Kapal Nelayan Hancur Ditabrak Tanker di Sumsel

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 09 Agustus 2016 | 05:42 WIB
Kapal Nelayan Hancur Ditabrak Tanker di Sumsel
Sejumlah kapal nelayan berlabuh. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Sebuah kapal nelayan Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hancur ditabrak tanker KM 518 SKK di Perairan Tanjung Menjangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

"Saat ini empat orang nelayan tengah dirawat di rumah sakit di Jakarta Barat," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Basu Priatna di Toboali, Senin (8/8/2016).

Kecelakaan yang melibatkan kapal nelayan tradisional dengan kapal tengker itu terjadi sekitar 10 mil laut dari perairan Toboali. Peristiwa naas itu terjadi pada Sabtu (5/8) sekitar pukul 15.00 WIB.

"Kecelakaan itu terjadi saat nelayan memasang bubu kepiting, lalu tiba-tiba ada kapal tanker datang dan langsung menghantam badan kapal nelayan hingga hancur," jelasnya.

Empat orang nelayan tradisional korban kecelakaan yakni H Marzuki sebagai nahkoda kapal dan tiga anak buah kapal masing-masing Rusman, Colleng dan Muis.

"Korban merupakan nelayan bubu rajungan yang berasal dari Pulau Panjang Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan," katanya.

Untuk mengetahui kondisi korban pihaknya akan menemui nelayan yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Jakarta Barat.

"Dalam waktu dekat kami akan berangkat ke Jakarta untuk melihat langsung kondisi korban," ujarnya.

Ia berharap pihak kapal tanker dapat menanggung semua biaya pengobatan dan mengganti kapal nelayan yang hancur.

"Kita akan berkoordinasi dengan pihak kapal tanker agar mereka dapat memberikan bantuan kepada keempat nelayan yang harus dirawat karena musibah itu," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sebelas Nelayan Hilang di Perairan Pangandaran

Sebelas Nelayan Hilang di Perairan Pangandaran

News | Kamis, 04 Agustus 2016 | 09:33 WIB

Tiga Nelayan Tarakan Hilang Belum Ditemukan

Tiga Nelayan Tarakan Hilang Belum Ditemukan

News | Minggu, 24 Juli 2016 | 00:17 WIB

KKP Pastikan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Tepat Sasaran

KKP Pastikan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Tepat Sasaran

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2016 | 18:53 WIB

KKP Klaim Kapal Asing Tak Berani Lagi Curi Ikan di Indonesia

KKP Klaim Kapal Asing Tak Berani Lagi Curi Ikan di Indonesia

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 06:28 WIB

Kapal MT Andhika Arsanti Pindahkan Minyak Pertamina Secara Ilegal

Kapal MT Andhika Arsanti Pindahkan Minyak Pertamina Secara Ilegal

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2016 | 15:41 WIB

Pertamina Izinkan Pembelian Solar Pakai Jerigen di Ambon

Pertamina Izinkan Pembelian Solar Pakai Jerigen di Ambon

News | Kamis, 23 Juni 2016 | 11:45 WIB

Menteri Susi: Tindakan TNI Sudah Tepat

Menteri Susi: Tindakan TNI Sudah Tepat

News | Senin, 20 Juni 2016 | 21:10 WIB

Pemerintah Tiongkok Protes, Ini Respon Pemerintah

Pemerintah Tiongkok Protes, Ini Respon Pemerintah

News | Senin, 20 Juni 2016 | 20:57 WIB

Janggal, Kran Impor Ikan Dibuka di Tengah Meningkatnya Produksi

Janggal, Kran Impor Ikan Dibuka di Tengah Meningkatnya Produksi

Bisnis | Senin, 13 Juni 2016 | 09:04 WIB

Delapan Muara Pesisir Utara Karawang Alami Pendangkalan

Delapan Muara Pesisir Utara Karawang Alami Pendangkalan

News | Senin, 13 Juni 2016 | 00:39 WIB

Terkini

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:15 WIB

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 20:14 WIB

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:44 WIB

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:36 WIB

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:29 WIB

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:21 WIB

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:06 WIB

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:00 WIB

Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel

Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah

Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:36 WIB