jaring 8 PPKS di Mampang Usai Viral Pengemis Padati Trotoar

Satpol PP DKI Jaring 8 PPKS di Mampang Usai Viral Pengemis Padati Trotoar

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:37 WIB

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:25 WIB

96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga

96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:22 WIB

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:14 WIB

WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun

WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:06 WIB

Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat

Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:31 WIB