Sosok Dimas Tompel Karangan Fiktif Pembunuh Enno

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Kamis, 09 Juni 2016 | 17:02 WIB
Sosok Dimas Tompel Karangan Fiktif Pembunuh Enno
Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya merilis hasil pengungkapan kasus pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap korban Enno Farihah (19th), di Jakarta, Selasa (17/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Tiga pembunuh karyawati PT. Polyta Global Mandiri, Enno Farihah (19), RAI (16), IH (24) dan RAR (24) merangkai cerita fiktif soal keberadaan sosok Dimas Tompel. Dimas ini yang diduga terlibat kasus pembunuhan Enno.

Hal itu disampaikan saat RAR dan IH dihadirkan sebagai saksi mahkota di dalam sidang RAI di Pengadilan Negeri Kota Tangerang, Rabu (8/6/2016) kemarin.

Kepala Sub Direktorat Reserse Mobil Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan jika karangan cerita tersebut disampaikan keduanya karena diimingi-imingi akan dibantu agar bisa bebas dari jeratan hukum.

Kebohongan itu terkuak setelah RAR membuat surat pernyataan tertulis yang diberikan materai seharga Rp6 ribu. Pernyataan tersebut ditulis usai dirinya dihadirkan sebagai saksi mahkota, Rabu kemarin.

"Saya yang bertanda tangan di bawah ini Nama Rahmat Arifin (RAR) menyatakan bahwa dengan ini keterangan yang saya berikan di dalam sidang pengadilan 8 Juni 2016 di pengadilan tangerang sebagai saksi untuk menjelaskan peranan rekan saya yang bernama Rahmat Alim bukan keterangan yang sebenarnya karena saya berbohong," kata RAR disurat pernyataan tersebut.

Ketiga pembunuh tersebut juga menyebutkan ada keterlibatan Dimas tompel dalam kasus pembunuhan Enno. RAR juga berbohong di dalam sidang RAI tidak bersalah dalam pembunuhan sadis tersebut.

"Rekan saya Rahmat Alim (RAI) berbicara kepada saya dan Imam (IH) agar saya dan Imam membantu Rahmat Alim (RAI) berbicara di depan sidang pengadilan bahwa yang melakukan pembunuhan terhadap Enno Farihah ialah saya Imam dan Dimas Tompel, bukan bersama Rahmat Alim."

Lebih lanjut, dalam surat pernyataan tersebut, RAR juga sengaja memberikan keterangan tidak benar karena diiming-imingi RAI akan dibantu dibeberkan dari penjara. Bahkan di surat tersebut, RAI mengancam RAR apabila tidak mau memberikan keterangan tidak benar di pengadilan.

"Kemudian saya juga dijanjikan Rahmat Alim, kalau Rahmat Alim bebas, saya dijanjikan untuk dibantu, selanjutnya bila saya tidak mengikuti Rahmat Alim saya diancam oleh Rahmat Alim akan dipukuli sama teman-temannya Rahmat Alim kelak saya bebas. Demikian surat pernyataan saya buat dengan sebenar - benarnya, tanpa unsur paksaan dari pihak manapun," tutup surat itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bohong di Sidang Enno, RAR Mengaku Diancam RAI

Bohong di Sidang Enno, RAR Mengaku Diancam RAI

News | Kamis, 09 Juni 2016 | 16:19 WIB

Pembunuh Sadis Enno Ditahan Lama karena Ancaman Seumur Hidup

Pembunuh Sadis Enno Ditahan Lama karena Ancaman Seumur Hidup

News | Rabu, 08 Juni 2016 | 17:36 WIB

Polisi Tak Mau Spekulasi Ada Tersangka Baru Pembunuh Sadis Enno

Polisi Tak Mau Spekulasi Ada Tersangka Baru Pembunuh Sadis Enno

News | Selasa, 07 Juni 2016 | 14:31 WIB

Sidang Pembunuhan Enno dengan Cangkul, Pengadilan Dijaga Ketat

Sidang Pembunuhan Enno dengan Cangkul, Pengadilan Dijaga Ketat

News | Selasa, 07 Juni 2016 | 11:49 WIB

Besok, Polisi Periksa Kejiwaan Satu Tersangka Pembunuh Enno

Besok, Polisi Periksa Kejiwaan Satu Tersangka Pembunuh Enno

News | Minggu, 22 Mei 2016 | 18:58 WIB

Isu Tersangka Pembunuh Enno Tewas dalam Sel, Ini Kata Polisi

Isu Tersangka Pembunuh Enno Tewas dalam Sel, Ini Kata Polisi

News | Jum'at, 20 Mei 2016 | 18:20 WIB

Begini Kondisi Tersangka Pembunuh Enno di Dalam Tahanan Polisi

Begini Kondisi Tersangka Pembunuh Enno di Dalam Tahanan Polisi

News | Jum'at, 20 Mei 2016 | 15:59 WIB

Penanganan Kasus Pembunuhan Enno Diperpanjang Delapan Hari

Penanganan Kasus Pembunuhan Enno Diperpanjang Delapan Hari

News | Jum'at, 20 Mei 2016 | 15:25 WIB

Tersangka di Bawah Umur, Berkas Kasus Enno Dipercepat

Tersangka di Bawah Umur, Berkas Kasus Enno Dipercepat

News | Kamis, 19 Mei 2016 | 15:05 WIB

Tiga Tersangka Pembunuhan Enno Farihah

Tiga Tersangka Pembunuhan Enno Farihah

Foto | Selasa, 17 Mei 2016 | 16:08 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×