Berantas Narkoba Berdarah, Perhari 36 Orang Filipina Tewas

Suwarjono

Selasa, 23 Agustus 2016 | 19:51 WIB
Berantas Narkoba Berdarah,  Perhari 36 Orang Filipina Tewas
Presiden Filipina terpilih Rodrigo Duterte. (Reuters)

Suara.com - Lebih dari 1.900 orang atau sekitar 36 orang per hari tewas dalam gerakan berdarah untuk memberantas narkotika di Filipina sejak Presiden Rodrigo Duterte menduduki jabatannya tujuh pekan lalu, kata kepala kepolisian nasional pada Selasa.

Direktur Jenderal Ronald Dela Rosa mengatakan di Senat bahwa tidak ada kebijakan untuk membunuh pengedar dan pengguna narkotika serta sekitar 1.100 kemtian itu masih dalam penyelidikan.

"Kami bukan tukang jagal," katanya.

"Ini memiliki dampak menyeramkan," kata Senator Frank Drilon setelah pernyataan kepala polisi itu, "Kami khawatir tentang jumlah kematiannya, yang bagaimana pun caranya, ini mengancam." Duterte, yang disebut "Sang Penghukum," terpilih karena janjinya memberantas narkotika dan memperingatkan pengedar bahwa mereka menghadapi ancaman kematian jika tidak berubah.

Penyelidikan itu dilaksanakan oleh kritikus yang setia terhadap presiden, Senator Leila De Lima, yang telah memanggil pejabat tinggi kepolisian dan anti-narkotika untuk menjelaskan peningkatan jumlah korban dan laporan pembunuhan diam-diam.

Duterte telah memperingatan para anggota parleme untuk tidak ikut campur dalam kampanye miiknya, mengatakan bahwa mereka dapat dibunuh jika mereka menghalangi usaha-usaha untuk meningkatkan negara.

Hampir 700.000 pengguna dan pengedar narkoba telah menyerahkan diri untuk melarikan diri dari tindakan keras itu, kepala kepolisian Dela Rosa mengatakan. Dia mengatakan bahwa terdapat sebuah penurunan dalam tingkat kejahatan secara keseluruhan, meskipun terdapat peningkatan jumlah pembunuhan.

Di luar gedung Senat, sejumlah demonstran menyerukan dukungannya terhadap Dela Rosa karena memimpin perang melawan narkoba, menyerukan nama panggilannya, "Bato, Bato".

Beberapa di antaranya membawa sejumlah plakat bertuliskan "Kami bersamamu Bato dalam perang melawan narkoba".

Amerika Serikat, sekutu dekat Filipina, mengatakan "sangat khawatir" terhadap laporan terkait pembunuhan itu dan Departemen Luar Negeri mendesak pemerintahan Duterte untuk menjunjung tinggi norma hak asasi manusia.

Lembaga Human Rights Watch dari Amerika Serikat mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa "harus memperjelas kepada Duterte bahwa memicu kekerasan yang demikian itu tidak dapat diterima dan akan berdampak besar terhadap diplomatik dan perekonomian".

"Di lain hal, sulit untuk memperkirakan kapan pembunuhan itu akan berakhir," ujarnya.

Terlibat Jumlah yang tewas itu, yang diutarakan Dela Rosa di Senat, lebih tinggi dari 1.800 orang yang dia sebut pada Senin lalu. Dia tidak memberikan penjelasan terkait jumlah itu namun mengatakan bahwa terdapat lebih banyak data yang masuk.

Dela Rosa mengatakan sekitar 750 orang dari mereka yang tewas itu terbunuh dalam sejumlah operasi kepolisian untuk memberantas para pengedar narkoba. Kasus kematian lainnya masih dalam penyelidikan, dia mengatakan.

"Tidak seluruh korban tewas yang diselidiki itu berhubungan dengan narkoba," kata Dela Rosa, dengan menambahkan bahwa 40 pembunuhan diketahui karena pertengkaran atau perampokan.

Dia juga mengatakan bahwa sekitar 300 orang aparatnya dicurigai terlibat dalam perdagangan narkoba, memperingatkan para personil itu bahwa mereka akan diberhentikan dan diadili jika terbukti bersalah.

Terdapat adanya spekulasi dalam media setempat bahwa beberapa kasus pembunuhan itu dilaksanakan oleh para aparat polisi korup yang memberantas para pengedar narkoba untuk menghindari penyebutan nama mereka. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

150 Hakim dan Politisi Filipina Tersangkut Narkoba

150 Hakim dan Politisi Filipina Tersangkut Narkoba

News | Minggu, 07 Agustus 2016 | 15:44 WIB

Abu Sayyaf Sandera 3 WNI, Jokowi Telepon "The Punisher"

Abu Sayyaf Sandera 3 WNI, Jokowi Telepon "The Punisher"

News | Selasa, 12 Juli 2016 | 14:39 WIB

RI Percayakan Pembebasan Sandera Pada Rodrigo Duterte

RI Percayakan Pembebasan Sandera Pada Rodrigo Duterte

News | Sabtu, 02 Juli 2016 | 03:45 WIB

Presiden Filipina Perintahkan Bunuh Pecandu Narkoba

Presiden Filipina Perintahkan Bunuh Pecandu Narkoba

News | Jum'at, 01 Juli 2016 | 17:04 WIB

Resmi Jadi Presiden Filipina, Ini 5 Hal Nyeleneh Rodrigo Duterte

Resmi Jadi Presiden Filipina, Ini 5 Hal Nyeleneh Rodrigo Duterte

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 14:22 WIB

Jelang Pelantikan Duterte, Banyak Bandar Narkoba Filipina Mati

Jelang Pelantikan Duterte, Banyak Bandar Narkoba Filipina Mati

News | Senin, 20 Juni 2016 | 14:26 WIB

Penggal Sandera Kanada, Abu Sayyaf Ingin Permalukan Duterte

Penggal Sandera Kanada, Abu Sayyaf Ingin Permalukan Duterte

News | Kamis, 16 Juni 2016 | 14:38 WIB

Terkini

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:53 WIB

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:50 WIB

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:30 WIB

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

×