IDAI Minta Para Ortu Tak Khawatir Berlebihan Soal Vaksin Palsu

Adhitya Himawan | Nikolaus Tolen | Suara.com

Sabtu, 16 Juli 2016 | 13:32 WIB
IDAI Minta Para Ortu Tak Khawatir Berlebihan Soal Vaksin Palsu
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menerima orangtua korban vaksin palsu di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Sabtu (16/7). [suara.com/Oke Atmaja]
Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Soedjatmiko memahami kegelisahan yang dialami oleh orangtua yang anaknya mendapatkan vaksin palsu dari Rumah sakit tertentu. Kegelisahan tersebut diperparah oleh  penjelasan dari pihak rumah sakit  yang tidak lengkap.Namun, Soedjatkiko meminta para orangtua untuk tidak takut berlebihan akan dampak dari vaksin palsu tersebut.
 
"Kami bisa mengerti kegelisahan orangtua. Para orangtua tentunya tidak mengerti. Ini yang buat mereka ketakutan berlebihan," kata Soedjatmiko dalam diskusi bertajuk 'Jalur Hitam Vaksin Palsu' di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/7/2016).
 
Menurut Soedjatmiko berdasarkan informasi yang didapat dan juga dari hasil observasi yang dilakukan Badan resese kriminal  Polri, Kementerian Kesehatan dan Badan POM, kandungan yamg ada di dalam vaksin palsu tersebut hanya berisi cairan infus dan antibiotik jenis garamicin yang merupakan anti bakteri untuk membunuh kuman. Karenanya, tidak terlalu berdampak negatif bagi kesehatan anak-anak.
 
"Kalau betul hanya inpus dan garamicin, dampak ke tubuh anak tak dapat apa-apa asal pembuatannya steril. Kalau nggak ya dampaknya bengkak merah dan demam. Tapi alhamdullillah sampai sekarang belum ada laporan seperti itu," katanya.
 
Terkait dampak selanjutnya, Soedjatmiko mengatakan bahwa  tak akan ada dampak yang berarti namun hanya kekebalan tubuh si anak yang tidak mendapatkan apa-apa sehingga rawan terserang penyakit.
 
"Kekebalan yang mestinya kebal malah enggak dapat apa-apa," kata dia.
 
Soedjatmiko menganjurkan para orang tua untuk melakukan vaksinasi ulang terhadap anak-anaknya. Namun, harus juga diperhatikan penjadwalan pemberian vaksin terhadap sang anak.
 
"Seyogyanya divaksin ulang tapi tentu ada penjadwalannya," kata Soedjatmiko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kak Seto Desak Pemerintah Buka Nama Semua RS Pemakai Vaksin Palsu

Kak Seto Desak Pemerintah Buka Nama Semua RS Pemakai Vaksin Palsu

News | Sabtu, 16 Juli 2016 | 12:34 WIB

Selama Ini Mandul, Nasdem Rekomendasikan Polisi Masuk BPOM

Selama Ini Mandul, Nasdem Rekomendasikan Polisi Masuk BPOM

News | Sabtu, 16 Juli 2016 | 11:45 WIB

Umumkan RS Pengguna Vaksin Palsu, Menkes Dipuji

Umumkan RS Pengguna Vaksin Palsu, Menkes Dipuji

Health | Sabtu, 16 Juli 2016 | 03:49 WIB

RS ST Elisabeth Gelar Pertemuan Tertutup dengan Para Orangtua

RS ST Elisabeth Gelar Pertemuan Tertutup dengan Para Orangtua

News | Sabtu, 16 Juli 2016 | 02:55 WIB

Terkini

Yaqut Bersyukur Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran: Alhamdulillah Bisa Sungkem

Yaqut Bersyukur Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran: Alhamdulillah Bisa Sungkem

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 15:00 WIB

Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran, KPK Sebut Gus Yaqut Idap Penyakit GERD Akut

Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran, KPK Sebut Gus Yaqut Idap Penyakit GERD Akut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:48 WIB

Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan

Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:56 WIB

Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan

Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:53 WIB

Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran

Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:49 WIB

Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat

Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:46 WIB

Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat

Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:40 WIB

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:09 WIB

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:46 WIB