Korban Jiwa Tabrakan Kereta di Italia Bertambah

Dythia Novianty

Rabu, 13 Juli 2016 | 08:51 WIB
Korban Jiwa Tabrakan Kereta di Italia Bertambah
Ilustrasi kecelakaan kereta api (Shutterstock).

Suara.com - Tabrakan dramatis antara dua kereta, bertambah korban jiwa menjadi 25 orang dan melukai lebih dari 50 orang. Ini menjadi salah satu kecelakaan paling serius di Italia dalam beberapa tahun belakangan.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 waktu setempat pada Selasa (12/7/2016), ketika satu kereta menabrak kereta lain yang datang dari arah depannya di rel tunggal di daerah pinggiran antara Kota Kecil Ruvo di Puglia dan Corato di Wilayah Puglia.

Kedua kereta itu memiliki empat gerbong. Melalui udara petugas pemadam memperlihatkan logal dua gerbong pertama yang terpilin dari masing-masing kereta, dan pecahan logam tersebar di wilayah luas.

"Itu adalah suasana yang mengerikan dan tak bisa dipercaya," kata seorang polisi yang bergegas ke lokasi kecelakaan dan dikutip Kantor Berita ANSA.

"Saya melihat orang-orang tewas, yang lain meminta bantuan. Banyak orang menangis. Itu adalah pemandangan yang paling mengerikan dalam hidup saya," ucapnya.

"Putri saya juga berada di kereta itu. Ia berada di sini untuk liburan," kata seorang perempuan dengan air mata berlinang kepada Stasiun Televisi Rai, sebagaimana dikutip Xinhua, Rabu (13/7/2016).

Perempuan tersbeut menambahkan, hubungan ke telepon genggamnya telah terputus selama tiga jam.

"Saya baru akan menyiram ladang saya ketika saya mendengar suara sirene dari kereta tersebut. Tapi itu tak berguna sebab segera setelah suara tersebut terjadi tabrakan. Saya melihat beberapa anak perempuan berteriak dan menangis, dan orang lagi keluar dari gerbong kereta dengan bagian tubuh hilang," kata seorang saksi mata di lokasi kecelakaan.

Seorang anak yang berusia enam tahun adalah penumpang pertama yang diselamatkan oleh petugas pemadam yang meneluarkan dia dari gerbong yang ringsek. Anak tersebut, yang disebutkan bernama Samuele, dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan helikoter dan nyawanya tidak terancam.

Operasi pertolongan dilancarkan secara penuh sampai larut malam, tapi operasi itu sangat rumit sebab kecelakaan tersebut terjadi di satu daerah terpencil di pedesaan.

Salah seorang masinis dilaporkan tewas dalam peristiwa itu, kata beberapa sumber dari perusahaan swasta lokal yang bernama Ferrotramviaria.

"Salah satu kereta tersebut terlalu jauh, dan para penyelidik akan memberitahu kami kereta mana," kata Massimo Nitti, General Manager Ferrotramviaria.

Sementara itu, pemerintah lokal memohon donor darah agar memberi bantuan guna menyelamatkan nyawa puluhan penumpang yang dirawat di rumah sakit di seluruh wilayah tersebut.

"Seluruh wilayah ini ikut dalam drama ini dengan memberi sumbangan banyak darah," kata Loreto Gesualdo, Kepala Fakultas Medis di University of Bari, Ibu Kota Puglia. Gambar yang disiarkan oleh media setempat memperlihatkan puluhan pelajar berbaris di rumah sakit lokal untuk menyumbang darah.

Belum ada keterangan mengenai penyebab kecelakaan tersebut, yang diduga dipicu oleh gangguan mesin atau kesalahan salah satu masinis yang mungkin tidak menyadari tanda berhenti, demikian perkiraan awal. Namun banyak ahli setempat mengatakan terlalu dini untuk mengetahui penyebab kecelakaan itu. (Antara/Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

20 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta Api di Italia

20 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta Api di Italia

News | Rabu, 13 Juli 2016 | 00:26 WIB

KA Jurusan Purwokerto-Solo Tabrak Mobil Toyota Innova

KA Jurusan Purwokerto-Solo Tabrak Mobil Toyota Innova

News | Selasa, 12 Juli 2016 | 07:00 WIB

Pacaran Dekat Rel, Muda-mudi Tewas Ditabrak Kereta Api

Pacaran Dekat Rel, Muda-mudi Tewas Ditabrak Kereta Api

News | Minggu, 26 Juni 2016 | 14:45 WIB

Bus Transjakarta Ditabrak Kereta Api di Gunung Sahari

Bus Transjakarta Ditabrak Kereta Api di Gunung Sahari

News | Kamis, 19 Mei 2016 | 08:56 WIB

Pengendara Motor Tewas Dihantam Kereta Api di Pasar Minggu

Pengendara Motor Tewas Dihantam Kereta Api di Pasar Minggu

News | Sabtu, 23 April 2016 | 10:56 WIB

Terkini

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen

Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen

News | Senin, 29 Juni 2026 | 18:47 WIB

×