Bayi Diduga Hilang, Dinkes DKI: Memang Tertulis Gemeli, Ada Dua

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 17 Juni 2016 | 16:23 WIB
Bayi Diduga Hilang, Dinkes DKI: Memang Tertulis Gemeli, Ada Dua
Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Koesmedi [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Koesmedi angkat bicara mengenai kasus dugaan bayi hilang yang dilaporkan ibu bernama Raudiah Elva Ningsih (37) kepada Polres Jakarta Timur dan Komnas Perlindungan Anak. Raudiah mengatakan seharusnya melahirkan anak kembar, tetapi cuma mendapat satu bayi usai operasi caesar di Harapan Jayakarta, Jalan Bekasi Timur, Cakung, Jakarta Timur, pada Minggu (8/5/2016).

"Kami melakukan klarifikasi tentang berita Rumah Sakit Harapan Jayakarta bahwa pada 7 Mei ada seorang ibu yang datang ke RS Harapan Jayakarta akan melahirkan bayi. Dia membawa pengantar juga membawa foto USG dari Puskesmas Jatipadang dan RS Budhi Asih," ujar Koesmedi dalam jumpa pers di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, Jalan Kesehatan, Jakarta, Jumat (17/6/2016).

Koesmedi menambahkan berdasarkan USG ada indikasi awal adanya bayi kembar di dalam kandungan Raudiah. Soal ini, Koesmedi belum bisa bicara banyak karena masih harus diteliti lagi.

"Memang pada gambar yang saya dapat, di situ tertulis gemeli (kehamilan ganda), artinya bayinya memang ada dua. Namun, masalah ini belum bisa jawab secara jelas karena masih akan diaudit medis oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Jakarta Timur," kata dia.

Secara administrasi, kata Koesmedi, dokter RS Harapan Jayakarta sudah melakukan penanganan pasien sesuai prosedur, mulai pemeriksaan hingga penindakan.

"Artinya secara prosedural sudah masuk dengan benar dan waktu di RS Harapan Jayakarta dilakukan pemeriksaan doppler dan dokter yang menolong menyatakan bahwa pasien itu mempunyai bayi hanya satu," kata Koesmedi.

"Kemudian dilakukan tindakan, karena letak bayinya tidak pada posisi yang benar, akhirnya dilakukan seksio (caesar), anaknya benar memang satu, dan itu sudah dijelaskan pada keluarga pasien. Pada waktu itu tidak ada masalah, keluarga pasien pun pulang," Koesmedi menambahkan.

Namun menyangkut hasil USG yang menyebutkan gemeli, Koesmedi belum dapat memberikan penjelasan lebih jauh.

"Saya belum bisa klarifikasi jauh, tapi secara administrasi secara benar, dokter sudah ada izinnya dan rumah sakit izinnya juga ada. Tinggal nanti kita audit kenapa USG tadinya dua kenapa pas dilakukan dopler hanya satu dan dilahirkan satu," kata dia.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait yakin dengan hasil USG kehamilan Raudiah yang menjelaskan Raudiah mengandung bayi kembar. USG tersebut dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih dan Puskesmas Jatipadang, Pasar Minggu.

"Sangat kecillah kemungkinan (tidak hamil kembar). Itu kan dua dokter ahli USG, bukan dokter umum yang periksa dia (Raudiah), hasil USG jelas gemeli," kata Arist kepada wartawan, Kamis (16/6/2016).

Selain bukti USG, kata Arist, juga ada bukti dokumen tertulis dari dokter yang memeriksa Raudiah ketika itu.

"Gambar (USG) jelas juga, kan, ada bentuk dua kepala digambar tersebut, apalagi konsultasi pribadi di RS tersebut (Harapan Jayakarta) juga menyatakan gemeli," ujar Arist.

Arist mengatakan keluarga Raudiah memiliki keturunan kembar. Itu sebabnya, Aris bertanya-tanya dengan apa yang terjadi dengan Raudiah dan sikap dokter rumah sakit itu.

"Itu harus dicari tahu, kan, apa ada yang menyembunyikan informasi. makanya kita perlu klarifikasi. ada hasil USG dan pengalaman gen, kalau memang betul-betul nggak kembar, kenapa informasi yang diberikan nggak begitu jelas kepada keluarga," ujar Arist.
Arist akan membantu mengusut kasus ini. Dia telah melayangkan surat kepada manajemen Rumah Sakit Harapan Jayakarta untuk mencari tahu kebenarannya. Namun, sampai sekarang belum direspon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diduga Hilang Satu, Komnas Yakin Raudiah Hamil Anak Kembar

Diduga Hilang Satu, Komnas Yakin Raudiah Hamil Anak Kembar

News | Kamis, 16 Juni 2016 | 16:34 WIB

Bayi Kembar Diduga Hilang Usai Lahir Dilaporkan ke Polisi

Bayi Kembar Diduga Hilang Usai Lahir Dilaporkan ke Polisi

News | Kamis, 16 Juni 2016 | 14:22 WIB

Bayi Diduga Hilang Usai Operasi, RS Harapan Jayakarta Bungkam

Bayi Diduga Hilang Usai Operasi, RS Harapan Jayakarta Bungkam

News | Kamis, 16 Juni 2016 | 14:01 WIB

Terkini

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:17 WIB

Harta Kekayaan KSP Listyo Sigit Prabowo Menurut LHKPN, Bebas Utang

Harta Kekayaan KSP Listyo Sigit Prabowo Menurut LHKPN, Bebas Utang

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:15 WIB

Oknum PNS di Siak Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun Berkali-kali

Oknum PNS di Siak Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun Berkali-kali

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 14:13 WIB

Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes

Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:11 WIB

BSU 2026 Cair Rp 900 Ribu, Cek 5 Syarat Pekerja yang Berhak Menerimanya

BSU 2026 Cair Rp 900 Ribu, Cek 5 Syarat Pekerja yang Berhak Menerimanya

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:11 WIB

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:10 WIB

TGRI Sapu Bersih Seri Kejurnas Sprint Rally 2026 dan Kunci Gelar Juara Nasional

TGRI Sapu Bersih Seri Kejurnas Sprint Rally 2026 dan Kunci Gelar Juara Nasional

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 14:10 WIB

Cegah Korupsi, Pemprov Jateng Perkuat Sistem Pengawasan Terintegrasi Bersama KPK, BPK, dan BPKP

Cegah Korupsi, Pemprov Jateng Perkuat Sistem Pengawasan Terintegrasi Bersama KPK, BPK, dan BPKP

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:08 WIB

Sengkarut Korupsi Dana Bencana BNPB: Surat KPK Belum Dibalas Panglima TNI, Ada Apa?

Sengkarut Korupsi Dana Bencana BNPB: Surat KPK Belum Dibalas Panglima TNI, Ada Apa?

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:07 WIB

×