Ahok Klaim Bongkar Dua Proyek Agung Sedayu Group

Pebriansyah Ariefana | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Jum'at, 15 April 2016 | 14:48 WIB
Ahok Klaim Bongkar Dua Proyek Agung Sedayu Group
Bos PT Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan, diperiksa KPK, Jakarta, Rabu, (13/4). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengklaim sudah membongkar bangunan Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan. Perusahaan ini tersandung kasus suap reklamasi Teluk Jakarta.

Memurut Ahok, bangunan milik Aguan yang ditertibkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak berizin atau berada di jalur hijau. Bangunan yang telah dibongkar berada di kantor pemasaran Apartemen Fatmawati City Center, Jakarta Selatan dan salah satu apartemen The Mansion At Dukuh Golf Kemayoran, Jakarta Pusat milik Aguan.

"Tapi kalau dia bangun di jalur hijau atau di zona ketinggian melebihi akan saya bongkar. Saya sudah bongkar dua proyek Agung Sedayu Group, satu di Kemayoran apartemen. Kemarin saya sudah peringatin tapi masih bandel kami bongkar di kawasan Fatmawati," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Setelah membongkar bangunan atau tempat usaha milik Aguan yang berada di Kemayoran dan Fatmawati, Pemprov DKI saat ini tengah mengincar satu kawasan yang dilirik Aguan untuk dijadikan usaha namun bermasalah. Itu ada di kawasan Kedoya Jakarta Barat. Masalahnya pembangunannya melebihi Koefisiensi Luas Bangunan (KLB) yang telah disepakati.

"Nah ini saya mau bongkar lagi di Kedoya Apartemen, sudah dijual, melebihi KLB. Kalau dia melebihi KLB kalau di daerah yang boleh naik KLB dia mau bayar denda saya nggak bongkar, itu boleh," kata Ahok.

"Tapi kalau nggak boleh naik, saya bongkar dong. Terus kalau sudah jual bagiamana? Ya kamu kembalikan lah duit orang kamu beli balik, setelah itu saya bongkar," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dunia Usaha Dukung Reklamasi Teluk Jakarta Segera Diselesaikan

Dunia Usaha Dukung Reklamasi Teluk Jakarta Segera Diselesaikan

Bisnis | Jum'at, 15 April 2016 | 13:35 WIB

Skandal Reklamasi, Pimpinan KADIN Akui Ada Pengusaha Serakah

Skandal Reklamasi, Pimpinan KADIN Akui Ada Pengusaha Serakah

News | Jum'at, 15 April 2016 | 12:41 WIB

Ahok Tahu Aguan Pernah Panggil Pimpinan DPRD

Ahok Tahu Aguan Pernah Panggil Pimpinan DPRD

News | Jum'at, 15 April 2016 | 12:17 WIB

Ahok Bertaruh Jika Reklamasi Teluk Jakarta Bisa Dihentikan

Ahok Bertaruh Jika Reklamasi Teluk Jakarta Bisa Dihentikan

News | Jum'at, 15 April 2016 | 11:30 WIB

Skandal Reklamasi, Staf Ahok Kembali Diperiksa KPK Hari Ini

Skandal Reklamasi, Staf Ahok Kembali Diperiksa KPK Hari Ini

News | Jum'at, 15 April 2016 | 11:05 WIB

Ahok Beberkan Pesan Jokowi Soal Reklamasi Teluk Jakarta

Ahok Beberkan Pesan Jokowi Soal Reklamasi Teluk Jakarta

News | Jum'at, 15 April 2016 | 10:47 WIB

Politisi Gerindra Heran, Kenapa Reklamasi Teluk Jakarta Berlanjut

Politisi Gerindra Heran, Kenapa Reklamasi Teluk Jakarta Berlanjut

News | Jum'at, 15 April 2016 | 10:06 WIB

Podomoro: Muara Wisesa Bukan Anak Usaha, Tapi Cucu

Podomoro: Muara Wisesa Bukan Anak Usaha, Tapi Cucu

News | Kamis, 14 April 2016 | 20:17 WIB

Diperiksa 9 Jam, Heru Dicecar Penyidik KPK Soal Raperda Reklamasi

Diperiksa 9 Jam, Heru Dicecar Penyidik KPK Soal Raperda Reklamasi

News | Kamis, 14 April 2016 | 19:11 WIB

Terkini

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:57 WIB

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:53 WIB

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:29 WIB

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:18 WIB

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:09 WIB

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

News | Minggu, 26 April 2026 | 07:24 WIB

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

News | Minggu, 26 April 2026 | 06:00 WIB

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

News | Minggu, 26 April 2026 | 00:01 WIB

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

News | Sabtu, 25 April 2026 | 22:05 WIB

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 21:05 WIB