Demo Sopir Angkutan Jakarta, Warga Hindari Kawasan Ini

Tomi Tresnady, Agung Sandy Lesmana

Selasa, 22 Maret 2016 | 06:37 WIB
Demo Sopir Angkutan Jakarta, Warga Hindari Kawasan Ini
Puluhan sopir transportasi pariwisata Bali berunjukrasa di Gedung DPRD Bali, Kamis (21/1) menolak Uber Taxi dan Grab Taxi. (Antara)

Sekitar 10 ribu para sopir angkutan umum yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) akan melakukan aksi unjuk rasa menolak keberadaan transportasi berbasis online. Mereka akan melakukan demo di gedung DPR dan Istana Negara, Selasa (22/3/2016) hari ini.

Untuk mengantisipasi kemacetan terkait aksi demo sopir, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal mengatakan pengalihan arus lalulintas akan diberlakukan secara situasional. Menurut Iqbal pihaknya akan menutup sementara akses menuju jalan yang dijadikan tempat para sopir melakukan aksi unjuk rasa.

"Makanya itu ada pengalihan arus lalu lintas. Jadi ketika mereka sedang melakukan titik kumpul ‎di Merdeka Barat, kami akan mengalihkan arus. Nanti kalau mereka sudah di satu lokasi di depan Istana, nanti kita buka lagi," kata Iqbal di Polda Metro Jaya, Senin (21/3/2016) malam.

Dia pun mengimbau agar masyarakat tidak melintasi sejumlah kawasan di Jakarta saat para sopir melakukan aksi demo. Menurut informasi yang dihimpun, para sopir akan melakukan aksi unjuk rasa dari pukul 10.00 hingga 18.00 WIB.

"Imbauan bagi pengguna jalan agar menghindari akses di gedung DPR dan Istana. Tapi kita akan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat," kata dia.

Iqbal juga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov DKI untuk bisa menyiapkan transportasi alternatif untuk mengantisipasi mogok para sopir angkutan. Iqbal juga menambahkan, Pemprov DKI sudah menyiapkan lahan parkir untuk para pendemo.

"Yang jelas Pemprov sudah siapkan angkutan-angkutan. Mereka memarkirkan di IRTI, tidak lagi di tengah-tengah jalan dan sebagainya," katanya.

Dikatakan Iqbal, sebanyak 6 ribu personel gabungan disiapkan untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa tersebut.

"Kita mengeluarkan lebih dari 6 ribu personel gabungan antara BKO TNI, Mabes Polri, Polda Metro Jaya dan jajaran," kata dia.

Untuk mengantisipasi adanya kericuhan dalam aksi tersebut, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah kendaraan taktis seperti Baracuda dan Water Canon.

"Untuk antisipasi itu kita sudah maping. Yang jelas, penggalangan maksimal. Terus kita sudah menyiapkan satgas-satgas, baik dari Anti-Huruhara, Sabhara, terus sesuai eskalasi dari Brimob dan tim penegakan hukum juga ada," kata dia.

Namun demikian, Iqbal menjamin jika aksi tersebut akan berlangsung kondusif.

"Tetapi besok kami kira kondusif, teman-teman dari angkutan umum memahami tentang penyampaian pendapat di muka umum dan tidak mengganggu lalu lintas," kata Iqbal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Syarat Kemenhub Agar Uber dan Grab Car Jadi Legal

Syarat Kemenhub Agar Uber dan Grab Car Jadi Legal

News | Senin, 21 Maret 2016 | 16:01 WIB

5.000 Pasukan Amankan Demo Sopir Angkutan Jakarta Besok

5.000 Pasukan Amankan Demo Sopir Angkutan Jakarta Besok

News | Senin, 21 Maret 2016 | 14:44 WIB

Pengakuan Sopir Uber Telah Membunuh Enam Orang

Pengakuan Sopir Uber Telah Membunuh Enam Orang

News | Sabtu, 19 Maret 2016 | 08:00 WIB

Fadli Zon: Transportasi Online Banyak Membantu

Fadli Zon: Transportasi Online Banyak Membantu

News | Rabu, 16 Maret 2016 | 18:14 WIB

Bekraf: Negara Juga Dirugikan Transportasi Online

Bekraf: Negara Juga Dirugikan Transportasi Online

News | Rabu, 16 Maret 2016 | 16:32 WIB

Kepala Bekraf Protes Taksi Online Ingin Diblokir

Kepala Bekraf Protes Taksi Online Ingin Diblokir

News | Rabu, 16 Maret 2016 | 13:39 WIB

Terkini

Setir Mobil Bergetar Hebat Saat Kecepatan Tinggi? Kenali "Kode" Bahayanya dan Solusi Jitunya

Setir Mobil Bergetar Hebat Saat Kecepatan Tinggi? Kenali "Kode" Bahayanya dan Solusi Jitunya

Otomotif | Minggu, 19 Juli 2026 | 10:16 WIB

Michael Olise Mengubur Rekor Assist Pele Setelah Bertahan Setengah Abad di Piala Dunia

Michael Olise Mengubur Rekor Assist Pele Setelah Bertahan Setengah Abad di Piala Dunia

Bola | Minggu, 19 Juli 2026 | 10:15 WIB

Final Piala Dunia 2026 Tayang di Mana? Ini Cara Menonton Gratis dan Berbayar

Final Piala Dunia 2026 Tayang di Mana? Ini Cara Menonton Gratis dan Berbayar

Bola | Minggu, 19 Juli 2026 | 10:10 WIB

Gandeng KDEI Taipei, BRI Fokus Tingkatkan Akses Inklusi Keuangan bagi Pekerja Migran

Gandeng KDEI Taipei, BRI Fokus Tingkatkan Akses Inklusi Keuangan bagi Pekerja Migran

Bri | Minggu, 19 Juli 2026 | 10:10 WIB

Badai Petir Terjang New York Jelang Final Piala Dunia 2026

Badai Petir Terjang New York Jelang Final Piala Dunia 2026

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 10:05 WIB

Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam

Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 10:05 WIB

Kabar Terbaru Stok BBM di Medan, Driver Ojol Klaim Tak Ada Antrean

Kabar Terbaru Stok BBM di Medan, Driver Ojol Klaim Tak Ada Antrean

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 09:54 WIB

5 Lipstik Bahan Alami yang Aman untuk Bumil dan Busui, Bahkan Wudhu Friendly!

5 Lipstik Bahan Alami yang Aman untuk Bumil dan Busui, Bahkan Wudhu Friendly!

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 09:46 WIB

Final Piala Dunia 2026: Spanyol dan Dialektika Tiki-Taka yang Mengubah Sejarah

Final Piala Dunia 2026: Spanyol dan Dialektika Tiki-Taka yang Mengubah Sejarah

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 09:45 WIB

Serangan Balas Dendam Amerika, Pangkalan Iran di Pulau Qeshm dan Bandar Abbas Dibom Bertubi-tubi

Serangan Balas Dendam Amerika, Pangkalan Iran di Pulau Qeshm dan Bandar Abbas Dibom Bertubi-tubi

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 09:35 WIB

×