Gaya Bicara Disoal PKS, Fahri: Kita Kembali ke Zaman Kegelapan

Siswanto | Welly Hidayat | Suara.com

Senin, 04 April 2016 | 12:23 WIB
Gaya Bicara Disoal PKS, Fahri: Kita Kembali ke Zaman Kegelapan
Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PKS Fahri Hamzah dipecat dari keanggotaan partainya, antara lain karena sejumlah pernyataannya dianggap kontroversial, kontraproduktif, dan tidak sejalan dengan arahan partai.

Dalam konferensi pers siang ini di DPR, Fahri tidak menerima begitu saja keputusan partainya.

"Kalau kata-kata saya, saya sudah bilang itu persoalan gaya. Kalau gaya kemudian menjadi bagian-bagian pasal hukum, berarti kita kembali ke zaman kegelapan. Gaya ini sudah jadi bagian khazanah bangsa Indonesia," kata Fahri.

Fahri terus mempertanyakan alasan partainya memutuskan memberhentikannya dari seluruh struktur partai.

"Jadi ada apa sehingga layak saya diberhentikan dari jenjang seluruh keanggotaan partai," kata dia.

Fahri merasa tidak mendapatkan keadilan karena ada kader partainya yang jelas-jelas melakukan kesalahan, tetapi tetap diberhentikan.

Fahri mengatakan dalam pertemuan-pertemuan dengan ketua majelis syuro partai, Fahri mengaku selalu menjaga suasana agar tetap dialektif.

"Saya tidak punya tradisi menjilat, saya tidak mau mengagung-agungkan sopan santun lebih penting dari kebenaran. Saya bicara apa adanya. Oleh sebagian orang, gaya bicara ini dianggap teror, kurang ajar," kata Fahri.

Fahri menegaskan sebagian anggota partai maupun anggota dewan, tidak ada catatan pelanggaran yang dilakukannya.

"Yang terjadi seolah-olah ini ada keinginan pribadi, pimpinan partai, yang tidak saya penuhi. Mungkin karena tekanan atau apa," katanya.

Dalam penjelasan secara tertulis, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman membeberkan sejumlah pernyataan Fahri sebagai wakil PKS di DPR yang dinilai kontroversial.

Pertama, Fahri pernah menyebut "rada-rada bloon‟ untuk para anggota DPR RI.

"Pernyataan ini diadukan oleh sebagian anggota DPR RI ke Mahkamah Kehormatan Dewan dan dikemudian hari FH diputus oleh MKD melakukan pelanggaran kode etik ringan," demikian pernyataan tertulis Sohibul.

Kedua, Fahri pernah mengatasnamakan DPR RI telah sepakat untuk membubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi.
 
Ketiga, Fahri pernah pasang badan untuk tujuh proyek DPR RI yang mana hal tersebut bukan merupakan arahan pimpinan partai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fahri Hamzah: Seolah Saya Punya Masalah Berat

Fahri Hamzah: Seolah Saya Punya Masalah Berat

News | Senin, 04 April 2016 | 11:55 WIB

Fahri Hamzah: Pemecatan karena Keinginan Pribadi Presiden PKS

Fahri Hamzah: Pemecatan karena Keinginan Pribadi Presiden PKS

News | Senin, 04 April 2016 | 11:40 WIB

Terkini

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:54 WIB

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:14 WIB

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:29 WIB

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:20 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:57 WIB

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB