YLKI Minta Toko Tak Sediakan Plastik Belanja

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 13 April 2016 | 13:05 WIB
YLKI Minta Toko Tak Sediakan Plastik Belanja
Kantong plastik di salah satu mini market di Pasar Rumput, Jakarta, Senin (21/2). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah mengkaji uang sistem plastik berbayar. Seharusnya minimarket tidak menyediakan plastik di ritel sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap kantong.

Alasannya sistem kantong plastik berbayar ternyata tidak efektif mengurangi konsumsi kantong plastik di Indonesia. Pembeli memilih membayar Rp200 daripada membawa kantong belanja sediri.

Hal itu disampaikan YLKI dalam kajian hasil survei tentang efektifitas uji coba kebijakan kantong plastik berbayar pada ritel modern di Jakarta. Peneliti YLKI, Natalya Kurniawati menjelaskan survei tersebut dilakukan atas dasar keresahan, mengingat data yang dikeluarkan Greeneration Indonesia dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bahwa Indonesia menjadi negara dengan peringkat kedua setelah Cina yang menyumbang sampah plastik di Dunia.

"Ritel dan pemerintah mesti beralih menerapkan kebijakan dalam taraf ekstream, yaitu tidak lagi menyediakan kantong plastik untuk mengurangi potensi sampah kantong plastik secara signifikan," kata Natalya, di Kantor YLKI, Jalan Pancoran Barat VII, No. 1 Duren Tiga, Jakarta Selatan, rabu (13/4/2016).

YLKI mencatat Indonesia menjadi negara kedua yang paling banyak menyumbang sampah plastik di dunia setelah Cina. Petahun, Indonesia menggunakan 9,8 miliar kantong plastik.

"Kebijakan pemerintah luncurkan uji coba kantong plastik berbayar itu sejalan dengan visi yang diusung oleh YLKI, yaitu green consumer," tuturnya.

"Namun demikian, YLKI melihat masih banyak aspek yang harus dipenuhi sebelum kebijakan ini benar-benar ditetapkan setelah selesainya masa uji coba, seperti hak konsumen akan sosialisasi secara masif, dan penanaman nilai edukasi dari kebijakan ini, serta dihadirkannya alternatif solusi bagi konsumen," tegasnya.

Ia juga berharap pemerintah meninjau ulang efektifitas kebijakan tersebut, terlebih dengan ditetapkannya harga kantong plastik berbayar yang hanya minimal Rp200.

"Kebijakan ini harus dikaji ulang, khususnya harga minimun yang ditetapkan itu, cuma Rp200. Itu sudah efektif atau belum? Harapannyakan dengan adanya kebijakan plastik berbayar itu perilaku konsumen bisa berubah, misalnya mereka membawa kantong sendiri saat belanja," katanya. (Dian Rosmala)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Cepat dan Aman Kecilkan Pipi Tembem

Cara Cepat dan Aman Kecilkan Pipi Tembem

Health | Jum'at, 08 April 2016 | 13:31 WIB

Gantikan Kantung Plastik, Banjarmasin Dorong Penggunaan Bakul

Gantikan Kantung Plastik, Banjarmasin Dorong Penggunaan Bakul

News | Senin, 28 Maret 2016 | 09:11 WIB

Rencana Belanja Konsumen Pengaruhi Jumlah Sampah

Rencana Belanja Konsumen Pengaruhi Jumlah Sampah

News | Jum'at, 18 Maret 2016 | 09:57 WIB

Kurang Sosialisasi, Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Diprotes

Kurang Sosialisasi, Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Diprotes

Lifestyle | Sabtu, 27 Februari 2016 | 11:20 WIB

Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Butuh Sosialisasi

Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Butuh Sosialisasi

News | Jum'at, 26 Februari 2016 | 00:41 WIB

Ini Dia, Cerita Dibalik Jersey Plastik Messi Milik Murtaza

Ini Dia, Cerita Dibalik Jersey Plastik Messi Milik Murtaza

Bola | Kamis, 25 Februari 2016 | 20:45 WIB

Akhirnya, Bocah Ini Dapat Jersey Bertanda Tangan Messi

Akhirnya, Bocah Ini Dapat Jersey Bertanda Tangan Messi

Bola | Kamis, 25 Februari 2016 | 20:20 WIB

Ahok Minta Toko Modern Sediakan Kantong Plastik Ramah Lingkungan

Ahok Minta Toko Modern Sediakan Kantong Plastik Ramah Lingkungan

News | Rabu, 24 Februari 2016 | 06:39 WIB

Tak Gunakan Plastik Ramah Lingkungan, DKI akan Denda Rp5-25 Juta

Tak Gunakan Plastik Ramah Lingkungan, DKI akan Denda Rp5-25 Juta

News | Selasa, 23 Februari 2016 | 19:49 WIB

Layak Ditiru, Pemuda Ini Bikin Kantong Belanja Sendiri

Layak Ditiru, Pemuda Ini Bikin Kantong Belanja Sendiri

Your Say | Selasa, 23 Februari 2016 | 12:52 WIB

Terkini

Survei: Skor Kepemimpinan Gibran Cuma 4,4, Kompetensi Terendah Kedua

Survei: Skor Kepemimpinan Gibran Cuma 4,4, Kompetensi Terendah Kedua

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:11 WIB

Bangunan Meledak di Pasar Cimanggis, Benarkah Milik Program MBG? Ini Kata Jubir BGN

Bangunan Meledak di Pasar Cimanggis, Benarkah Milik Program MBG? Ini Kata Jubir BGN

Video | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:10 WIB

InJourney Perluas Kemitraan di JWITF 2026, Dorong Akses Pasar Global bagi Pariwisata Indonesia

InJourney Perluas Kemitraan di JWITF 2026, Dorong Akses Pasar Global bagi Pariwisata Indonesia

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Kilau Sang Diva: Anggun dan Simfoni Berlian yang Memikat di Panggung SNADA

Kilau Sang Diva: Anggun dan Simfoni Berlian yang Memikat di Panggung SNADA

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:05 WIB

4 Sheet Mask Lemon Lokal Buat Hempas Wajah Kusam dan Lelah Akibat Sinar UVA

4 Sheet Mask Lemon Lokal Buat Hempas Wajah Kusam dan Lelah Akibat Sinar UVA

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Herman Deru Sebut Karhutla Sumsel Tersisa 6,9 Hektar, Bagaimana dengan 3.800 Hektar Lahan Terbakar

Herman Deru Sebut Karhutla Sumsel Tersisa 6,9 Hektar, Bagaimana dengan 3.800 Hektar Lahan Terbakar

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:57 WIB

Arti Mimpi Dikejar Seseorang atau Hewan, Baik Sambil Bawa Benda Tajam atau Tidak

Arti Mimpi Dikejar Seseorang atau Hewan, Baik Sambil Bawa Benda Tajam atau Tidak

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Korupsi Nikel Rp401 M: Dirut PT CNI Jadi Tersangka, Berperan Ekspor Ilegal dan Menyuap

Korupsi Nikel Rp401 M: Dirut PT CNI Jadi Tersangka, Berperan Ekspor Ilegal dan Menyuap

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:53 WIB

Siskaeee Diduga Sindir Keras Adik Prabowo: Korban Karhutla Berjatuhan, Malah Bicara Untung

Siskaeee Diduga Sindir Keras Adik Prabowo: Korban Karhutla Berjatuhan, Malah Bicara Untung

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:49 WIB

Bahaya Deepfake AI: Dari Manipulasi Wajah Sultan hingga Krisis Kepercayaan

Bahaya Deepfake AI: Dari Manipulasi Wajah Sultan hingga Krisis Kepercayaan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:45 WIB

×