Suara.com - Menteri Pertanian dan Pangan Jerman Christian Schmidt mendatangi kantor Menteri Koordinator Bidang Perekononian, Darmin Nasution untuk membahas persiapan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Jerman untuk meningkatkan kerjasama terutama terkait ekspor.
"Ada beberapa yang dibahas. Presiden kan falam waktu dekat akan ada kunjungan ke Jerman, dimana dia membawahi portofolio untuk menteri pertanian dan pangan," kata Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional, Rizal Affandi saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2016).
Ia menjelaskan, dalam pertemuan kali ini, Jerman menyoroti terkait sertifikasi produk hasil hutan yang diekspor Indonesia ke Jerman, khususnya para pelaku UKM belum dilengkapi sertifikasi.
"Jadi kan dia fokus sama sertifikasi. Tapi sudah dijelaskan, sekarang kita sudah lebih siap, sebanyak 98 persen produk ekspor kita sudah bersertifikasi yang disebut dengan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) untuk kelulusan dari mana pohon, dan seterusnya. Itu tadi dijelaskan panjang lebar oleh pak menteri," katanya.
Selain itu, lanjut Rizal, Jerman juga berniat menanamkan investasinya di Indonesia terutama disektor industri obat-obatan.
"Nah ini kita sambut baik. Sejalan dengan program pemerkntahkan ya g kebijakan revisi DNI. Kan 100 persen sekarang boleh asing biar daya saing kita bisa meningkat," ungkapnya.