Begini Cara Agus Mutilasi Perempuan Hamil di Cikupa

Pebriansyah Ariefana | Welly Hidayat | Suara.com

Kamis, 21 April 2016 | 11:39 WIB
Begini Cara Agus Mutilasi Perempuan Hamil di Cikupa
Ilustrasi mutilasi. [Shutterstock]

Suara.com - Cinta terlarang Kusmayadi alias Agus dengan Nuri berakhir dengan pembunuhan sadis. Agus memutilasi Nuri lantaran kesal didesak untuk menikahi jada yang sudah tinggal seatap dengannya itu.

Agus memutilasi Nuri pada 10 April 2016 kemarin di kontrakannya di Cikupa. Kontrakan Agus dan Nuri tidak jauh dari Pasar Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Namun Agus sempat mempertimbangkan beberapa hari untuk membunuh Nuri yang sudah berbadan dua itu.

Pikiran jahat Agus sudah terbesit sejak 7 April 2016. Dia mendatangi temannya, Valen dan bercerita tengah mempunyai masalah.

"Sempat bertanya kepada Valen, bila membunuh orang dosa besar atau tidak?" kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, Kamis (21/4/2016).

Selumnya, Agus memang sudah akhirnya ketahuan sudah mempunyai istri. Awalnya Agus mengaku bujangan, sementara Nuri seorang janda. Mereka pun sering terlibat pertengkaran.

Nuri sering mengeluhkan uang uang diberikan Agus kurang untuk biaya hidup. Sementara Nuri pun menuntut kejelasan hubungan mereka. Nuri minta Agus untuk menikahinya. Karena itu lah Agus berpikir untuk membunuh selingkuhannya itu.

Selain kepada Valen, Agus pun bercerita ke Erik. Namun kali ini dia menanyakan Erik soal pengalaman membunuh orang. Obrolan itu dia sampaikan 2 kali pada 7 dan 8 April 2016.

"TSK cerita lagi ke Erik kenapa takut bunuh orang, Erik mengatakan takut," cerita Krishna.

Hari maut untuk Nuri pun datang, 10 April 2016. Minggu itu, Agus dan Nuri terlibat adu mulut. Nuri terus menuntut Agus menemui orangtuanya di Banten untuk melamar. Agus pun mengulur waktu agar Nuri bersabar. Keributan reda, mereka makan bersama nasi bungkus di kontrakan.

Dua jam setelah itu, pertengkaran kembali datang. Kali ini terjadi ribut besar hingga Nuri mendorong Agus hingga terjatuh. Agus pun tidak menerima perlakuan itu. Dia langsung membanting dan mencekik Nuri menggunakan kaki.

Nuri sempat berteriak, dia minta tolong. Tapi suara Nuri mengecil akibat cekikan kaki Agus di leher semakin kuat. Cekikan itu dilakukan selama 30 menit hingga Nuri tak bernapas.

Mengetahui Nuri tewas, Agus mendatangi temanna, Erik di sebuah rumah makan di Cikupa. Namun Erik tidak bisa membantu karena masih bekerja.

malam harinya, Agus masih panik. Dia pun berpikir untuk menghilangkan jejak dengan cara memutilasi Nuri. Sebilah golok pun dia ambil dari bawah TV di kontrakannya. Mutilasi pun dimulai.

Agus memulai dengan memotong tangan kanan dan kiri Nuri. Potongan tangan itu dia bungkus dengan plastik besar dan disimpan di kostnya.

Malam-malam potongan tangan itu Agus buang ke kawasan pembuangan sampah di Bugel, Tigaraksa dengan dibantu temannya Erik menggunakan sepeda motor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisah Perselingkuhan Perempuan Hamil Korban Mutilasi Cikupa

Kisah Perselingkuhan Perempuan Hamil Korban Mutilasi Cikupa

News | Kamis, 21 April 2016 | 11:08 WIB

Tersangka Pemutilasi Perempuan Hamil Akhirnya Dibekuk Polisi

Tersangka Pemutilasi Perempuan Hamil Akhirnya Dibekuk Polisi

News | Kamis, 21 April 2016 | 09:33 WIB

Potongan Kaki Mutilasi di Cikupa Dibungkus Kantong Plastik

Potongan Kaki Mutilasi di Cikupa Dibungkus Kantong Plastik

News | Rabu, 20 April 2016 | 18:27 WIB

Tersangka Pelaku Mutilasi Ibu Hamil di Cikupa Diburu ke Luar Jawa

Tersangka Pelaku Mutilasi Ibu Hamil di Cikupa Diburu ke Luar Jawa

News | Rabu, 20 April 2016 | 16:51 WIB

Potongan Kaki Ibu Hamil Korban Mutilasi Belum Ditemukan

Potongan Kaki Ibu Hamil Korban Mutilasi Belum Ditemukan

News | Rabu, 20 April 2016 | 15:34 WIB

Anak Korban Mutilasi di Cikupa Segera Diperiksa DNA

Anak Korban Mutilasi di Cikupa Segera Diperiksa DNA

News | Selasa, 19 April 2016 | 21:25 WIB

Perempuan Hamil Dimutilasi, Hanya Tersisa Kepala dan Badan

Perempuan Hamil Dimutilasi, Hanya Tersisa Kepala dan Badan

News | Selasa, 19 April 2016 | 16:16 WIB

Sebelum Dimutilasi Wanita Hamil di Cikupa Dihantam Benda Tumpul

Sebelum Dimutilasi Wanita Hamil di Cikupa Dihantam Benda Tumpul

News | Senin, 18 April 2016 | 20:08 WIB

AG Diduga Mutilasi Perempuan Hamil di Cikupa karena Asmara

AG Diduga Mutilasi Perempuan Hamil di Cikupa karena Asmara

News | Senin, 18 April 2016 | 19:48 WIB

Polisi Duga Pelaku Mutilasi Perempuan Hamil Tak Direncanakan

Polisi Duga Pelaku Mutilasi Perempuan Hamil Tak Direncanakan

News | Senin, 18 April 2016 | 18:53 WIB

Terkini

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:01 WIB

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:00 WIB

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:56 WIB

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:49 WIB

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:45 WIB

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:39 WIB

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:25 WIB

3 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi di Mekkah, Diduga Promosikan Haji Ilegal

3 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi di Mekkah, Diduga Promosikan Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:25 WIB

Anggaran Rp4 T untuk 1.800 Perlintasan Kereta, DPR: Cukup Buat Palang Pintu, Gak Cukup Buat Flyover

Anggaran Rp4 T untuk 1.800 Perlintasan Kereta, DPR: Cukup Buat Palang Pintu, Gak Cukup Buat Flyover

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:18 WIB