Kejadian Lucu Saat Kejar Anak Buah Ahok Usai Diperiksa KPK

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Rabu, 27 April 2016 | 18:01 WIB
Kejadian Lucu Saat Kejar Anak Buah Ahok Usai Diperiksa KPK
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap dalam pembahasan raperda tentang reklamasi dan zonasi Teluk Jakarta, Rabu (27/4/2016), pukul 17.20 WIB.

"Hari ini mendapat panggilan untuk jadi saksi tersangka suap reklamasi. Jadi saya tadi udah datang dari jam sembilan," kata Saefullah usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

Dalam pemeriksaan yang berlangsung hampir delapan jam, Saefullah mengaku dicecar belasan pertanyaan oleh penyidik.

"Saya ditanya sekitar 16 pertanyaan," kata dia.

Sebelum memasuki mobil yang sudah menunggu di luar gedung KPK, Saefullah terus diberondong pertanyaan oleh para media.

Wartawan sampai berdesak-desakan untuk menanyai Saefullah. Sampai sandal fotografer terlepas.

Melihat ada sandal terlepas, Saefullah pun inisiatif mengambilnya dan menyerahkan ke pemiliknya. Peristiwa itu menjadi sorotan tersendiri ketika itu.

Saefullah meninggal gedung KPK dengan menggunakan mobil merek Land Cruiser berwarna hitam.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan KPK terhadap Sanusi pada Kamis (31/3/3016) malam. Ketika itu, dia masih menjabat Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra. Dia diduga menerima suap senilai Rp2 miliar dari Personal Assistant PT. Agung Podomoro Land (Tbk) Trinanda Prihantoro. Uang tersebut diduga titipan dari Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.

Sehari setelah itu, Jumat (1/4/2016), Ariesman Widjaja menyerahkan diri ke KPK.

Ketiga orang ini telah ditetapkan menjadi tersangka dan KPK terus mendalaminya.

Kasus dugaan penyuapan ini disinyalir untuk mempengaruhi proses pembahasan raperda tentang reklamasi. Ada tiga kewenangan pengembang yang diatur dalam rancangan. Yakni, keharusan menyerahkan fasilitas umum dan sosial, seperti jalan dan ruang terbuka hijau, kontribusi lima persen lahan, serta kontribusi tambahan sebesar 15 persen untuk menanggulangi dampak reklamasi.

Pengembang diduga keberatan dengan kontribusi tambahan 15 persen yang diatur di Pasal 110 Raperda Tata Ruang. Mereka pun melobi DPRD agar nilainya turun jadi lima persen.

Sejauh ini, KPK sudah memeriksa belasan saksi, baik dari pemerintah, DPRD, dan investor.

Sementara itu, proyek reklamasi sekarang dihentikan selama sekitar enam bulan atau sampai semua syarat terpenuhi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok: Kita Hargai Investor Reklamasi, Tapi Jangan Atur Kita

Ahok: Kita Hargai Investor Reklamasi, Tapi Jangan Atur Kita

News | Rabu, 27 April 2016 | 17:33 WIB

Siang Ini, Ahok Ketemu Jokowi di Istana Bahas Nasib Reklamasi

Siang Ini, Ahok Ketemu Jokowi di Istana Bahas Nasib Reklamasi

News | Rabu, 27 April 2016 | 13:00 WIB

Anak Buah Ahok Kembali Digarap KPK Soal Reklamasi

Anak Buah Ahok Kembali Digarap KPK Soal Reklamasi

News | Selasa, 26 April 2016 | 21:07 WIB

Suap Reklamasi, KPK Kembali Periksa 3 Anak Buah Ahok

Suap Reklamasi, KPK Kembali Periksa 3 Anak Buah Ahok

News | Selasa, 26 April 2016 | 11:39 WIB

Terkini

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran

Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:41 WIB

Bahlil Sebut Negara Cuan Gede Jika Ekspor SDA Tak Transit

Bahlil Sebut Negara Cuan Gede Jika Ekspor SDA Tak Transit

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:40 WIB

Kalung Emas Direbut Jambret saat Jalan Pagi, Pria di Sawah Besar Terjatuh

Kalung Emas Direbut Jambret saat Jalan Pagi, Pria di Sawah Besar Terjatuh

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:39 WIB

Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital

Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 19:35 WIB

Jokowi dan Ajudan Pastikan Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo Besok

Jokowi dan Ajudan Pastikan Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo Besok

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:35 WIB

Wastra Nusantara Jadi Identitas Modest Fashion Indonesia, Siap Tembus Pasar Global

Wastra Nusantara Jadi Identitas Modest Fashion Indonesia, Siap Tembus Pasar Global

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 19:32 WIB

Usai Penggerebekan Narkoba, Bangunan Liar di Kampung Bahari Dibongkar

Usai Penggerebekan Narkoba, Bangunan Liar di Kampung Bahari Dibongkar

Foto | Rabu, 04 November 2026 | 19:28 WIB

Pelindo Perkuat Transparansi dan Kemudahan Transaksi Kepelabuhanan melalui Dashboard ACS

Pelindo Perkuat Transparansi dan Kemudahan Transaksi Kepelabuhanan melalui Dashboard ACS

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:28 WIB

×