Suara.com - Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu, menuding beredarnya camilan yang dikenal dengan Bikini "Bihun Kekinian" memiliki motif merusak moral masyarakat.
"Pokoknya, mungkin bukan karena ingin menyebarkan bihunnya, saya kira ada motif-motif tertentu untuk merusak moralitas di masyarakat," ujar Syaikhu saat ditemui di Komplek Perumahan Taman Wisma Asri, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Minggu (7/8/2016).
Oleh karena itu, Pemerintahan Kota Bekasi terus berupaya mencegah adanya upaya-upaya yang merusak moralitas bangsa.
"Tentu saja pemerintah kota bekasi akan terus mencegah upaya-upaya merusak moralitas di masyarakat," katanya.
Lebih lanjut Syaikhu menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi akan menelusuri jika beredar cemilan tersebut di Bekasi.
"Dalam waktu dekat, kita minta Disprindakop (Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Bekasi) sidak dan menelusuri sumber peredarannya dimana termasuk suplayernya," tegas Syaikhu.
Dirinya pun mengecam, adanya produk camilan tersebut yang kemasannya dinilai tidak mendidik.
"Harapannya, segera mungkin ketemu (sidak) dan masyarakat merasa tenang dan nyaman bahwa banyak sekali terkait dengan isu-isu negatif itu, memang lokus dan ini di alamatkan ke kita, kita nggak tau motifnya apa," ungkapnya.
Sebelumnya, makanan ringan Bihun Kekinian yang dikenal dengan sebutan "Bikini Snack" dijual secara online mengundang keprihatian banyak pihak.
Pasalnya, kemasan camilan yang diproduksi di Bandung, Jawa Barat itu juga mengandung unsur pornografi yaitu, gambar kartun tubuh perempuan yang memakai bikini dan terdapat tulisan 'Remas Aku'.