Ahok Dipojokkan Kasus Podomoro, Teman Ahok Malah Makin Kuat

Siswanto

Minggu, 03 April 2016 | 15:39 WIB
Ahok Dipojokkan Kasus Podomoro, Teman Ahok Malah Makin Kuat
Tokoh masyarakat Pulau Kelapa, Haji Machrus, di posko Teman Ahok [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Dalam operasi tangkap tangan, Kamis (31/3/2016) malam, KPK menangkap anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M. Sanusi dan karyawan PT. Agung Podomoro Land (Tbk), Trinanda Prihantoro, dalam kasus dugaan suap. Sanusi dan Trinanda kemudian ditetapkan menjadi tersangka. Sanusi jadi tersangka penerima suap. Keesokan harinya, Jumat (1/4/2016), Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Ariesman Widjaja menyerahkan diri setelah ditetapkan menjadi tersangka penyuap.

Ariesman selama ini dikenal dekat dengan Gubernur Jakarta Basuki Tajahaja Purnama (Ahok). Ahok sering meminta pengembang tersebut menyalurkan dana sosial perusahaan untuk membantu pembangunan Jakarta. Bahkan, Ahok sampai tak keberatan disebut Gubernur Podomoro.

Di media sosial, Ahok dikait-kaitkan dengan kasus tersebut. Misalnya, muncul hastag #AhokPodomoro dan #KandangkanAhok. Meme Ahok Gubernur Podomoro pun bertebaran di media sosial.

Apakah hal tersebut akan mempengaruhi dukungan relawan Teman Ahok yang selama ini sedang memperjuangkan Ahok maju lewat jalur independen ke pilkada Jakarta periode 2017-2022?

"Pengaruhnya pasti ada, bahkan sangat berpengaruh, tapi pengaruh yang positif. Semakin Pak Ahok dipojokkan, warga akan semakin yakin untuk mempertahankan beliau jadi gubernur untuk kedua kalinya," kata Wakil Ketua Relawan Teman Ahok di posko Teman Ahok, Fathony, Graha Pejaten, Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (3/4/2016).

Ahok tak hanya sekali ini diserang. Dulu sebelum pemerintah menggusur tempat prostitusi di Kalijodo, Ahok juga dihajar lawan politik. Tapi, tidak mempengaruhi citra Ahok di mata relawan.

"Itu sudah terbukti lho waktu penggusuran Kalijodo, pak Ahok dipojokkan di sana sini, tapi pengumpulan KTP semakin banyak, peningkatannya drastis," kata Fathony.

Fathoni mengatakan warga Jakarta sekarang sudah semakin cerdas, sudah bisa membedakan mana yang benar dan mana yang provokatif.

"Ini Jakarta, warganya semakin hari semakin cerdas, pasti mereka tahu mama yang benar dan mana sekedar provokasi, kita lihat saja, kebenaran pasti akan terungkap dengan sendirinya," kata Fathony.

Sanusi ditangkap dalam operasi tangkap tangan lantaran diduga menerima suap sebesar Rp2 miliar dari pengembang Agung Podomoro Land terkait pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

Selain Sanusi dan Trinanda, ketika itu penyidik juga mengamankan GER dan BER -- yang berperan sebagai perantara.

Dalam operasi malam itu, KPK menyita barang bukti uang sebesar Rp1,1 miliar.

Sanusi merupakan salah satu kader Gerindra yang masuk daftar penjaringan bakal calon gubernur Jakarta.

Sebelum ditangkap KPK, Sanusi kerab mengkritik penyidik KPK yang menurutnya terlalu lamban menangani kasus pembelian lahan milik Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat. Sasaran tembaknya adalah Ahok. Dia menilai lambannya pengusutan kasus tersebut karena ada campur tangan Ahok. (Dian Rosmala)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Sanusi, Habiburokhman: Save DKI dari Orang Mental "Basuki"

Kasus Sanusi, Habiburokhman: Save DKI dari Orang Mental "Basuki"

News | Minggu, 03 April 2016 | 13:49 WIB

Sanusi Ditangkap, Citra Gerindra Jelang Pilkada DKI Taruhannya

Sanusi Ditangkap, Citra Gerindra Jelang Pilkada DKI Taruhannya

News | Minggu, 03 April 2016 | 13:23 WIB

Hasil Penggeledahan KPK di DPRD DKI soal Korupsi Reklamasi

Hasil Penggeledahan KPK di DPRD DKI soal Korupsi Reklamasi

News | Sabtu, 02 April 2016 | 20:48 WIB

Nelayan Desak Presiden Stop Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

Nelayan Desak Presiden Stop Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

News | Sabtu, 02 April 2016 | 20:31 WIB

Alasan Reklamasi Teluk Jakarta Harus Ditolak Versi Nelayan

Alasan Reklamasi Teluk Jakarta Harus Ditolak Versi Nelayan

News | Sabtu, 02 April 2016 | 19:29 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×