Mei Ini, Kelompok Abu Sayyaf Ancam Sembelih 4 WN Malaysia

Madinah

Rabu, 11 Mei 2016 | 17:07 WIB
Mei Ini, Kelompok Abu Sayyaf Ancam Sembelih 4 WN Malaysia
Ilustrasi militan Abu Sayyaf. (Shutterstock)

Suara.com - Kelompok militan Abu Sayyaf ancam sembelih empat orang tawanan warna negara Malaysia yang mereka sandera. Eksekusi rencananya akan dilakukan pada Mei Ini.

Dalam negosisasi dengan keluarga sandera, Abu Sayyaf mengatakan segera mengeksekusi mati jika uang tebusan mereka tak segera diberikan. Namun, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Abu Bakar mengatakan menurut data intelijen yang diperoleh pihaknya ancaman ini hanya gertakan. Menurutnya, keempat WN Malaysia yang ditahan saat ini dalam keadaan sehat dan selamat.

Pernyataan ini belakangan dibantah Professor Octavio Dinampo, aktivis anti penculikan Filipina. Ancaman tersebut, kata dia, bukan gertak mengingat seorang WN Malaysia bernama Bernard Then telah dieksekusi November tahun lalu. Sebelumnya, mereka juga menyembelih WN Kanada John Ridsdle 25 April lalu.

"Mereka terlihat sangat tenang saat mengeksekusi. Tak merasa takut atau bersalah dengan aksi brutalnya," katanya.

Eksekusi tersebut, menurut Octavio, bukan sekadar desakan kepada keluarga atau pemerintah terkait uang tebusan, namun juga menyingkirkan sandera yang dianggap lemah dan sakit.

Sejak operasimiliter, kelompok Abu Sayyaf terus berpindah-pindah ke daerah pegunungan di wilayah Pulau Jolo. Tawanan yang dianggap lemah dan sakit-sakitan, lebih dulu dieksekusi.

Ke empat WN Malaysia yang disandera yakni Wong Teck Kang, Wong Hung Sing, Wong Tek Chi, dan Johnny Lau Jung. keempatnya diculik di Pulau Ligitan di wilayah Sabah 1 April lalu.  Seperti diketahui, setelah proses negosiasi pemerintah Indonesia dan Filipina, 4 sandera WNI kembali dibebaskan . Belum lama ini, Abu Sayyaf juga telah melepas 10 ABK WNI. (Inquirer.net)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luhut: Pemerintah Investigasi Posisi 4 WNI Disandera di Filipina

Luhut: Pemerintah Investigasi Posisi 4 WNI Disandera di Filipina

News | Selasa, 10 Mei 2016 | 00:48 WIB

Pilpres Filipina Tak Ganggu Upaya Bebaskan Empat WNI

Pilpres Filipina Tak Ganggu Upaya Bebaskan Empat WNI

News | Senin, 09 Mei 2016 | 17:18 WIB

Pemilu Filipina Diwarnai Ledakan Granat

Pemilu Filipina Diwarnai Ledakan Granat

News | Senin, 09 Mei 2016 | 11:55 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×