Tarik Dukungan ke Trump, Tokoh Republik Beralih Dukung Hillary

Adhitya Himawan

Rabu, 03 Agustus 2016 | 07:00 WIB
Tarik Dukungan ke Trump, Tokoh Republik Beralih Dukung Hillary
Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. (Reuters)

Seorang anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Republik menyatakan dukungan untuk calon presiden dari kubu lawan, Hillary Clinton, dan tidak akan memilih calon dari partainya sendiri.

Tokoh tersebut adalah Richard Hanna dari negara bagian New York. Dia menarik dukungannya setelah calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, mengkritik orang tua kandung tentara Muslim asal Amerika Serikat yang tewas di Irak Sebelumnya, sejumlah anggota Kongres Republikan sudah menarik dukungan terhadap Trump dalam pemilihan presiden pada 8 November mendatang. Namun Hanna adalah tokoh pertama yang melangkah lebih jauh dengan secara terbuka mendukung kubu lawan dari Partai Demokrat.

Hanna menyebut Trump sebagai tokoh yang "sangat tercela," "tidak tahu malu" dan "hanya mau mendengar diri sendiri." "Bagi saya tidak cukup hanya dengan mengecam komentarnya (terhadap orang tua tentara Muslim). Dia tidak layak memimpin negara ini," tulis Hanna dalam surat yang dikirim untuk website surat kabar Post-Standard di New York.

Trump dianggap menghina Khizr dan Ghazala Khan--orang tua tentara Muslim yang terbunuh di Irak--saat kedua orang tersebut tampil dalam konvensi Partai Demokrat pada pekan lalu untuk mengkritik usulan Trump yang ingin melarang pemeluk agama Islam memasuki Amerika Serikat.

Banyak tokoh Partai Republik yang bersimpati pada keluarga Khan, beberapa di antaranya bahkan mengkritik Trump.

Pada Selasa, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengaku heran kenapa banyak pemimpin Partai Republik yang mengkritik Trump tetap masih tetap mendukungnya sebagai presiden.

"Seharusnya ada satu titik di mana anda berkata 'cukup'," kata Obama yang berasal dari Partai Demokrat.

Sementara itu Hanna mengaku akan mundur dari Kongres dan tidak akan turut kembali dalam pemilihan anggota parlemen mendatang.

"Meski saya tidak setuju dengan Clinton dalam banyak hal, saya akan memilih dia," kata dia.

Senator Ben Sasse dari Nebraska, salah satu pengkritik Trump paling keras di Kongres, mengaku tidak akan mengikuti langkah Hanna.

"Penganut nilai-nilai konservatif harus mereformasi partai yang sudah didirikan (Abraham) Lincoln ini, bukannya malah menyerah terhadap Clinton," kata Sasse.

Trump adalah tokoh yang banyak menyusahkan elit-elit Partai Republik dengan usulan kebijakan yang kontroversial seperti larangan masuk bagi Muslim dan pembangunan tembok di perbatasan Meksiko.

Tokoh lain dari Partai Republik, Chalie Dent, mengaku tidak terkejut atas keputusan Hanna mendukung Clinton meski dirinya tidak akan mengikuti langkah tersebut.

"Seperti saya, mungkin dia sangat prihatin terhadap komentar hasutan dan lemahnya kebijakan" Trump, kata Dent.

Dalam beberapa jajak pendapat terbaru, Trump masih tertinggal dari Clinton dalam perolehan suara. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Tantangan Orang Terkaya Ketiga di Dunia Buat Donald Trump

Ini Tantangan Orang Terkaya Ketiga di Dunia Buat Donald Trump

News | Selasa, 02 Agustus 2016 | 11:41 WIB

Menlu Brazil: Trump Jadi Presiden Mimpi Buruk

Menlu Brazil: Trump Jadi Presiden Mimpi Buruk

News | Senin, 01 Agustus 2016 | 19:33 WIB

Kelompok Ini 'Hadiahkan' Foto Bugil pada Pemilih Donald Trump

Kelompok Ini 'Hadiahkan' Foto Bugil pada Pemilih Donald Trump

News | Senin, 01 Agustus 2016 | 12:51 WIB

Pidato Michelle Obama Bikin Orang Menangis, Trump Bukan Tandingan

Pidato Michelle Obama Bikin Orang Menangis, Trump Bukan Tandingan

News | Selasa, 26 Juli 2016 | 15:52 WIB

Terkini

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:31 WIB

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 09:27 WIB

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:19 WIB

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:16 WIB

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:11 WIB

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 09:08 WIB

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:02 WIB

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Bekaci | Selasa, 29 September 2026 | 08:59 WIB

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 08:51 WIB

×