Kakak Kandung Sanusi Beberkan Adanya Debat Soal Izin Reklamasi

Siswanto, Nikolaus Tolen

Kamis, 28 April 2016 | 11:56 WIB
Kakak Kandung Sanusi Beberkan Adanya Debat Soal Izin Reklamasi
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M. Taufik [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik mengakui adanya perdebatan antara DPRD dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai izin pelaksanaan reklamasi Teluk Jakarta. Dewan bersikukuh bahwa izin reklamasi tidak bisa dimasukkan ke dalam Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

"Soal izinnya, izin pelaksanaan sama izin reklamasi, karena perda itu perda tata ruang, bukan perda izin. Kami nggak mau masukin izin," kata Taufik di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (28/4/2016).

Menurut kakak kandung tersangka Mohamad Sanusi raperta tersebut tidak membicarakan mengenai perizinan pelaksanaan reklamasi. Raperda hanya mengatur tentang bagaimana alur laut diatur.
 
Taufik mengatakan dewan ngotot karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mengeluarkan izin lebih dulu.

"Izin itu kan sudah keluar, jadi kami nggak mau masukin di situ dong (raperda)," kata Taufik.

Terkait dengan proyek jembatan yang akan dibangun menuju pulau reklamasi di Tangerang, Banten, Taufik mengaku tidak soal itu.
"Nggak ada tuh, nggak ada di kita, nggak ada jembatan," katanya.

Hari ini, Taufik datang ke KPK untuk memberikan keterangan tambahan kepada penyidik. Ini merupakan pemeriksaan yang kelimanya sebagai saksi kasus dugaan suap dalam pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan KPK terhadap Sanusi pada Kamis (31/3/3016) malam. Ketika itu, dia masih menjabat Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra. Dia diduga menerima suap senilai Rp2 miliar dari Personal Assistant PT. Agung Podomoro Land (Tbk) Trinanda Prihantoro. Uang tersebut diduga titipan dari Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.

Sehari setelah itu, Jumat (1/4/2016), Ariesman Widjaja menyerahkan diri ke KPK.

Ketiga orang ini telah ditetapkan menjadi tersangka dan KPK terus mendalaminya.

Kasus dugaan penyuapan ini disinyalir untuk mempengaruhi proses pembahasan raperda tentang reklamasi. Ada tiga kewenangan pengembang yang diatur dalam rancangan. Yakni, keharusan menyerahkan fasilitas umum dan sosial, seperti jalan dan ruang terbuka hijau, kontribusi lima persen lahan, serta kontribusi tambahan sebesar 15 persen untuk menanggulangi dampak reklamasi.

Pengembang diduga keberatan dengan kontribusi tambahan 15 persen yang diatur di Pasal 110 Raperda Tata Ruang. Mereka pun melobi DPRD agar nilainya turun jadi lima persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Suap Reklamasi, Pasangan Ahok di Pilkada 2017 Diperiksa KPK Lagi

Suap Reklamasi, Pasangan Ahok di Pilkada 2017 Diperiksa KPK Lagi

News | Kamis, 28 April 2016 | 11:21 WIB

Sekda Beberkan Bagian Paling Rawan dari Pembahasan Reklamasi

Sekda Beberkan Bagian Paling Rawan dari Pembahasan Reklamasi

News | Rabu, 27 April 2016 | 20:02 WIB

Soal 15 Persen, Sekda: Kita Nggak Pernah Sepakat dengan DPRD

Soal 15 Persen, Sekda: Kita Nggak Pernah Sepakat dengan DPRD

News | Rabu, 27 April 2016 | 19:16 WIB

Sekda DKI Mengaku Tak Tahu Menahu Soal Suap Reklamasi

Sekda DKI Mengaku Tak Tahu Menahu Soal Suap Reklamasi

News | Rabu, 27 April 2016 | 18:56 WIB

Terkini

Kemarau Panjang Bikin Sayur di Pontianak Makin Mahal, Kacang Panjang Tembus Rp55 Ribu

Kemarau Panjang Bikin Sayur di Pontianak Makin Mahal, Kacang Panjang Tembus Rp55 Ribu

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:15 WIB

Bahlil Ungkap Rencana Besar Prabowo: Sulap Batu Bara Jadi Energi Alternatif

Bahlil Ungkap Rencana Besar Prabowo: Sulap Batu Bara Jadi Energi Alternatif

Video | Selasa, 22 September 2026 | 20:12 WIB

Sabu Rp25 Miliar dalam Karung Beras: Kakek 61 Tahun Ditangkap di Parung Bogor

Sabu Rp25 Miliar dalam Karung Beras: Kakek 61 Tahun Ditangkap di Parung Bogor

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 20:12 WIB

Dua Pecandu di Tambora Colong Honda PCX Tetangga, Dijual Rp200 Ribu Buat Beli Sabu

Dua Pecandu di Tambora Colong Honda PCX Tetangga, Dijual Rp200 Ribu Buat Beli Sabu

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:10 WIB

Jateng Punya 4,8 Juta UMKM, Wakil Ketua DPRD: Jangan Cuma Banyak, Tapi Harus Naik Kelas!

Jateng Punya 4,8 Juta UMKM, Wakil Ketua DPRD: Jangan Cuma Banyak, Tapi Harus Naik Kelas!

Jawa Tengah | Selasa, 22 September 2026 | 20:09 WIB

Tiga Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 Jalani Tes DNA di Solo, Menanti Kepastian Identitas

Tiga Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 Jalani Tes DNA di Solo, Menanti Kepastian Identitas

Jawa Tengah | Selasa, 22 September 2026 | 20:07 WIB

Tuntutan Desil Tak Digubris Pemerintah, JAPS Ancam Gugatan Massal

Tuntutan Desil Tak Digubris Pemerintah, JAPS Ancam Gugatan Massal

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:06 WIB

Bukan Cuma Runway, Ini 4 Manfaat Kelas Modeling untuk Tumbuh Kembang Anak

Bukan Cuma Runway, Ini 4 Manfaat Kelas Modeling untuk Tumbuh Kembang Anak

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 20:05 WIB

Belajar dari Kasus Food Truck Bolosego Kena Pungli Parkir Liar di Alkid Jogja, Pelaku Bisa Dibui?

Belajar dari Kasus Food Truck Bolosego Kena Pungli Parkir Liar di Alkid Jogja, Pelaku Bisa Dibui?

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 20:05 WIB

Ancaman Bahaya Etomidate dalam Vape, Pakar Soroti Celah Pengawasan dan Risiko Gagal Napas

Ancaman Bahaya Etomidate dalam Vape, Pakar Soroti Celah Pengawasan dan Risiko Gagal Napas

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:05 WIB

×