Array

Cagub DKI dari PDIP Dirahasiakan, Hendrawan: Kalau Bocor Repot

Jum'at, 22 Juli 2016 | 15:06 WIB
Cagub DKI dari PDIP Dirahasiakan, Hendrawan: Kalau Bocor Repot
Presiden Indonesia kelima Megawati Soekarnoputri [suara.com/Oke Atmaja]
Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan ‎rekomendasi enam nama bakal calon gubernur Jakarta kepada Megawati Sukarnoputri belum final. DPP akan kembali menggodoknya sehingga mengerucut lagi menjadi tiga nama.
 
"Minggu depan, kami hari Kamis akan rapat untuk mematangkan lagi. Sehingga bu ketum (ketua umum) memilih pilihannya sudah relatif setengah matang (tiga orang)," kata Hendrawan, Jumat (22/7/2016).
 
Hendrawan mengatakan ada 35 nama yang masuk penyaringan ‎bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta periode 2017-2022. Mereka masuk lewat jalur pendaftaran ke DPP PDI Perjuangan dan DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta. Lima nama di antaranya mendaftar sebagai calon wakil gubernur.
 
Mereka melewati berbagai tahapan, di antaranya fit and proper test. Setiap tahapan, jumlahnya berkurang.
 
Tim penyaring menguji mereka untuk melihat keunggulan, kekuatan, dan potensi masing-masing. Ketatnya penyaringan dilakukan untuk menyiapkan mereka ke kancah pertarungan 2017.
 
"‎Jadi mereka adalah nama-nama yang kalau bersaing dengan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) siap menang. Nggak usah disebutkan, kalau bocor repot," kata anggota Komisi XI DPR.

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga menjabat Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Organisasi Djarot Saiful Hidayat hanya menyebut beberapa nama yang dipastikan tak masuk daftar.

"Ibu Risma (Wali Kota Tri Rismaharini) kan nggak ikutan, dan juga Pak Ahok (Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) kan, nggak ikut tes," kata Djarot usai diperiksa sebagai saksi kasus pembelian tanah Cengkareng, Jakarta Barat, di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Menurut Djarot, partainya tidak menutup kemungkinan tetap mengusung calon yang tidak mengikuti tahapan fit and proper test. Dia merujuk pada kasus Joko Widodo di pilkada Jakarta tahun 2012.

"Kita tahu, tahun 2012 Jokowi itu tak daftar, tapi penugasan dan diundang. Jadi bisa saja, artinya pintu bisa lewat dewan pimpinan cabang, dewan pimpinan daerah dan juga dewan pimpinan pusat partai," ujar Djarot.

"Loh ya bisa saja, kemungkinan dipilih dan nggak dipilih bisa saja. Coba kamu daftar kemungkinan diterima nggak diterima bisa nggak? Bisa saja. Sehingga semua kemungkinan bisa saja," Djarot menambahkan.

Djarot tidak mau berspekulasi. Dia meminta publik untuk menunggu finalisasi proses pencarian calon gubernur dan wakil gubernur dari PDI Perjuangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI