Ahok Siap Dipanggil KPK soal Suap Reklamasi Teluk Jakarta

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 04 April 2016 | 10:17 WIB
Ahok Siap Dipanggil KPK soal Suap Reklamasi Teluk Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meninjau salah satu sekolah di SMA 30 Jakarta, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok siap dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap dalam proyek reklamasi Teluk Jakarta. Korupsi ini telah menetapkan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi sebagai tersangka.

"Oh siap dong, kita harus hargai dan kasih keterangan kenapa seperti ini?" kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/4/2016)

Ahok memastikan akan membeberkan semua data yang berkaitan dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi dan Pulau-Pulau Kecil dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta. Ahok pun janji akan menyerahkan segala hal yang dibutuhkan penyidik KPK.

"KPK kan pasti tanya kita, kita akan kasih data semua prosesnya seperti apa. Kita tunggu aja mereka minta data apa kami kirim," ucap Ahok.

Menurut Ahok, pembahasan soal proyek reklamasi Teluk Jakarta juga melibatkan banyak pihak. Dia mengatakan pastinya akan lebih dahulu memanggil pejabat daerah seperti Sekretaris Daerah Saefullah.

"Ini kan yang membahas juga bukan saya kan, kemarin kan sekda yang mimpin, saya hanya disposisi kebijakan, KPK pasti panggil mereka dulu. Kalau ada keterangan hubungan dengan saya pasti akan panggil saya," katanya

Sebelumnya diketahui Sanusi dan Presiden Direktur (Presdir) PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja, telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi dan Pulau-Pulau Kecil dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT), Kamis (31/3/2016) malam di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Dalam OTT itu, tim KPK menyita uang senilai Rp1,14 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Puji UN Berbasis Komputer Paling Benar

Ahok Puji UN Berbasis Komputer Paling Benar

News | Senin, 04 April 2016 | 10:09 WIB

Tinjau UN, Ahok: Kalian Harus Ingat Doa

Tinjau UN, Ahok: Kalian Harus Ingat Doa

News | Senin, 04 April 2016 | 10:02 WIB

Sanusi Disuap Bos Podomoro, Lulung: Bos Agung Sedayu Juga Dicekal

Sanusi Disuap Bos Podomoro, Lulung: Bos Agung Sedayu Juga Dicekal

News | Minggu, 03 April 2016 | 19:49 WIB

Surya Paloh Siap Tendang Anggota DPR Nasdem Main Anggaran

Surya Paloh Siap Tendang Anggota DPR Nasdem Main Anggaran

News | Minggu, 03 April 2016 | 18:58 WIB

Paloh Ungkap Pernah Didatangi Ahok Sambil Ngaku Tak Punya Uang

Paloh Ungkap Pernah Didatangi Ahok Sambil Ngaku Tak Punya Uang

News | Minggu, 03 April 2016 | 18:15 WIB

Paloh: Publik Eneg Lihat Elite Tukang Tipu, Nasdem Dukung Ahok

Paloh: Publik Eneg Lihat Elite Tukang Tipu, Nasdem Dukung Ahok

News | Minggu, 03 April 2016 | 16:15 WIB

Ahok Dipojokkan Kasus Podomoro, Teman Ahok Malah Makin Kuat

Ahok Dipojokkan Kasus Podomoro, Teman Ahok Malah Makin Kuat

News | Minggu, 03 April 2016 | 15:39 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×