PBB Desak Myanmar Selidiki Serangan di Masjid

Tomi Tresnady | Suara.com

Sabtu, 02 Juli 2016 | 08:50 WIB
PBB Desak Myanmar Selidiki Serangan di Masjid
Pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi (Reuters/Soe Zeya Tun).

Suara.com - Penyidik hak asasi manusia PBB, Jumat, mendesak Pemerintah Myanmar yang dipimpin oleh pemenang Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi untuk menyelidiki serangan massa pekan lalu di sebuah masjid dan menindak kekerasan agama.

Dalam salah satu ledakan paling serius dari kekerasan antar-agama dalam beberapa bulan terakhir, sekelompok orang dari sebuah desa di Myanmar tengah pekan lalu menghancurkan sebuah masjid karena sengketa pembangunannya dan memukuli seorang pria Muslim.

Dalam insiden terpisah pada Jumat, umat Buddha membakar ruang doa Muslim di utara Negara Bagian Kachin, kata polisi.

Serangan itu menggarisbawahi tantangan Suu Kyi untuk mengatasi warisan pemerintahan junta sebelumnya terkait kekerasan akibar perbedaan agama dan etnis.

Ketegangan agama telah memanas di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha selama hampir setengah abad kekuasaan militer, sebelum meningkat pada 2012 menjadi bentrokan antara Muslim Rohingya dan etnis Rakhine Buddha.

Kekerasan antara Muslim dan Buddha di bagian lain negara itu terjadi pada tahun 2013 dan 2014. Yanghee Lee, Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Myanmar, mengaku prihatin dengan laporan bahwa pemerintah tidak akan menyelidiki serangan pekan lalu di masjid.

"Ini sinyal yang salah. Pemerintah harus menunjukkan bahwa menghasut dan melakukan kekerasan terhadap etnis atau agama minoritas tidak memiliki tempat di Myanmar," kata Lee pada akhir kunjungan 12 hari ke negara itu.

Insiden pidato kebencian, diskriminasi, kebencian, kekerasan dan intoleransi agama yang menjadi perhatian, katanya. "Insiden itu dapat dilihat sebagai serangan terhadap masa lalu, sekarang dan masa depan dari satu komunitas. Sangat penting bahwa pemerintah mengambil tindakan, termasuk dengan melakukan penyelidikan menyeluruh dan menangkap pelaku," katanya.

Saat ia berbicara pada Jumat, polisi setempat dan anggota Liga Nasional Demokrasj Suu Kyi mengatakan penduduk desa di Negara Bagian Kachin membakar sebuah ruang doa Muslim setelah sengketa lokasi.

"Kami mencoba untuk bernegosiasi antara mereka untuk menghindari ini menjadi konflik serius, tapi tidak ada yang bisa menghentikan mereka," kata Tin Soe, anggota parlemen NLD dari daerah.

Dia mengatakan massa menyerang polisi yang menjaga lokasi itu dan menghentikan mobil pemadam kebakaran untuk mencapai itu.

Polisi belum menangkap siapapun yang terlibat. "Kami akan mengambil tindakan atas hal ini sesuai dengan hukum, tetapi kami perlu mengikuti instruksi dari atas," kata mayor polisi Kyaw Zaw Oo dari kantor polisi setempat melalui telepon.

Itu "waktu pengingat" bagi pemerintah, Phil Robertson dari Human Rights Watch mengatakan. Dia mengatakan, pemerintah harus "membuat jelas bahwa semua ekstremis yang menghasut kekerasan berbasis agama akan menghadapi hukuman maksimum berdasarkan hukum." (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Htin Kyaw Bebaskan 83 Tahanan Politik Myanmar

Presiden Htin Kyaw Bebaskan 83 Tahanan Politik Myanmar

News | Minggu, 17 April 2016 | 12:34 WIB

Berjaket Partai dan Sandal Jepit, Presiden Myanmar Resmi Menjabat

Berjaket Partai dan Sandal Jepit, Presiden Myanmar Resmi Menjabat

News | Rabu, 30 Maret 2016 | 13:16 WIB

Punya Presiden Baru, Myanmar Jamin Tak Dikendalikan Militer

Punya Presiden Baru, Myanmar Jamin Tak Dikendalikan Militer

News | Rabu, 30 Maret 2016 | 13:02 WIB

Myanmar Menarik Status Darurat Konflik di Rakhine

Myanmar Menarik Status Darurat Konflik di Rakhine

News | Selasa, 29 Maret 2016 | 16:13 WIB

31 Ribu Orang Lebih Dukung Nobel Perdamaian Suu Kyi Dicabut

31 Ribu Orang Lebih Dukung Nobel Perdamaian Suu Kyi Dicabut

News | Selasa, 29 Maret 2016 | 14:09 WIB

Aung San Suu Kyi Akan Jadi Menteri Luar Negeri?

Aung San Suu Kyi Akan Jadi Menteri Luar Negeri?

News | Rabu, 23 Maret 2016 | 00:05 WIB

Partai Suu Kyi Akhirnya Kuasai Parlemen Myanmar

Partai Suu Kyi Akhirnya Kuasai Parlemen Myanmar

News | Selasa, 02 Februari 2016 | 03:08 WIB

Terkini

SBY Ingat Kirim AHY dan 2 Prajurit Muda ke Lebanon, Kini Jadi Menteri-menteri Prabowo

SBY Ingat Kirim AHY dan 2 Prajurit Muda ke Lebanon, Kini Jadi Menteri-menteri Prabowo

News | Senin, 06 April 2026 | 10:36 WIB

Aduan Warga di JAKI Berbalas Laporan Palsu AI, Pramono: Lebih Baik Belum Selesai Daripada Bohong

Aduan Warga di JAKI Berbalas Laporan Palsu AI, Pramono: Lebih Baik Belum Selesai Daripada Bohong

News | Senin, 06 April 2026 | 10:36 WIB

Perang Dunia di Depan Mata, China Turun Gunung Tekan Amerika - Israel soal Selat Hormuz

Perang Dunia di Depan Mata, China Turun Gunung Tekan Amerika - Israel soal Selat Hormuz

News | Senin, 06 April 2026 | 10:19 WIB

Harga BBM Terancam Melejit, Komisi V DPR Desak Pemerintah Stop WFH dan Revolusi Transportasi Publik!

Harga BBM Terancam Melejit, Komisi V DPR Desak Pemerintah Stop WFH dan Revolusi Transportasi Publik!

News | Senin, 06 April 2026 | 10:18 WIB

Harga BBM Meledak, Driver Online Menyerah: Kerja Seharian Hanya untuk Bensin

Harga BBM Meledak, Driver Online Menyerah: Kerja Seharian Hanya untuk Bensin

News | Senin, 06 April 2026 | 10:08 WIB

Terlalu Menakutkan bagi Anak-anak, Pemprov DKI Jakarta Copot Iklan Film Horor di Ruang Publik

Terlalu Menakutkan bagi Anak-anak, Pemprov DKI Jakarta Copot Iklan Film Horor di Ruang Publik

News | Senin, 06 April 2026 | 10:02 WIB

Cerita Dramatis Tim SEAL Jalani Misi Penyelamatan Pilot F-15 yang Diburu Tentara Iran

Cerita Dramatis Tim SEAL Jalani Misi Penyelamatan Pilot F-15 yang Diburu Tentara Iran

News | Senin, 06 April 2026 | 09:57 WIB

SBY Buka Suara Terkait 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Singgung Investigasi PBB dan Mandat UNIFIL

SBY Buka Suara Terkait 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Singgung Investigasi PBB dan Mandat UNIFIL

News | Senin, 06 April 2026 | 09:49 WIB

Iron Dome Jebol, Serangan Rudal Iran Hantam Haifa Israel Akibatkan Bayi Luka Parah

Iron Dome Jebol, Serangan Rudal Iran Hantam Haifa Israel Akibatkan Bayi Luka Parah

News | Senin, 06 April 2026 | 09:49 WIB

Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa

Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa

News | Senin, 06 April 2026 | 09:34 WIB