Korban Perdagangan Manusia Beri Kesaksian di Surabaya

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 30 Juli 2016 | 00:31 WIB
Korban Perdagangan Manusia Beri Kesaksian di Surabaya
Ilustrasi perdagangan manusia. (Shutterstock)

Korban "trafficking" (perdagangan orang) asal Malang, Jawa Timur, Indrawati, memberikan testimoni dalam diskusi tentang Hari Anti-Perdagangan Orang di Gedung Konjen AS di Surabaya, Jumat (29/7/2016).

"Awalnya, saya tertarik menjadi TKW di Johor, Malaysia, karena iming-iming gaji, tapi saya justru dipindah dari agensi PT A ke agensi PT B hingga mendapat majikan yang jahat," katanya sambil mengusap air matanya.

TKW yang bekerja selama 11 bulan pada majikan berkebangsaan India itu mengaku sering mendapat pukulan terkait pekerjaannya, namun dirinya tidak bisa lepas dari majikannya, karena pintu rumah majikannya selalu terkunci dan dijaga dua satpam.

"Saya hanya diberi sekali makan dalam dua hari dan itu pun dengan nasi yang basi, kalau majikan marah selalu memukul, tapi saya tidak bisa keluar. Untung, ada tukang yang asal Indonesia bekerja di rumah sehingga saya bisa titip nomor telepon untuk disampaikan ke saudara di Tanah Air," katanya.

Dalam diskusi yang dibuka Kepala Humas Konjen AS di Surabaya Christine Getzler Vaughn, dan menampilkan aktivis kemanusiaan dari Malaysia, Grace Lee, serta Wiwik Afifah dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jatim itu, Yuliati Umrah dari Yayasan Arek Lintang Surabaya menyatakan TKI ilegal itu sulit diberantas.

"Itu karena Indonesia memiliki sawit dan Malaysia memiliki pabrik pengolah minyak sehingga para aktivis jungkir balik seperti apa pun TKI ilegal itu akan tetap ada. Soal penganiayaan pun hampir tidak menjadi masalah, karena TKI kita juga ilegal," katanya.

Oleh karena itu, ia menyarankan satu-satunya solusi yang mungkin dilakukan adalah mengembalikan pola pikir bangsa Indonesia bahwa bekerja itu menjadi mandiri dan bekerja itu bukan menjadi pegawai, baik pegawai pabrik maupun pegawai negeri.

"Adanya TKI ilegal itu, karena kita masih berpikir bahwa bekerja itu menjadi pegawai, padahal bekerja secara mandiri itu sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, jadi bekerja itu menjadi buruh tani, bukan menjadi buruh pabrik," katanya.

Sementara itu, aktivis kemanusiaan dari Malaysia, Grace Lee, mengatakan ada 200.000 warga NTT yang menjadi TKI ilegal di Malaysia sehingga mereka rentan mengalami kekerasan dan juga perdagangan orang.

"Karena itu, jangan mau menjadi tenaga kerja ilegal karena akan merugikan," kata Grace Lee yang tertarik membantu warga NTT untuk terlepas dari kekerasan dan menjadi TKI ilegal setelah selamat dari kebakaran di perkebunan bunga miliknya itu.

Secara terpisah, Wiwik Afifah dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jatim menegaskan bahwa kemiskinan juga dapat memicu adanya TKI ilegal, karena kemiskinan membuat mereka tidak terdidik dan mudah ditipu orang, sehingga rentan mengalami perdagangan orang.

"Tidak hanya di NTT, Jatim juga memiliki kantong-kantong TKI ilegal, di antaranya Malang selatan, Trenggalek, Pacitan, Tulungagung, Jember, dan Madura. Kalau ada orang kota yang menjadi TKI ilegal itu, karena dia terjebak dengan kehidupan konsumtif," katanya.

Ia menambahkan modus TKI ilegal adalah media sosial (medsos), gendam, dan pacaran yang berujung pada pemaksaan menikah sehingga tidak siap dan akhirnya menjadi TKI ilegal. "Kalau sudah menjadi TKI ilegal pun sering mengajak anaknya juga menjadi TKI ilegal," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada, Adanya Perdagangan Manusia ke Korsel

Waspada, Adanya Perdagangan Manusia ke Korsel

News | Jum'at, 12 Februari 2016 | 08:50 WIB

KBRI Libya Pulangkan 12 WNI Korban Perdagangan Manusia

KBRI Libya Pulangkan 12 WNI Korban Perdagangan Manusia

News | Selasa, 12 Januari 2016 | 06:30 WIB

Omset Perdagangan Manusia di Indonesia Tembus 63 Triliun Setahun

Omset Perdagangan Manusia di Indonesia Tembus 63 Triliun Setahun

News | Jum'at, 27 November 2015 | 15:10 WIB

Sepanjang 2015, 450 WNI Jadi Korban Perdagangan Manusia

Sepanjang 2015, 450 WNI Jadi Korban Perdagangan Manusia

News | Minggu, 25 Oktober 2015 | 18:43 WIB

Begini Proses 39 WNI Jadi Korban Perdagangan Manusia di Riyadh

Begini Proses 39 WNI Jadi Korban Perdagangan Manusia di Riyadh

News | Minggu, 25 Oktober 2015 | 14:53 WIB

39 WNI Korban Perdagangan Manusia di Riyadh Berhasil Diselamatkan

39 WNI Korban Perdagangan Manusia di Riyadh Berhasil Diselamatkan

News | Minggu, 25 Oktober 2015 | 14:22 WIB

Medan Dinilai Rentan Perdagangan Manusia

Medan Dinilai Rentan Perdagangan Manusia

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 23:08 WIB

Cianjur Daerah Rawan Perdagangan Manusia

Cianjur Daerah Rawan Perdagangan Manusia

News | Sabtu, 05 September 2015 | 04:18 WIB

PBB: Australia Suap Penyelundup, Bawa Imigran Ilegal ke Indonesia

PBB: Australia Suap Penyelundup, Bawa Imigran Ilegal ke Indonesia

News | Sabtu, 13 Juni 2015 | 06:15 WIB

Myanmar Akhirnya Bebaskan 55 WNI Korban Perdagangan Manusia

Myanmar Akhirnya Bebaskan 55 WNI Korban Perdagangan Manusia

News | Minggu, 07 Juni 2015 | 16:01 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB