Tantowi Miris Relawan Ahok Sampai Diinterogasi di Singapura

Siswanto, Bagus Santosa

Senin, 06 Juni 2016 | 13:27 WIB
Tantowi Miris Relawan Ahok Sampai Diinterogasi di Singapura
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Tantowi Yahya [suara.com/Welly Hidayat]
Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Tantowi Yahya menyayangkan sikap dua pendiri Teman Ahok, Amelia Ayuningtyas dan Richard Handris Saerang. Amalia dan Richard sempat dilarang masuk Singapura pada Sabtu (4/6/2016) dan diinterogasi petugas imigrasi karena dianggap akan melakukan kegiatan politik

"Kita seharusnya miris, apalagi kedua orang ini kelihatannya seperti orang terpelajar. Dan, apa yang dilakukan pemerintah Singapura‎ sudah benar," kata Tantowi, Senin (6/6/2016).

Menurut Tantowi ada dua hal yang harus dilihat dari kasus Amelia dan Richard. Pertama, setiap upaya yang dilakukan tim sukses atau relawan harus terkoordinir dan terawasi.
 
Kedua, koordinator dan pengawas harus betul-betul memahami hukum yang berlaku, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Ini menjadi pelajaran basic. Apalagi bagi tim sukses. Mana ada suatu negara yang memperbolehkan adanya aktivitas politik di negara lain di wilayah mereka. Itu ilmu hukum yang sangat mendasar," kata anggota Fraksi Golkar.

Secara terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta Sumarno ikut bicara soal tindakan yang dilakukan dua pendiri Teman Ahok.
 
Sumarno mengatakan tidak ada ada aturan mengenai lokasi pengumpulan fotokopi KTP warga Jakarta untuk mendukung calon kepala daerah. Dengan kata lain, sebenarnya sah-sah saja Teman Ahok menjemput fotokopi KTP warga Jakarta yang tengah berada di Singapura.

"Memang KPU tak atur dimana KTP dikumpulkan, tapi yang jelas KTP itu harus warga DKI yang sedang berada dimanapun tak dipersoalkan, yang jelas KTP warga DKI jadi boleh saja ngumpulin darimana pun," ujar Sumarno.

Itu sebabnya, KPUD DKI Jakarta , tidak akan menjatuhkan sanksi kepada relawan Teman Ahok.
 
Dalam konferensi pers, kemarin, Amelia, menegaskan rencana kedatangannya ke Singapura bukan untuk kegiatan politik. Dia datang ke sana atas undangan untuk menghadiri diskusi dan bazar makanan.

"Kami kemudian merevisi acara. Jadi yang semula ada sharing dan bazar makanan, tinggal bazar makanan," ujar Amalia di kantor sekretariat Teman Ahok di Pejaten.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPUD DKI: Sah-sah Saja Teman Ahok Kumpulkan KTP di Singapura

KPUD DKI: Sah-sah Saja Teman Ahok Kumpulkan KTP di Singapura

News | Senin, 06 Juni 2016 | 13:16 WIB

Teman Ahok Ngotot Dua Rekannya di Singapura Tak Manuver Politik

Teman Ahok Ngotot Dua Rekannya di Singapura Tak Manuver Politik

News | Senin, 06 Juni 2016 | 13:02 WIB

Teman Ahok Ditahan di Singapura, Lulung: Saya Sayangkan Ini

Teman Ahok Ditahan di Singapura, Lulung: Saya Sayangkan Ini

News | Senin, 06 Juni 2016 | 11:46 WIB

Ahok Minta Pendukungnya Jangan Kelewat Semangat & Langgar Aturan

Ahok Minta Pendukungnya Jangan Kelewat Semangat & Langgar Aturan

News | Senin, 06 Juni 2016 | 10:30 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×