Ribuan Terancam Kelaparan, PBB Serukan Jeda Perang di Aleppo

Esti Utami | Suara.com

Jum'at, 29 Juli 2016 | 08:58 WIB
Ribuan Terancam Kelaparan, PBB Serukan Jeda Perang di Aleppo
Ilustrasi tentara penjaga perdamaian PBB. (Shutterstock)

Suara.com - Kepala bantuan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Dewan Keamanan (DK) untuk menetapkan jeda perang untuk bantuan kemanusiaan selama 48 jam per minggunya agar makanan dan bantuan lain dapat dikirim ke Kota Aleppo, bagian timur Suriah.

Sekitar 250 ribu hingga 275 ribu orang di Aleppo, kota yang dikuasai pemberontak telah terisolir sejak perang memutus akses Jalan Castello, jalur pengiriman bantuan terakhir, pada 7 Juli.

Kepala bantuan kemanusiaan PBB, Stephen O'Brien mengatakan, PBB beserta mitranya telah mempersiapkan bantuan tersebut, tetapi sayangnya semua langkah antisipasi itu mesti dihambat oleh peristiwa yang tengah terjadi.

"Stok makanan di Aleppo Timur diprediksi akan habis pada pertengahan bulan depan," terang O'Brien di depan 15 negara anggota DK-PBB.

Ia meminta komunitas internasional tak membiarkan Aleppo jadi kota besar lainnya yang terisolir. O'Brien mengatakan, masa jeda untuk kepentingan kemanusiaan selama 48 jam dibutuhkan di Jalan Castello yang kini kondisinya rusak parah alhasil hanya dapat dilintasi truk kecil.

Akibatnya, pengiriman bantuan butuh waktu lebih lama.

Permintaan O'Brien untuk penetapan masa jeda selama 48 jam per minggunya itu didukung Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan negara lain.
Inggris tengah merancang pernyataan resmi DK-PBB terkait usulan tersebut, ujar sejumlah diplomat.

Pernyataan itu nantinya mesti disetujui via kesepakatan bersama. Duta besar Jepang untuk PBB, Koro Bessho selaku presiden DK-PBB periode Juli mengatakan, usulan itu mendapat "dukungan cukup besar."

Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power menjelaskan, tentara Rusia dan pasukan Presiden Rusia Bashar al-Assad mesti menghentikan serangan di Aleppo serta membuka kembali Jalan Castello. Militer Rusia mulai memberi dukungan serangan udara untuk pasukan Assad sejak September lalu.

Power menambahkan, upaya mengakhiri perang, telah berlangsung selama lima tahun, mesti diikuti dengan "pengurangan aksi kekerasan, karena jika Aleppo tetap tertutup sulit membayangkan usulan itu dapat berjalan." Penghubung Suriah di PBB, Staffan de Mistura dijadwalkan bertemu pejabat senior AS dan Rusia di Jenewa, Selasa.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin menjelaskan, Jalan Castello kerap digunakan sebagai jalur pengiriman "senjata dan alat perang untuk teroris, serta alat lain yang nantinya dipakai pelaku bom bunuh diri."

Churkin mengungkap, warga di bagian timur Aleppo berpergian ke wilayah barat di siang hari. Situasinya di sana "lebih baik," meski ia menyadari perlunya "mencegah bencana kemanusiaan."

Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Ja'afari mengatakan depan DK-PBB bahwa pemerintahnya tak memutus akses Jalan Castello. Ia justru menyalahkan "teroris" bertanggung jawab atas aksi tersebut.  (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lagi! Berhasil Dievakuasi dari Konflik Suriah, 30 WNI Sudah Mendarat Selamat di Tanah Air

Lagi! Berhasil Dievakuasi dari Konflik Suriah, 30 WNI Sudah Mendarat Selamat di Tanah Air

News | Minggu, 15 Desember 2024 | 21:24 WIB

Pemberontak Ambil Alih Kekuasaan di Suriah

Pemberontak Ambil Alih Kekuasaan di Suriah

Foto | Senin, 09 Desember 2024 | 14:10 WIB

Suriah Memanas: Pasukan Rusia Kocar-kacir, Pangkalan Ditinggalkan, Komandan Dipecat

Suriah Memanas: Pasukan Rusia Kocar-kacir, Pangkalan Ditinggalkan, Komandan Dipecat

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 11:28 WIB

Jenderal Iran Tewas di Suriah, Teheran Tuding Israel dan AS Dalang Serangan

Jenderal Iran Tewas di Suriah, Teheran Tuding Israel dan AS Dalang Serangan

News | Jum'at, 29 November 2024 | 09:38 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB