Usai Ketemu Presiden, DPR: Setuju Beri Kenyamanan Pengusaha

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Jum'at, 15 April 2016 | 13:48 WIB
Usai Ketemu Presiden, DPR: Setuju Beri Kenyamanan Pengusaha
Suasana pertemuan pimpinan DPR RI dengan Presiden Joko Widodo beserta sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (15/4/2016) pagi. [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Usai rapat konsultasi dengan Presiden Joko Widodo di Istana, Jumat (15/4/2016), Ketua DPR dari Fraksi Golkar Ade Komarudin mengatakan muncul keinginan bersama untuk mempercepat penyelesaian Rancangan Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak atau tax amnesty.

"Tujuan rapat konsultasi itu dalam rangka percepatan pembahasan RUU tax amnesty," kata Ade di DPR, Jumat (15/4/2016).

"‎Tapi beliau (Presiden) tidak menyampaikan target. Memang setelah mendapat penjelasan dari beliau, teman-teman optimis bahwa akan cukup besar masuk ke negara, bukan hanya untuk penerimaan, tetapi uang kembali berbondong-bondong istilahnya dari luar negeri ke sini. Ini yang disebar ke luar negeri jadi dibawa balik, pulang ke rumahnya sendiri kita," Ade menambahkan.

Dia mengungkapkan sejumlah isu muncul dalam rapat bersama Presiden tadi. Yaitu, soal target dari penerapan RUU, apalagi pemerintah mengklaim memiliki data yang valid mengenai pengusaha atau perorangan yang menyimpan dana di luar negeri.

"Dalam rapat tadi disampaikan bahwa kita optimis mesti tidak disebutkan angkanya berapa. Tapi yang pasti, kalau merujuk pada pernyataan Presiden Jokowi kita optimis bahwa ternyata pemerintah punya data. Bukan hanya perusahaan di Singapura dan lain-lain. Dan, kalau potensi sangat besar seperti itu kita optimis," kata Ade.

Ade menambahkan dalam rapat juga ada kesepahaman tentang pemberian kenyamanan kepada pengusaha agar mereka mau membawa pulang uang ke Indonesia.

"Beri ini keamanan dan kenyamanan, dan jangan sampai meng-clear-kan ada masalah lagi secara hukum," kata dia.

Selain itu, juga muncul kesepahaman mengenai pembahasan RUU akan dilanjutkan dengan RUU tentang Ketentuan Umum Perpanjangan dan RUU tentang Lalu Lintas Devisa.

"Itu tupoksi Komisi XI, dan tadi ada kesepakatan antar pemerintah dan DPR. Kemarin juga sudah mulai rapat kerja dengan Menkeu dan Menkumham dan Komisi XI. Pekan depan, akan rapat kembali untuk masukan dari para pakar. Kemudian, setelah itu pembahasan daftar inventaris masalah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengapa Fraksi PDIP Getol Kawal RUU Tax Amnesty?

Mengapa Fraksi PDIP Getol Kawal RUU Tax Amnesty?

News | Kamis, 14 April 2016 | 16:14 WIB

RUU Belum Kelar, FITRA Pertanyakan Target Penerimaan Tax Amnesty

RUU Belum Kelar, FITRA Pertanyakan Target Penerimaan Tax Amnesty

Bisnis | Kamis, 14 April 2016 | 12:42 WIB

Apindo: Tax Amnesty Harus Sasar Ekonomi Ilegal

Apindo: Tax Amnesty Harus Sasar Ekonomi Ilegal

Bisnis | Kamis, 14 April 2016 | 04:09 WIB

Apindo: Pengampunan Pajak Juga Harus Menyasar Pasar Ilegal

Apindo: Pengampunan Pajak Juga Harus Menyasar Pasar Ilegal

Bisnis | Kamis, 14 April 2016 | 02:31 WIB

HIPMI Desak Pemerintah Pastikan Tax Amnesty Efektif

HIPMI Desak Pemerintah Pastikan Tax Amnesty Efektif

Bisnis | Rabu, 13 April 2016 | 17:49 WIB

Terkini

Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot

Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:39 WIB

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:38 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:37 WIB

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:29 WIB

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:25 WIB

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:14 WIB

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:02 WIB