Bangladesh Hukum Gantung Tokoh Partai Islam

Tomi Tresnady | Suara.com

Minggu, 04 September 2016 | 07:05 WIB
Bangladesh Hukum Gantung Tokoh Partai Islam
Ilustrasi hukuman gantung. (Shutterstock)

Suara.com - Bangladesh menghukum gantung seorang pucuk pimpinan partai Islam atas kekejaman yang terjadi selama perang kemerdekaan dari Pakistan pada 1971, demikian pernyataan Kementerian Hukum setempat, Sabtu (3/9/2016).

Mir Quasem Ali (63), penyandang dana utama Partai Jama'atul Islami, dieksekusi di Pusat Penjara Kashimpur, pinggiran ibu kota Bangladesh, atas tuduhan pembantaian, penahanan, penyiksaan, dan penghasutan kepada kebencian agama selama peperangan tersebut.

Ali dihukum gantung pada pukul 22.35 waktu setempat, demikian Menteri Hukum Anisul Haq kepada Kantor Berita Reuters, beberapa hari setelah Mahkamah Agung Bangladesh menolak banding terakhir atas putusan hukuman mati.

Eksekusi tersebut dilakukan di tengah serangan kelompok militan di negara yang mayoritas penduduknya muslim itu hingga berdampak sangat serius pada 1 Juli, saat itu beberapa pria bersenjata menyerbu salah satu kafe di kawasan diplomatik Dhaka dan menewaskan 20 sandera, sebagian besar dari mereka warga negara asing.

Pengadilan kejahatan perang yang dibentuk oleh Perdana Menteri Sheikh Hasina pada 2010 telah memicu kekerasan dan dikritik oleh politikus oposisi yang menganggap bahwa pembentukan pengadilan itu ditujukan kepada lawan politiknya. Pemerintah setempat membantah tuduhan tersebut.

Pemerintah juga menampik tuduhan yang dilancarkan sejumlah kelompok hak asasi manusia bahwa proses pengadilan tersebut jauh di bawah standar internasional dan peradilan tersebut didukung oleh beberapa rakyat Bangladesh.

Ratusan orang tumpah ruah di jalanan ibu kota untuk merayakan eksekusi tersebut. "Kami menunggu selama 45 tahun hingga hari ini," kata Akram Hossain, veteran perang, "Keadilan akhirnya terwujud."

Taipan media Ali merupakan orang terakhir pimpinan Jama'atul Islami yang dieksekusi. Dia divonis hukuman mati pada 2014 oleh pengadilan kejahatan perang.

Jama'atul Islami yang menyatakan bahwa putusan terhadap Ali tidak berdasar dan menyerukan mogok sehari pada hari Senin (5/9) sebagai bentuk protes.

Pihaknya menyatakan, hukum gantung terhadap Ali tidak bisa dibenarkan karena bagian dari konspirasi pemerintah agar Partai Jama'atul Islami tanpa pemimpin.

Keluarga Ali dan partai tersebut menduga penegak hukum menculik putranya, Mir Ahmed bin Quasem, yang menjadi anggota tim kuasa hukum Ali, pada bulan lalu.

Pihak pasukan keamanan menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui apa pun atas persoalan itu. Ribuan polisi tambahan dan petugas perbatasan dikerahkan di Dhaka dan beberapa kota besar.

Hukuman sebelumnya dan eksekusi telah memicu kekerasan yang telah menewaskan sekitar 200 orang, kebanyakan dari mereka aktivis Partai Islam dan polisi.

Sejak Desember 2013, empat orang pengurus terkemuka di Jama'atul Islami, termasuk mantan pemimpinnya Motiur Rahman Nizami dan pemimpin partai oposisi utama itu telah dieksekusi atas tuduhan kejahatan perang.

Data resmi menunjukkan sekitar tiga juta orang tewas dan ribuan perempuan diperkosa selama peperangan tersebut, di mana beberapa faksi, termasuk Jama'atul Islami, menentang memisahkan diri dari Pakistan.

Jama'atul Islami pun telah menolak atas tudukan melakukan kekejaman. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban Tewas Bom Bunuh Diri RS Pakistan Bertambah Jadi 63

Korban Tewas Bom Bunuh Diri RS Pakistan Bertambah Jadi 63

News | Senin, 08 Agustus 2016 | 19:17 WIB

Iring-iringan Jenazah di RS Pakistan Dibom, 45 Tewas

Iring-iringan Jenazah di RS Pakistan Dibom, 45 Tewas

News | Senin, 08 Agustus 2016 | 15:15 WIB

Korban Tewas Bom Pakistan Bertambah Jadi 70 Orang

Korban Tewas Bom Pakistan Bertambah Jadi 70 Orang

News | Senin, 28 Maret 2016 | 17:00 WIB

Pascabom Pakistan, Kemenlu Imbau WNI di Sana Waspada

Pascabom Pakistan, Kemenlu Imbau WNI di Sana Waspada

News | Senin, 28 Maret 2016 | 14:01 WIB

Menlu: Belum Ada WNI Jadi Korban Bom Pakistan

Menlu: Belum Ada WNI Jadi Korban Bom Pakistan

News | Senin, 28 Maret 2016 | 12:00 WIB

Terkini

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

News | Minggu, 19 April 2026 | 23:08 WIB

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:22 WIB

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:17 WIB

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:13 WIB

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:06 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:04 WIB

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB