Begini Akhir Pelarian Tersangka Mutilasi Perempuan Hamil Cikupa

Pebriansyah Ariefana | Welly Hidayat | Suara.com

Kamis, 21 April 2016 | 17:22 WIB
Begini Akhir Pelarian Tersangka Mutilasi Perempuan Hamil Cikupa
Agus, tersangka mutilasi di Cikupa Tangerang tiba di Polda Metro Jaya setelah buron sepekan lebih. (suara.com/Welly Hidayat)

Suara.com - Agus Pelaku pembunuhan sadis wanita Hamil, Mutilasi NA (34) di Cikupa Tanggerang Selatan, tiba di Polda Metro Jaya. Agus diterbangkan ke Jakarta, setelah ditangkap di Surabaya, Jawa timur, disalah satu Rumah Makan Padang.

Agus setibanya di Polda Metro Jaya, dengan menggunakan penutup muka berwarna hitam dan dikawal ketat enam orang pasukan bersenjata Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Polda Metro Jaya.

"Ternyata dia (Agus) bersembunyi di Surabaya, setelah lakukan pembunuhan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (21/4/2016).

Krishna menjelaskan Sehabis melakukan pembunuhan tersebut, dirinya menjual Ponsel milik korban NA. Diduga unang hasil penjualan ponsel digunakan untuk melarikan diri ke Surabaya.

"Naik bus dia (Agus), uangnya dari menjual Hanphone milik korban (NA)," ujar Krishna.

Lanjut Krishna pelaku Agus saat ditangkap tidak melakukan perlawanan saat di tangkap disebuah rumah makan khas Padang di Surabaya.

"Dia (Agus) tidak lakukan apa-apa, apalagi ada perlawanan," kata Krishna.

Pantauan Suara.com Agus diterbangkan dari Surabaya dan mendarat dibandara Soekarno Hatta, tibanya di Polda Metro Jaya, Sekitar pukul 15.40 WIB dan langsung masuk ke gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum untuk dimintai keterangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Petinggi Polda Bergaya dengan Tersangka Mutilasi Cikupa

Petinggi Polda Bergaya dengan Tersangka Mutilasi Cikupa

News | Kamis, 21 April 2016 | 14:05 WIB

Kronologi Penangkapan Pelaku Mutilasi Perempuan Hamil Cikupa

Kronologi Penangkapan Pelaku Mutilasi Perempuan Hamil Cikupa

News | Kamis, 21 April 2016 | 12:16 WIB

Begini Cara Agus Mutilasi Perempuan Hamil di Cikupa

Begini Cara Agus Mutilasi Perempuan Hamil di Cikupa

News | Kamis, 21 April 2016 | 11:39 WIB

Kisah Perselingkuhan Perempuan Hamil Korban Mutilasi Cikupa

Kisah Perselingkuhan Perempuan Hamil Korban Mutilasi Cikupa

News | Kamis, 21 April 2016 | 11:08 WIB

Tersangka Pemutilasi Perempuan Hamil Akhirnya Dibekuk Polisi

Tersangka Pemutilasi Perempuan Hamil Akhirnya Dibekuk Polisi

News | Kamis, 21 April 2016 | 09:33 WIB

Potongan Kaki Mutilasi di Cikupa Dibungkus Kantong Plastik

Potongan Kaki Mutilasi di Cikupa Dibungkus Kantong Plastik

News | Rabu, 20 April 2016 | 18:27 WIB

Tersangka Pelaku Mutilasi Ibu Hamil di Cikupa Diburu ke Luar Jawa

Tersangka Pelaku Mutilasi Ibu Hamil di Cikupa Diburu ke Luar Jawa

News | Rabu, 20 April 2016 | 16:51 WIB

Potongan Kaki Ibu Hamil Korban Mutilasi Belum Ditemukan

Potongan Kaki Ibu Hamil Korban Mutilasi Belum Ditemukan

News | Rabu, 20 April 2016 | 15:34 WIB

Anak Korban Mutilasi di Cikupa Segera Diperiksa DNA

Anak Korban Mutilasi di Cikupa Segera Diperiksa DNA

News | Selasa, 19 April 2016 | 21:25 WIB

Perempuan Hamil Dimutilasi, Hanya Tersisa Kepala dan Badan

Perempuan Hamil Dimutilasi, Hanya Tersisa Kepala dan Badan

News | Selasa, 19 April 2016 | 16:16 WIB

Terkini

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:12 WIB

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:11 WIB

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:01 WIB

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:00 WIB

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:56 WIB

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:49 WIB

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:45 WIB

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:39 WIB

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:25 WIB