Rizal Ramli: Ahok Gubernur atau Karyawan Pengembang?

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Selasa, 19 Juli 2016 | 19:17 WIB
Rizal Ramli: Ahok Gubernur atau Karyawan Pengembang?
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya, Rizal Ramli mencurigai sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang belum menerima keputusan Pemerintah yang menghentikan permanen proyek reklamasi Pulau G di Pantai Utara Jakarta.

Sebab Ahok menyurati Presiden Joko Widodo meminta klarifikasi terkait penghentian proyek reklamasi pulau G tersebut.

"Sebetulnya satu Menteri saja sudah cukup untuk menghentikan (proyek reklamasi pulau G), Menteri Lingkungan Hidup misalnya, atau Menteri Kelautan. Nah ini tiga Menteri dan satu Menko," kata Rizal kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/7/2016).

Bahkan Rizal menuding sikap Ahok yang tak terima proyek reklamasi pulau G dihentikan karena pesanan pihak perusahaan dalam hal ini pengembang. Menurut dia, Ahok harusnya berterimakasih proyek reklamasi itu dibatalkan Pemerintah Pusat, sehingga ke depan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bermasalah dan melanggan ketentuan hukum.

"Jadi seperti saya katakan, harusnya Ahok bersyukur masalah ini diambil alih Pemerintah. Saya juga bingung kenapa dia ngotot, dia Gubernur DKI atau karyawan pengembang?" ujar dia.

Dia menegaskan, proyek reklamasi pulau G di pantai Utara Jakarta tersebut harus dihentikan secarfa permanen, karena setelah diteliti masuk dalam kategori pelanggaran berat. Sementara dalam mengambil keputusan terkait masalah reklamasi tersebut Pemerintah Pusat yang terdiri dari unsur Kemenko Kemaritiman, Kementerian Perhubungan, Kementeriam Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga ada dari unsur Pemerintah DKI Jakarta.

"Kalau terjadi sesuatu yang membahayakan, siapa yang akan disalahkan nanti, pemrintah pusat juga kan. Kami nggak mau ya (disalahkan). Karena proyek reklamasi pulau G itu membahayakan," tutur dia.

Rizal menjelaskan, proyek reklamasi pulau G itu sangat dinilai sangat membahayakan. Sebab pertama mengganggu arus lalu lintas kapal nelayan tradisional yang berjumlah ratusan ke Muara Angke.

Kedua, di sana ada jaringan pipa gas, yang mana dalam aturan internasional dan aturan pemerintah bahwa jika ada jaringan pipa gas di bawah laut, di sekitarnya 500 meter sisi kiri dan kanan tidak boleh ada struktur bangunan.

"Kemudian ada power station di Muara Karang yang gara-gara space-nya semakin merapat, air lautnya jadi cooling system, menjadi lebih tinggi suhunya dan itu berbahaya. Karena berbahaya itulah kami memutuskan untuk menghentikan seluruhnya, karena itu masuk kategori pelanggaran berat," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Impor Jeroan, Ahok Pentingkan Ketahanan Pangan Warganya

Impor Jeroan, Ahok Pentingkan Ketahanan Pangan Warganya

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 15:13 WIB

Ahok Tak Percaya Data Kemiskinan Jakarta Versi BPS

Ahok Tak Percaya Data Kemiskinan Jakarta Versi BPS

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 14:34 WIB

Megawati Disebut Belum Setuju PDIP Tak Dukung Ahok

Megawati Disebut Belum Setuju PDIP Tak Dukung Ahok

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 13:37 WIB

Ahok: Rp2 Miliar Kemurahan untuk Saksi di TPS

Ahok: Rp2 Miliar Kemurahan untuk Saksi di TPS

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 13:06 WIB

Maju Independen, Ahok Minta Parpol Ikut Suara Rakyat

Maju Independen, Ahok Minta Parpol Ikut Suara Rakyat

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 12:55 WIB

Ahok Salahkan Dolar AS Penyebab Orang Miskin di Jakarta Bertambah

Ahok Salahkan Dolar AS Penyebab Orang Miskin di Jakarta Bertambah

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 10:52 WIB

Ahok: Saya Nggak Pernah Takluk dengan Parpol Mana Pun

Ahok: Saya Nggak Pernah Takluk dengan Parpol Mana Pun

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 10:35 WIB

Sanusi Mengaku Akan Didukung Aguan di Pemilihan Gubernur Jakarta

Sanusi Mengaku Akan Didukung Aguan di Pemilihan Gubernur Jakarta

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 06:06 WIB

Sanusi Akui Kontribusi Tambahan 15% Untungkan Warga Jakarta

Sanusi Akui Kontribusi Tambahan 15% Untungkan Warga Jakarta

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 05:10 WIB

Jaksa Putar Percakapan Sanusi dan Abangnya, Taufik di Pengadilan

Jaksa Putar Percakapan Sanusi dan Abangnya, Taufik di Pengadilan

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 04:12 WIB

Terkini

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim Pagi Ini

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim Pagi Ini

News | Jum'at, 17 April 2026 | 07:37 WIB

Serangan Udara Israel di Ghazieh Tewaskan 7 Warga Sipil Menjelang Kesepakatan Gencatan Senjata

Serangan Udara Israel di Ghazieh Tewaskan 7 Warga Sipil Menjelang Kesepakatan Gencatan Senjata

News | Jum'at, 17 April 2026 | 07:35 WIB

PAM JAYA Lanjutkan Distribusi Toren Gratis, Kini Sasar 270 Hunian di Jakarta Utara

PAM JAYA Lanjutkan Distribusi Toren Gratis, Kini Sasar 270 Hunian di Jakarta Utara

News | Jum'at, 17 April 2026 | 07:14 WIB

Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat

Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:49 WIB

Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!

Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:36 WIB

Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu

Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:15 WIB

Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta

Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:12 WIB

Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar

Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:00 WIB

Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:45 WIB

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:26 WIB