Tour de Singkarak Masuki Etape Berat di Puncak Lawang

Arsito Hidayatullah

Selasa, 09 Agustus 2016 | 05:54 WIB
Tour de Singkarak Masuki Etape Berat di Puncak Lawang
Sejumlah pebalap sepeda beradu kecepatan pada etape ketiga Tour de Singkarak (TdS) 2016 di Rimbo Panti, Pasaman, Sumatera Barat, Senin (8/8/2016). [Antara/Hafidz Mubarak A]

Suara.com - Peserta kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2016 mulai memasuki etape berat dan satu diantaranya etape empat dari Padang Panjang menuju Puncak Lawang, Agam, Selasa dengan jarak tempuh 151,5 km.

Meski etape empat cenderung berat karena ada tanjakan dengan kategori Hors yang berada digaris finish dengan ketinggian 1.293 mdpl, namun banyak pebalap yang memiliki spesialisasi tanjakan menunggunya. Di sinilah kemampuannya diuji. Apalagi, jika mampu menjadi yang terbaik ini berpeluang besar menguasai puncak klasemen.

"Untuk besok saya sudah siap. Saya akan terus berusaha di rombongan didepan. Ini ada peluang untuk mempertahankan posisi tiga besar," kata Dadi Suryadi di Pasaman Barat, Senin.

Dadi Suryadi hingga etape tiga mampu bertengger di posisi tiga klasemen umum dengan total catatan waktu 08:21:24 atau tertinggal 16 detik pemuncak klasemen Ricardo Garcia. Dengan pendeknya selisih waktu ini, peluang untuk terjadi pergeseran cukup terbuka.

Yang patut diwaspadai di etape empat adalah pergerakan pebalap Pishgaman Cycling Team Iran. Sang juara bertahan ini memiliki pebalap segala medan alias multi talenta. Cepat di lintasan datar dan kuat di tanjakan. Selain pemegang polkadot jersey Amir Kolahdouz, ada juga nama Rahim Emami maupun Reza Hosseini.

Ketatnya persaingan juga dirasakan oleh Amir Kolahdouz. Pemegang pokadot jersey ini mengaku jika semua pebalap bisa menyodok dan memenangkan perlombaan. Untuk itu pihaknya bersama dengan akan berusaha semaksimal mungkin meraih hasil terbaik.

"Balap sepeda itu sulit karena persaingan selalu ketat. Makanya semuanya bisa terjadi," kata Amir Kolahdouz.

Sebelum tiba titik king of mountain (KOM) dengan kategori Hors, semua pebalap akan melintasi lintasan datar yang panjang yang terdapat dua titik sprint tepatnya di Pariaman km 51,3 dan Pasar Sungai Limau km 69,8. Dan diawal balapan, semua pebalap dihadapkan dengan KOM 2 tepatnya di Kota Padang Panjang.

Etape empat ini bisa dikatakan sebagai etape penentuan. Siapa yang akan finis diurutan terdepan di Puncak Lawang maka berpeluang besar memegang yellow jersey atau pemimpin klasemen kejuaraan yang memasuki tahun kedelapan pelaksanaannya itu. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nahas, Terlalu Ngotot Raih Emas, Pebalap Ini Malah Cedera Parah

Nahas, Terlalu Ngotot Raih Emas, Pebalap Ini Malah Cedera Parah

News | Minggu, 07 Agustus 2016 | 16:33 WIB

Tour de Jakarta 2016 Diramaikan Tim Australia hingga Laos

Tour de Jakarta 2016 Diramaikan Tim Australia hingga Laos

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 00:02 WIB

Terkini

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

×