Array

Cara BNPT Cegah Radikalisme dan Terorisme Tak Tumbuh

Selasa, 06 September 2016 | 04:04 WIB
Cara BNPT Cegah Radikalisme dan Terorisme Tak Tumbuh
Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius beserta jajarannya menyambangi Komnas HAM, di Jakarta, Rabu (3/8). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius berbagi tips cara cara mencegah agar paham radikal dan terorisme tidak tumbuh subur di Tanah Air. Salah satunya dengan mempertahankan nilai-nilai keindonesiaan yang dirangkum dalam Empat Pilar MPR, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Empat Pilar ini adalah komitmen bangsa Indonesia yang harus dijaga, karena itu fondasi yang dapat menyatukan bangsa Indonesia," kata Suhardi saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Nasional Empat Pilar MPR RI dan Kesadaran Bela Negara di Gedung Nusantara V, Senayan, Jakarta, Senin (5/9/2016).

Suhardi menjelaskan era globalisasi dan teknologi informasi yang sudah begitu canggih membawa perubahan hampir di semua bidang, baik ideologi, politik, ekonomi, maupun sosial budaya, yang memiliki sisi positif dan negatif. Salah satu dampak negatif adalah terkikisnya nasionalisme.

"Di tengah reduksi nasionalisme yang terjadi saat ini adalah masuknya paham-paham yang bermacam-macam, termasuk paham radikal. Ini yang tidak boleh terjadi. Perubahan nilai sosial ini jangan sampai dibawa menjadi tidak baik," ujarnya.

Ia mengatakan seluruh komponen bangsa harus berusaha menjaga agar sel-sel radikalisme tidak bergerak terus memengaruhi dan mencuci otak anak-anak dengan paham-paham radikal yang bisa mengancam keutuhan NKRI. Jaringan teroris di Indonesia masih ada dan terus berkembang. Masyarakat wajib mewaspadai keberadaan teroris serta gerak-geriknya.

"Teroris sekarang beraksi dalam kelompok kecil. Masyarakat harus terus waspada. Apalagi saat ini menjadikan seseorang sebagai pelaku teror tidak perlu lagi pergi mengenyam pendidikan di Afghanistan atau di tempat lainnya seperti yang dilakukan kelompok teror yang dulu," ujar Kepala BNPT dalam paparannya.

Ia mengatakan dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, saat ini generasi baru teroris cukup diasah secara intensif melalui media sosial dengan memanfaatkan internet.

"Sekarang ini kalau mau membaiat seseorang cukup melalui chatting saja. Seperti yang terjadi di Medan kemarin. Pelaku cukup dicuci otaknya melalui dunia maya, tidak perlu harus datang ke yang membaiat," katanya.

Hadir dan menjadi pembicara di sarasehan yang dibuka Ketua MPR Zulkifli Hasan tersebut di antaranya Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso, Wakil Ketua Bidang Internal Komnas HAM Ansori Sinungan, pengamat intelijen dan terorisme Wawan Hadi Purwanto, Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI I Wayan Midhio, dan Koorsahli Kapolri Irjen Pol Burhanuddin Andi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI