Suara.com - Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir memberi kuliah umum kepada ratusan mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen). Kuliah umum digelar di auditorium kampus Abepura, Kota Jayapura, Senin (18/4/2016).
Kuliah umum Masir berjudul 'Peranan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam meningkatkan SDM'. Nasir banyak menjelaskan soal grand desain untuk menghapus kesenjangan diseluruh perguruan tinggi yang dimulai dari 2015 hingga 2025. Seperti peruntukkan dosen, afirmasi dan pembukaan prodi yang berpotensi di daerah masing-masing.
"Presiden Jokowi inginkan percepatan pembangunan di Indonesia Timur, khususnya di Papua. Seperti pembangunan jalan trans Papua, nah ini baiknya pekerjanya itu dari teknik sipil keluaran kampus setempat, sehingga tidak jadi penonton," kata Mohammad Nasir.
Sementara dalam sesi tanya jawab, beberapa perwakilan mahasiswa dan dosen menanyakan soal beasiswa, afirmasi, rasio dosen dan permintaan saran prasarana untuk kampus Uncen guna mendorong peningkatan SDM di Papua.
"Saya mewakili teman-teman untuk menanyakan bagaimana pemberian beasiswa dan pelayanan kuliah tidak prima sedang terjadi di kampus kami, Uncen, jadi bagaimana bapak ingin meningkatkan SDM disini, kalau gambarannya seperti ini," kata.Paulus Magai, mahasiswa dari Teknik Elektro Uncen.
Sementara, Ferdinand Risamasu dari dosen Fakultas Ekonomi Uncen meminta agar ada penerimaan dosen dibidang prodi tertentu untuk peningkatan SDM dan ada pemberian sarana prasarana guna mendukung proses perkuliahan.
"Meski kami sangat sayangkan Pak Menristekdikti datang terlambat ke Papua setelah tiga tahun menjabat, tapi kami apresiasi kunjungan bapak untuk meningkatkan SDM Papua," kata Ferdinan Risamasu.
Menjawab pertanyaan tersebut, Menristekdikti Mohammad Nasir menegaskan bahwa pemerintah memberikan 20 persen alokasi beasiswa kepada perguruan tinggi di Indonesia dan akan menyampaikan kepada Menpan RB terkait penerimaan tenaga dosen.
"Saya akan berkoordinasi dengan Pak Menpan RB terkait permintaan dosen dan akan menampung semua masukan dari kampus Uncen," katanya. (Antara)