Yuyun Tewas Usai Diperkosa 14 Orang, Komitmen Jokowi Ditagih

Siswanto

Kamis, 05 Mei 2016 | 12:13 WIB
Yuyun Tewas Usai Diperkosa 14 Orang, Komitmen Jokowi Ditagih
Aksi solidaritas untuk Yuyun di depan Istana Merdeka, Jakarta [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Kemarin sore, ratusan pemerhati kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan aksi save our sisters dengan cara membunyikan tanda bahaya di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Aktivis yang datang dari berbagai elemen masyarakat membunyikan berbagai macam suara, seperti terompet,‎ kentongan, klakson, sebanyak tiga kali.

Aksi tersebut sebagai wujud keprihatinan dan perlawanan atas kasus yang dialami Yuyun (14), pelajar SMP asal Desa Padang Ulak Tanding, Kecamatan Rejang Lebong, Bengkulu. Yuyun diperkosa oleh 14 pemuda usai pulang sekolah pada pertengahan April, dan setelah itu dibunuh.

Advokat dari LBH Jakarta Pratiwi mengatakan makna dari membunyikan suara ialah untuk menyatakan Indonesia sudah darurat kekerasan seksual.

Mereka menuntut pemerintah dan Polda Bengkulu untuk bersikap tegas dalam memproses kasus perkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun. Pelaku harus diberi hukuman maksimal.

Pemerintah daerah Bengkulu dituntut untuk memberikan layanan pendampingan hukum dan pemulihan, baik psikis maupun sosial, bagi keluarga Yuyun.

Pemerintah daerah juga harus berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban memberikan jaminan keamanan dan perlindungan bagi keluarga korban, teman korban, saksi, dan pendamping.

Pemerintah pusat dan Polri dituntut untuk mengawal kasus perkosaan dan pembunuhan Yuyun untuk memastikan korban dan keluarga mendapatkan keadilan.

Presiden Joko Widodo dan DPR dituntut segera mewujudkan komitmen untuk melindungi perempuan, anak, dan disabilitas dengan mereformasi semua aturan hukum yang terkait dengan perlindungan perempuan, anak, dan disabilitas dari kekerasan seksual yang masih jauh dari pemenuhan rasa keadilan bagi korban. Pengambil kebijakan juga harus segera mengesahkan RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual dan memastikan pelaksanaannya terintegrasi dengan perbaikan sistem peradilan yang lebih sensitif gender dan sensitif korban dari tingkat pusat hingga daerah.

Pemerintah pusat dan daerah dituntut memberikan perintah kepada jajarannya untuk menciptakan rasa aman kepada semua perempuan dan anak di ruang manapun mereka berada.

Duabelas dari 14 pelaku sudah ditangkap polisi. Dari 12 pelaku, tujuh pelaku di antaranya sudah mulai disidang.

Persidangan ketujuh terdakwa dipimpin oleh ketua majelis hakim Heny Farida dengan anggota Hendri Sumardi dan Fahrudin.

Dalam sidang kemarin, majelis hakim mendengarkan pembelaan dari kuasa hukum para terdakwa.. Pada sidang selanjutnya, Selasa (10/5/2016), hakim akan membacakan putusan.

Dari 12 tersangka yang ditangkap, tujuh di antaranya belum dewasa dan lima lainnya sudah dewasa.

Mereka didakwa secara bersama-sama telah melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan atau penganiayaan terhadap anak yang mengakibatkan anak meninggal dunia.
Jaksa mendakwa mereka melanggar pasal 80 ayat 3 dan pasal 81 ayat 1 junto pasal 76d Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengacara Tujuh Pemerkosa dan Pembunuh Yuyun Minta Hukuman Ringan

Pengacara Tujuh Pemerkosa dan Pembunuh Yuyun Minta Hukuman Ringan

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 19:05 WIB

Sebagian Pemerkosa Yuyun Masih Bocah, Bagaimana Menghukumnya?

Sebagian Pemerkosa Yuyun Masih Bocah, Bagaimana Menghukumnya?

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 18:54 WIB

Berita Yuyun Tewas Usai Diperkosa 14 Pemuda Jadi Perhatian Dunia

Berita Yuyun Tewas Usai Diperkosa 14 Pemuda Jadi Perhatian Dunia

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 18:43 WIB

Kenang Yuyun, Warga Bunyikan Tanda Bahaya di Depan Kantor Jokowi

Kenang Yuyun, Warga Bunyikan Tanda Bahaya di Depan Kantor Jokowi

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 18:30 WIB

Terkini

Detik-detik Listyo Sigit Dijemput Pagi Buta versi Mahfud MD

Detik-detik Listyo Sigit Dijemput Pagi Buta versi Mahfud MD

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:13 WIB

Jurus Rahasia SBY saat Disadap: Saya Komunikasi Pakai Caraka

Jurus Rahasia SBY saat Disadap: Saya Komunikasi Pakai Caraka

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:11 WIB

Sadar Nggak? Kamu Sedang Diperbudak Algoritma Lewat Skandal Artis

Sadar Nggak? Kamu Sedang Diperbudak Algoritma Lewat Skandal Artis

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:11 WIB

Kasus Sadap Prabowo, Kapolri Didesak Bersih-bersih dan Usut Tuntas 'Gerombolan' Listyo

Kasus Sadap Prabowo, Kapolri Didesak Bersih-bersih dan Usut Tuntas 'Gerombolan' Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:10 WIB

Dokter Soroti Pasien Sirosis Kurang Diperhatikan Pemerintah, Biaya Cangkok Hati Capai Rp2 Miliar

Dokter Soroti Pasien Sirosis Kurang Diperhatikan Pemerintah, Biaya Cangkok Hati Capai Rp2 Miliar

Health | Rabu, 04 November 2026 | 11:09 WIB

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo: Ujian bagi UU Perlindungan Data di Tengah Abuse of Power

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo: Ujian bagi UU Perlindungan Data di Tengah Abuse of Power

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:09 WIB

Listyo Tersangka Penyadapan Prabowo, SBY: Politik Kita Terlalu Liar, Saya Khawatir Rakyat Takut

Listyo Tersangka Penyadapan Prabowo, SBY: Politik Kita Terlalu Liar, Saya Khawatir Rakyat Takut

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:05 WIB

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 11:01 WIB

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

×