Pemberontak Suriah Klaim Tembus Kawasan Oposisi

Dythia Novianty | Suara.com

Minggu, 07 Agustus 2016 | 07:24 WIB
Pemberontak Suriah Klaim Tembus Kawasan Oposisi
Kelompok pemberontak di jalanan Manbij, Aleppo, Suriah. (Reuters)

Suara.com - Para pemberontak Suriah berhasil menembus berabagai kawasan yang dikuasai oposisi di bagian timur Aleppo pada Sabtu (6/8/2016) waktu setempat, dalam serangan terhadap sebuah kompleks militer pemerintah untuk mengakhiri kepungan selama sebulan. Hal ini disampaikan berbagai sumber pemberontak dan kelompok pemantau.

Media pro pemerintah membantah kepungan itu telah dipatahkan dan seorang pejabat Departmen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan situasi "terlalu cair" untuk dikomentari. Pertempuran sengit dan berbagai serangan udara dilaporkan dari kawasan itu tampak mengindikasikan ada jalan yang terbuka dan bisa dilalui warga sipil untuk bepergian.

Para pemberontak telah berusaha menembus sebuah jalur di kawasan yang dikuasai pemerintah untuk menghubungkan kembali kawasan-kawasan pemberontak di bagian barat Suriah dengan sektor bagian timur Aleppo yang dikepung. Pengepungan dilakukan oleh pasukan pemerintah bulan lalu.

Ofensif terhadap kompleks militer Ramousah milik pemerintah mulai terjadi Jumat (5/8/2016). Kompleks itu berisi sejumlah pusat pendidikan militer. Dengan menguasai Ramousah dan terbukanya jalur dengan bagian timur Aleppo akan mengisolasi bagian barat Aleppo yang dikuasai pemerintah dengan memutus rute bagian selatan menuju Damaskus, ibu kota Suriah.

Juga para pemberontak memiliki akses ke persenjataan yang disimpan di pangkalan yang tentara Suriah gunakan dalam konflik lima tahun sebagai lokasi strategis. Tentara Suriah menggunakan pangkalan tersebut untuk menggempur sasaran-sasaran yang dikuasai oposisi.

Dua kelompok oposisi dan satu grup pemantau mengatakan pada Sabtu bahwa mereka telah membuka kepungan itu, tetapi media pro pemerintah membantah klaim tersebut dan mengatakan pada kenyataannya tentara Suriah menguasai kembali wilayah dari para pemberontak.

"Kami telah menerima laporan-laporan tetapi situasi cair dan kami tak akan memberikan informasi terbaru di medan tempur," kata pejabat Deplu AS kepada Reuters.

Jabhat Fatah al-Sham, yang sebelumnya bernama Fron Nusra yang berafiliasi dengan Alqaida, mengatakan dalam pernyataan di jejaring dalam,"Para petempur dari luar kota itu bertemu dengan para petempur dari dalam kota, dan berjuang menguasai posisi-posisi yang masih ada untuk mematahkan kepungan." Seorang panglima dari kelompok yang lebih moderat juga mengatakan kepada Reuters bahwa kepungan telah dipatahkan tetapi masih terlalu awal dan berbagai hal harus diatasi.

Observatorium bagi Hak Asasi Manusia yang berkedudukan di London, yang memantau perang itu, mengatakan belum ada jalur aman antara dua wilayah yang dikuasai pemberontak akibat pertempuran sengit dan serangan-serangan udara.

Dalam sebuah laporan lain, Observatorium mengatakan sebuah serangan udara dekat satu rumah sakit di bagian baratlaut Suriah pada Sabtu membunuh 10 orang ternmasuk anak-anak dan merusak rumah sakit itu.

Rumah sakit tersebut berada di Meles, sekitar 15 km dari kota Idlib, di Provinsi Idlib yang dikuasai peemberontak. Jet-jet tempur milik pemerintah Suriah dan Rusia sebagai sekutunya beroperasi di Suriah tetapi belum diketahui pesawat siapa yang melancarkan serangan itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ribuan Terancam Kelaparan, PBB Serukan Jeda Perang di Aleppo

Ribuan Terancam Kelaparan, PBB Serukan Jeda Perang di Aleppo

News | Jum'at, 29 Juli 2016 | 08:58 WIB

"Pokemon-pokemon" Ini Minta Diselamatkan dari Ganasnya Perang

"Pokemon-pokemon" Ini Minta Diselamatkan dari Ganasnya Perang

News | Jum'at, 22 Juli 2016 | 10:10 WIB

Senjata CIA Buat Pemberontak Suriah Dijual ke Pasar Gelap

Senjata CIA Buat Pemberontak Suriah Dijual ke Pasar Gelap

News | Selasa, 28 Juni 2016 | 15:49 WIB

Pemberontak Rebut Desa Kecil di Suriah, 73 Jiwa Melayang

Pemberontak Rebut Desa Kecil di Suriah, 73 Jiwa Melayang

News | Jum'at, 06 Mei 2016 | 15:28 WIB

Roket Hantam RS di Suriah, 3 Perempuan Tewas, 17 Orang Luka-luka

Roket Hantam RS di Suriah, 3 Perempuan Tewas, 17 Orang Luka-luka

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 18:11 WIB

Terkini

Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun

Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar

BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:54 WIB

Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook

Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:39 WIB

Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:38 WIB

Jabar Sudah Bisa Bayar Pajak Kendaraan via WhatsApp, Jakarta Kapan?

Jabar Sudah Bisa Bayar Pajak Kendaraan via WhatsApp, Jakarta Kapan?

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:33 WIB

Bukan 3 Orang, Ternyata Kejagung Kasasi 8 Bankir yang Divonis Bebas di Kasus Sritex

Bukan 3 Orang, Ternyata Kejagung Kasasi 8 Bankir yang Divonis Bebas di Kasus Sritex

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:27 WIB

Kunjungi Lampung Selatan, Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Apresiasi Komitmen Daerah Tangani Zero Dose

Kunjungi Lampung Selatan, Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Apresiasi Komitmen Daerah Tangani Zero Dose

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:24 WIB

Kasus PRT Benhil: Pernyataan Penyidik Dinilai Reduksi Kesalahan Pelaku

Kasus PRT Benhil: Pernyataan Penyidik Dinilai Reduksi Kesalahan Pelaku

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:23 WIB

15 Tahun Jaga Rel Tanpa Status, Penjaga Perlintasan Minta Palang Kereta Resmi yang Layak

15 Tahun Jaga Rel Tanpa Status, Penjaga Perlintasan Minta Palang Kereta Resmi yang Layak

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:18 WIB

Masuk Kelompok Ekonomi Terbawah, 11 Ribu Nama Dibuang dari Daftar Penerima Bansos

Masuk Kelompok Ekonomi Terbawah, 11 Ribu Nama Dibuang dari Daftar Penerima Bansos

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:15 WIB