Kronologis Penangkapan Dua "Teman Ahok" di Singapura

Madinah | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Minggu, 05 Juni 2016 | 17:45 WIB
Kronologis Penangkapan Dua "Teman Ahok" di Singapura
Kelompok masyarakat atas nama 'Teman Ahok' menggelar aksi pengumpulan dukungan dari warga Jakarta, di kawasan Bunderan HI, Minggu (8/3/2015). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pihak Imigrasi Singapura akhirnya membebaskan dua pendiri komunitas "Teman Ahok" yakni Amalia Ayuningtyas dan Richard Handris Saerang yang sempat ditahan saat tiba di Bandara Changi, Singapura pada Sabtu (4/5/2016) kemarin. Keduanya ditahan di ruang isolasi selama hampir 12 jam.

Ditemui di Sekretariat Teman Ahok, Jakarta Selatan, Minggu (5/6/2016), Amalia membeberkan kronologis dirinya diintograsi hingga akhirnya ditahan pihak imigrasi Singapura di bandara Changi. Awalnya, petugas Imigrasi melontarkan pertanyaan umum.

"Yang dilontarkan kepada saya semacam orang yang mau masuk ke negaranya. Misalnya ada tiket nggak, baliknya bagaimana, punya uang saku nggak, tinggal di mana, di sini untuk acara apa, terus juga misalnya kayak di sini sama siapa dan sebagainya. Mereka punya lis semacam itu," kata Amalia kepada wartawan.

Amalaia dan Richard kooperatif menjawab semua pertanyaan pihak imigrasi, terutama terkait tujuan mereka menghadiri acara yang digagas WNI yang tinggal di sana.

"Saya jelaskan dengan runut sekali. Kita di undang dalam rangka ini, dan ini. Wawancaranya pasti sangat detail, saya juga jawab sedetail yang saya punya buktinya," beber Amalia.

Tak hanya diinterogasi, barang bawaan mereka juga diperiksa. Malah, semua isi percakapan di telepon genggam keduanya juga diperiksa. Alasan pihak imigrasi menahan keduanya karena dicurigai akan melakukan aktivitas politik di Singapura. Awalnya, acara yang bakal dihadiri Amalia dan Richard memang sempat disoroti dan ditegur pemerintah setempat. Karena alasan itu, panitia mengubah tema acara menjadi bazar makanan khas Indonesia.

"HP juga bisa dicek, tas juga dicek. Nggak ada atriubut kampanye nggak ada atribut Teman Ahok. Misalnya isi-isi pesan-pesan di handphone yang mengarah kepada pengumpulan dana. Bahkan lebih kepada, kita sepakat lebih mematuhi aturan di sana," kata dia.

Lantaran lambannya pendampingan KBRI Singapura, akhirnya Amalia dan Richard dibawa ke ruang isolasi selama 12 jam.

"Kami bersifat kooperatif, kami jawab yang bisa kami jawab. Kita (dibawa) di ruang ICA (Imigration and Checkpoint Authority)," katanya.

Keduanya bisa dibebaskan setelah KBRI melakukan negosiasi pada Minggu pagi. Akhirnya sekitar pukul 10.00 waktu setempat, Amalia dan Richard dipulangkan ke Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Profil Hasan Nasbi: Putra Bukittinggi Jadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Pendukung Jokowi hingga Teman Ahok!

Profil Hasan Nasbi: Putra Bukittinggi Jadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Pendukung Jokowi hingga Teman Ahok!

News | Senin, 19 Agustus 2024 | 11:04 WIB

Terkini

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

News | Senin, 06 April 2026 | 23:45 WIB

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

News | Senin, 06 April 2026 | 22:56 WIB

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

News | Senin, 06 April 2026 | 22:47 WIB

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

News | Senin, 06 April 2026 | 22:17 WIB

Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India

Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India

News | Senin, 06 April 2026 | 21:58 WIB

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!

News | Senin, 06 April 2026 | 21:02 WIB

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang

News | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!

Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!

News | Senin, 06 April 2026 | 20:48 WIB

Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

News | Senin, 06 April 2026 | 20:25 WIB

Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!

Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!

News | Senin, 06 April 2026 | 20:22 WIB